Ojol Vs Dokter Angkuh

Ojol Vs Dokter Angkuh
Menjemput Adik


__ADS_3

"Halo kak bisa jemput ndak? Aku udah di stasiun."


"Bisa! Tunggu! Kakak meluncur."


"Okeh."


Fero segera menuju stasiun, adiknya Friska hari ini pulang. Friska usianya 7 tahun lebih muda dari Fero dan sedang menempuh kuliah. Fero dan ibunya bekerja keras demi membiayai kuliah Friska. Mereka berharap dalam keluarga ada yang memiliki pendidikan tinggi dan pekerjaan yang layak sehingga dapat mengangkat harkat dan martabat keluarga.


Fiska memiliki kecantikan yang bisa dikatakan istimidut. Hidungnya mancung dan matanya yang coklat serta kulitnya yang putih membuat lelaki yang melihatnya menelan ludah. Sering Friska mendapat godaan atau kenekatan laki-laki yang tak mampu mengendalikan nafsu dan gairahnya. Ada yang bersikap romantis untuk mendekatinya, adapula yang bersikap anarkis.


Fero pernah menghajar salah satu laki-laki yang nekat menggoda bahkan melecehkan adiknya tersebut. Kedua bersaudara ini memiliki kesamaan yaitu sama-sama jomblo namun memiliki paras menawan.


Friska sebenarnya banyak memiliki fans alay maupun serius, dari berbagai kalangan. Tapi sama seperti kakaknya dia mencari laki-laki yang mampu menggetarkan hatinya bukan asal pilih,karena baginya pasangan yang dia pilih adalah pasangan pertama dan terakhir baginya. Prinsip yang tentu jarang sekali di jaman sekarang untuk gadis secantik Friska, justru kebanyakan memanfaatkan kecantikan yang mereka miliki untuk mendapatkan rupiah secara instan.


"Kakkk!!!", Friska melambaikan tangan ketika melihat kakaknya mendekat dan kemudian memeluk kakaknya membuat laki-laki yang dari tadi memandang ke arah Friska menjadi patah hati mengira gadis itu telah dijemput kekasihnya.

__ADS_1


"Sudah makan kamu dik?", tanya Fero ketika adiknya mencium tangannya.


"Belum dong! Beliin mie ayam Kak, yang biasanya mami beli.", rengek Friska manja ke kakaknya.


Mereka berdua segera meluncur ke tempat warung mie ayam yang dimaksud Friska.


**


"Dok,dokter,dok..dokter Marselllaa...?"


"Emma kok ndak ketuk pintu kalau mau masuk?",gerutu Marsella kesal.


"Dok! Dari tadi saya ketuk dan pintu terbuka dokter malah senyum-senyum sendiri melihat monitor.", jelas Emma sambil tersenyum tipis menutup mulutnya.


"Kamu salah lihat, jangan asal kalau ngomong udah sana keluar kasih pasien ini krim seperti sebelumnya!"

__ADS_1


Marsella menyerahkan kartu pasien kembali ke Emma dengan muka marah dan malu.


"Jangan lupa tutup pintunya!!"


"Iya dok."


Setelah pintu ditutup Marsella tertawa lirih, dirinya merasa seperti pencuri yang ketahuan. Apalagi memang dari tadi dia terus melihat berulang orang yang membuat hatinya berhenti berdetak. Ada perasaan senang sekaligus bingung di hatinya. Kemudian Marsella menyentuh layar monitor, "Kenapa! Kamu bisa membuatku begini."


"Kenapa kak??"


"Gak tau nih telinga kakak gatal dari tadi."


"Hayo siapa nih yang lagi ngomongin kakak?jangan-jangan kakak sudah punya pacar nih?", ejek Friska tapi tetap berusaha memasukkan mie ke mulutnya.


Fero diam tidak menjawab ledekan adiknya. Kemudian tiba-tiba terlintas wajah Marsella di benaknya. Jantungnya terasa berhenti sesaat kemudian berdetak begitu cepat dan tak berirama saat wajah itu terus terngiang-ngiang di otaknya. Fero menggelengkan kepala dan Friska bingung melihat tingkah kakaknya tersebut.

__ADS_1


__ADS_2