Ojol Vs Dokter Angkuh

Ojol Vs Dokter Angkuh
Perbandingan


__ADS_3

Sepanjang perjalanan Fero memacu motornya lambat. Fero dan Karin nampak asik berbincang di atas motor. Pengalaman berboncengan untuk kedua kalinya membuat mereka lebih nyaman dan tak diduga menjadi lebih akrab. Karin mengakui tiap bahasa Fero terdengar santun dan penuh kejujuran serta kesederhanaan namun dikemas dengan pilihan kata yang bagus seolah Fero adalah orang terpelajar namun nyatanya Fero hanya lulusan SMA. Sedangkan Fero pun beranggapan Karin selain cantik dan pandai berdandan, akan tetapi tidak seperti anggapan Fero sebelumnya bahwa wanita dengan penampilan seribet itu memiliki pandangan yang jauh sederhana meskipun itu hanya di pikiran Fero,nyatanya Karin sebenarnya tidak sesederhana seperti Fero bayangkan. Karin dan keluarganya setidaknya tetap mengharapkan memiliki suami dan menantu yang mapan seperti keluarga Annisa.


Tidak terasa mereka berdua telah sampai di rumah Karin. Sekali lagi Karin meminta Fero untuk mampir ke rumah, " Mas ayo mampir dulu,jangan nolak ini masih sore. Ntar alasan sudah larut malam lagi?".


"Ha ha ha ha, oke mbak" Fero tertawa sambil bergegas melepas helmnya.

__ADS_1


"Kok mbak lagi mas,tadi kan Karin udah bilang usia Karin dan mas lebih tua dari saya 4 tahun lo,huft!"Karin menggelembungkan pipinya dan kedua tangannya dilipat di bawah dadanya. Nampak sesuatu yang merupakan kelebihan Karin terlihat lebih dan lebih lagi membuat Fero salah tingkah melihatnya dan segera menunduk. "Iya Rin maaf" Fero berjalan mendekati Karin yang setinggi bibirnya. Dibanding Marsella Karin bisa dibilang pendek meskipun untuk ukuran rata-rata wanita Indonesia Karin masih cukup tinggi 166. Tapi dibanding Marsella yang memiliki tinggi 176 Karin dan Fero yang 180 lebih Karin terlihat pendek.


Kelebihan Karin dibanding Marsella selain warna kulit Karin yang putih dan dipadu Karin berani memakai kosmetik dan pembawaan Karin yang lebih ceria membuat Karin terlihat segar. Selain itu bagian paling menonjol Karin merupakan anugerah langit,berbeda dengan Marsella yang lebih kecil mungkin jika diibaratkan benda milik Karin adalah bola basket mainan anak-anak kecil yang dijual sepaket dengan ring dari plastik, sedangkan milik Marsella kurang lebih seukuran mangkok soto Ajinomoto.


"Eh rin,sebaiknya aku pulang,selain kedua orang tuamu tidak ada di rumah,takutnya pacarmu datang dan mengira yang tidak-tidak". Karin yang dari tadi tertawa cekikikan mendengar joke dari Fero sewaktu ngobrol di ruang tamu seketika diam mendengar Fero menyebut pacarnya.

__ADS_1


Karin berusaha kembali ceria, "Iya mas, mas pulang saja narik sono,dan jangan lupa besok jemputnya jangan siangan atau bisa(sambil tangan kanannya seperti mengiris leher) sama dokter Sella."


Memang Fero dan Karin selama mengobrol sempat saling bertukar nomer wa,Karin meminta Fero menjemputnya tapi bukan gratisan alias ngojek offline selama sebulan karena Karin mengatakan bahwa pacarnya selama sebulan tidak bisa mengantar jemput seperti biasa dan Karin memang tidak bisa naik motor meskipun dia bisa menyetir mobil. Tapi keluarganya hanya punya satu mobil dan itu pun mobil besar tentu sebagai cewek Karin kurang suka naik mobil besar.


"Aaasiapppp bos" Fero bangkit dari duduknya dan pamit untuk pulang.

__ADS_1


__ADS_2