Ojol Vs Dokter Angkuh

Ojol Vs Dokter Angkuh
Memesan Ojol


__ADS_3

Ingin rasanya Fero berteriak, ekspresi wanita yang masih duduk di atas jok motornya sungguh menyebalkan.


"Anu mbak dak usah bayar saya, karena saya juga masih belum ngantar sampai tujuan bukan?"


"Ya iyalah mas emang siapa yang mau bayar juga!"


Fero hanya bisa meringis mendengar jawaban itu, " Mbak bisa turun dulu saya pesankan ojolnya!"


Dengan raut muka lebih seram wanita langsing itu berkata lantang, " Mas ini gimana saya nunggu dari tadi mas bantuin turun!!!"


"Ahh! Hahahahaha iya iya, maaf saya lupa."


'Ancritttttttttttt inikah yang dinamakan apes tongpes?'


Setelah membantu menurunkan penumpangnya Fero merasa keringat membasahi wajah terselubung helm. Rasanya seperti baru saja mengangkat satu kuintal beras. Fero melepas helmnya dan segera menyeka keringat di wajah dengan sapu tangan yang selalu dia bawa di saku celana.


"Oh iya mbak ini sudah saya pesankan mbak mohon tunggu sebentar ya?"


Wanita langsing tersebut kini terdiam memandang wajah Fero yang tidak disangkanya.


"Oppa!!"

__ADS_1


"Opa??Maksut nya apa ya mbak? Saya masih muda kok dipanggil Opa?"


Pipi mengkilap karena padatnya lemak itu berirama terangkat, " Maaf! Sebab kakak mirip artis Korea sih. Maafkan Bella tadi sudah kasar sama kakak ya! Btw, Boleh Bella minta nomer kontak kakak?"


'Kakak?Artis Korea?Minta nomer?'


"Eh mbak ini sudah hampir sampai ojolnya."


Fero antusias melihat ke arah jalan mengamati dan melihat pergerakan ojol pada Map di ponselnya. Segera Fero melambaikan tangan saat terlihat di matanya nomer plat motor ojol yang sesuai dengan pesanan di aplikasi.


"Loh bang lu yang pesan?" kata ojol tersebut setelah berhenti di depan Fero.


'Buju buset!!! Pantes pecah bannya' kata si ojol dalam hati sambil melotot matanya melihat calon penumpangnya.


"Kak!Bella dak papa kok nungguin kakak memperbaiki roda motornya." Rengek penumpang itu manja.


Si abang ojol hampir mengumpat dan tertawa sementara Fero lebih parah lagi.


"Maaf ya mbak kalau saya cancel kasian si abang sudah berkorban waktu dan tenaga lo. Lagipula mbak nanti terlambat masuk kerja pasti dimarahi atasannya!"


Wanita itu diam sejenak, " Tapi Bella minta nomer ponselnya ya?"

__ADS_1


'Hahahahaha ****** lu bro makanya wajah ojol jangan gitu-gitu amat'


Fero terlihat berpikir sejenak sebelum segera bereaksi, " Baik mbak ini kontak saya 08..."


Wanita yang terkesan lambat itu tiba-tiba mampu bergerak lincah mengambil ponselnya, "Bentar Kak! Coba ulangi!"


Setelah mencatat nomer ponsel yang diberikan Fero, terlihat senyum kegembiraan di wajah berbentuk bulat sempurna itu.


"Nanti aja misscallnya ya mbak saya harus segera cari tambal ban dulu. Hati-hati di jalan bang makasih ya!"


Fero segera berlalu seperti orang yang baru saja melihat hantu. Abang ojol masih duduk terdiam seperti berusaha mengingat sesuatu sementara penumpang di belakang dengan wajah gembira mengotak-atik handphone di tangan. Jeritan motor seakan tidak dipedulikan yang punya sebab sekarang pemilik motor merasa kesal karena baru dia sadari itu kontak yang diberikan adalah nomer ponselnya.


'Kamprettttt lu nomer gua yang lu kasih ke ini badak.'


"Banggg! Ayo lama amat, terlambat nih!"


'Aaaaarrrggghhhhh dasar vangke.'


"Baik mbak."


Fero dengan santai sengaja berbalik arah menuntun motornya, karena menghindari arah yang sama dengan penumpang tadi. Cukup jauh seingat Fero tempat tambal ban dari posisinya kini. Pikirannya tambah pusing takkala mengingat berapa nominal tersisa di dompetnya.

__ADS_1


__ADS_2