Ojol Vs Dokter Angkuh

Ojol Vs Dokter Angkuh
Klinik Kecantikan


__ADS_3

Andai Valentino Rossi melihat betapa cepatnya Fero melaju sepeda motornya,sementara tangan kirinya memegang bungkusan makanan,tentu Rossi cuma bisa melongo sambil berkata "Numero uno sembrono".


"Tuinnn,,tinnnn tinnnnnn"


Bunyi klakson motor Fero sepanjang jalan seolah menunjukkan betapa terburu-burunya serta seolah barang yang dia bawa adalah misi penting dari kaisar."Fuihhhh,akhirnya sampai juga.", segera Fero turun sambil bergumam pelan.


"Klinik Derma Aesthetik"


Tulisan itu terlihat terpampang jelas di depan bangunan yang tak kalah estetiknya.


"Permisi mau antar pesanan makanan atas nama Marsella.", kata Fero sopan, sambil membuka pintu kaca yang seketika disambut angin sepoi dari AC dan lima tatapan gadis muda cantik bermake-up tebal.


"Eh"

__ADS_1


"Masuk bang,tunggu sebentar saya ambil uangnya,total berapa ya?", sahut salah satu pegawai yang melihat temannya tidak segera menjawab.


"Total 92ribu mbak Karin.", sambil menunjukkan hpnya ke pegawai tersebut. Seketika Karin,nama pegawai yang disebut mengerutkan dahi, "Abang kok tahu nama saya?Apakah kita kenal?"


"Tidak mbak, itu saya baca dari nametag yang mbak Karin pakai." Sehabis menjelaskan mata Fero berputar mengamati ruangan di sekitarnya. Ruangan penerima tamu luasnya lebih luas dari ruangan rumah susun yang ditinggali Fero dan keluarga. Sekali lihat orang juga tahu selain designnya berkelas tidak kalah ornamen-ornamen pendukungnya yang tentu bukan barang murahan.


"Oalah,hehehe oke oke bang ini,uangnya... bang,abang ojol bangggggggg!!!"Kok malah melamun sih mau dibayar ndak?", gerutu Karin melihat Fero yang malah melamun.


"Iya,iya ini uangnya 92ribu dihitung dulu.", kata Karin sedikit manyun, tapi sebenarnya tidak benar-benar marah dan tentu Fero tahu itu. Setelah menghitung uang yang diterima,Fero sekali lagi memohon maaf dan pamit.


Sesampai di motornya Fero mengelus dada, "Fiuhhh!Sepertinya dugaanku salah ternyata customer ini orangnya baik, cuma perasaan ada yang salah apa ya(sambil garuk-garuk helm),ah masa bodo lah."


Memang ada yang salah, tanpa Fero sadari ada sepasang mata yang dari tadi mengamati gerak gerik Fero dari CCTV. Wanita yang usia nya setahun lebih tua dari Fero, Marsella nama wanita itu, pemilik klinik kecantikan sekaligus dokter spesialis Kulit dan Kelamin atau biasa orang tahu dr,Sp.KK adalah orang yang sebenarnya tadi memesan makanan.

__ADS_1


"Masuk Rin!"


Belum sempat Karin mengetuk pintu mau membawakan pesanannya sudah disuruh masuk seperti seseorang yang memiliki indra keenam." Kok tahu dok saya mau mengetuk pintu?", tanya Karin agak sedikit cengengesan.


"Jangan ketawa kamu!itu jelas bayanganmu dan ada CCTV, memangnya aku dukun apa? Lagian kamu ya Rin!Itu ojol tadi yang dak punya etika...dan tak tau adab.....dan bla..bla dan bla..bla(Seketika otak Karin ngeblank, karena bosnya seperti kereta api yang lewat tepat di telinganya), dan parahnya kamu justru senyam-senyum, seharusnya kamu bentak biar tau diri, ngerti kamu Rin?"


"Iya dok", jawab Karin lesu sambil menunduk


"Yaudah kamu sana balik di depan, biar aku kasih pelajaran itu ojol.", diambilnya HP nya sambil menggerutu dan Karin meskipun segera berbalik keluar tapi tahu pasti bahwa Bosnya mau memberi komen di aplikasi dan kasih penilaian jelek pada itu abang ojol.


"Hemmph,apes nasibmu bang.", batin Karin


"Wee!!Ini kenapa telinga dari tadi gatal ya?siapa yang ngomongin nih?", dengan mata melirik ke atas serta tangan menggaruk telinga Fero terlihat kebingungan.

__ADS_1


__ADS_2