Ojol Vs Dokter Angkuh

Ojol Vs Dokter Angkuh
Pendaftaran


__ADS_3

"Tuit,tuit,tuit,tuit"


"Hallo berooo ada apo nih?"


"Mas Jok!Mau tanya lokasi pendaftaran aplikator yang tadi mas sarankan alamatnya di mana ya?"


Fero segera mencatat alamat yang disampaikan oleh Joko. "Ok mas matur tengkyu ya?Hemm searah sama klinik laknat itu."


Seketika Fero mengkerutkan dahi setelah mengetahui alamat pendaftaran tidak jauh dari klinik Derma Aesthetik, tempat dimana


Karin bekerja.


"KK, SKCK, KTP, NPWP, uang pendaftaran, Buku Rekening, Ok!Sepertinya lengkap.", gumam Fero sambil memasukkan kelengkapan pendaftaran dalam tas.

__ADS_1


30 Menit kemudian Fero telah sampai di lokasi pendaftaran. Lokasi pendaftaran terletak di sebuah ruko dengan banyaknya antrian sepeda di depannya.Terlihat beberapa pemuda merokok seperti menunggu antrian di depan ruko tersebut dan beberapa duduk-duduk di dalam ruangan.


Fero datang dengan penampilan rapi memakai jaket biasa bukan jaket ojol, tentunya karena akan mendaftar di aplikasi saingan, jadi dak mungkin memakai atribut kompetitor. Ketika Fero hendak memasuki ruangan seluruh mata seolah sepakat bersama menoleh ke arahnya.


Setelah mengisi daftar antrian, Fero ikut mengantri bersama yang lain. Menjadi semakin tidak percaya baik orang-orang yang berniat menjadi driver maupun karyawan yang bertugas menerima pendaftaran terutama untuk karyawati. "Mbak Jess! Itu si mas mau nge prank apa beneran mau jadi ojol?" , bisik salah satu gadis bagian komplain kepada teman di sebelahnya yang juga tak kalah tidak percayanya.


"Astaga!!Andai belum nikah aku mau sama si mas itu,,hihihihi."


"Ah!!Mbak Jess ingat mas Ari mbak."


Sambil cengengesan dua wanita itu memandang kagum ketampanan Fero. Selain itu, ada sosok pria yang duduk di bagian absensi pelamar sibuk mencatat nomer hp Fero. Memang dia bukan pria seperti Fero, lebih tepatnya pria jenis tulang lunak yang tak nampak. Hatinya berdetak kencang laksana gadis melihat pangeran berkuda putih.


"...OMG gantengnyaaa cinnn..." , batin pria yang meskipun terlihat kokoh, tapi melihat kecoa terbang akan menjerit lantang itu.

__ADS_1


Fero sebenarnya bukan tidak tahu kemana mata mereka memandang, dia terpaksa melepas penutup wajah ketika mendaftar karena tentu akan dianggap tidak sopan. Namun setelah dia duduk segera penutup wajah dia pasang sambil pura-pura tidur.


"Kak Fero", sebut pria kokoh bertulang lunak itu dengan kemayu.


"Iya mas saya."


Sambil tangannya menunjuk, Fero mendekati hal yang sebenarnya dia takuti yaitu pria yang hampir jadi.


"Naik lantai 2 ya Kak!"


Entah sengaja apa tidak tangannya menyentuh tangan Fero, dan seketika bulu kuduk Fero hendak bermigrasi keluar tubuhnya.


Setelah proses yang panjang dan sekali lagi bertemu tatapan yang sama seperti sebelumnya. Ya memang di bagian penerimaan serta bagian penyerahan jaket dan helm adalah wanita yang bisa dikatakan cantik namun tidak lagi muda. Sesekali wanita itu memancing darah muda Fero dengan gerakan tubuhnya yang seperti ulat bulu.Terkadang payudaranya maju terkadang mundur, Fero sampai bingung menghadapinya.

__ADS_1


"Untung jam terbangku sudah tinggi menghadapi mahkluk buas seperti ini,xixixixi." Terlihat wajah puas menyeringai tipis dari balik penutup wajah berwarna hitam itu. Fero segera melangkah keluar setelah semua prosedur pengajuan menjadi driver selesai. Empat jam sudah Fero di dalam kantor tersebut.


"Masih jam 12, saatnya kubuat perhitungan dengan wanita itu."


__ADS_2