Ojol Vs Dokter Angkuh

Ojol Vs Dokter Angkuh
Kedatangan tidak Terduga


__ADS_3

Fero hanya bisa terdiam di balik pintu, sementara Marsella segera berlari kecil ke arah tempat duduknya dan menelungkupkan kepalanya di atas meja kaca terselip beberapa fotonya.


Sementara Marsella sedang asyik dengan perasaannya Fero masih mematung berdiri di depan Emma yang juga sama menunjukkan ekpresi kebingungan saat dua orang tua di sebelahnya tidak mengeluarkan sepatah kata pun hanya menatap ke arah pria berbaju ojol tersebut.


Dokter Laksmi memegang erat tangan suaminya berharap pria tua itu tidak bertindak yang tidak-tidak sementara memegang dokter Laksmi mengamati dan langsung memahami bahwa laki-laki di depannya adalah orang yang membuat putrinya jatuh hati.


Sebagai wanita dokter Laksmi mengakui bahwa fisik Fero merupakan figur yang disukai kaum wanita, tampan, bersih, tatapan mata yang sendu dan sebagai ibu instingnya mengatakan Fero adalah pilihan tepat untuk putrinya. Hanya saja, jaket itu sangat mengganggunya.


"Pi!"


Dokter Laksmi berusaha mencairkan suasana hati suaminya dan mengajaknya untuk segera masuk ke ruangan Marsella. Fero yang melihat dokter Kusbandono segera mengalihkan pandangan darinya segera membungkukkan sedikit badannya memberi hormat.


Dokter Laksmi segera mengikuti suaminya masuk setelah punggung berjaket hijau yang berjalan dengan kepedihan itu melangkah pergi.


"Emm..."

__ADS_1


"Papi!!Mami!!"


Marsella terkejut saat mendongak kepala dikiranya Emma yang masuk ternyata kedua orang tuanya dengan wajah kusut tanpa suara menghampirinya.


Di luar Klinik Fero menatap sekali lagi pintu kaca di depannya sebelum akhirnya memilih untuk pergi.


"Sayang duduklah!" Kata dokter Laksmi dengan suara lembut menyuruh Marsella yang hendak berlari keluar.


Marsella dengan langkah layu segera kembali duduk, pikirannya berputar dan pandangan matanya tidak fokus ke orang tuanya.


"Sayang!! Mami dan Papi hendak mengunjungi adikmu Aldi untuk beberapa hari..."


Belum selesai dokter Laksmi bicara dokter Kusbandono yang sedari tadi diam tidak mampu lagi menahan emosinya, " Apa Kamu tidak memandang Papimu ini??? Apa tidak ada Laki-Laki lain yang layak??? Mau ditaruh dimana mukaku?? Anak dokter Kusbandono, dokter ternama di kota ini menjalin hubungan dengan tukang Ojek!?Hahhh!!??"


Marsella awalnya terkejut melihat nada bicara ayahnya, hatinya terasa tersayat mendengar pernyataan itu. Dilihatnya wajah ayahnya kemudian ibunya yang tidak bisa menyembunyikan ketakutannya.

__ADS_1


" JAWAB PAPI !!!?


Marsella memandang ibunya yang memberi kode untuk tidak memperkeruh keadaan. Namun bibir Marsella tersenyum tipis dan dipandang wajah ayahnya dengan tatapan tenang.


"Karena aku mencintainya."


"Sudah GILA kamu!!!?"


Marsella kembali tersenyum pahit, diliriknya ibunya yang kini mulai meneteskan air mata mendengar pertengkaran itu.


"Jadi Papi berharap aku menikah dengan pria seperti Papi yang kaya dan mapan? Lihatlah Ibuku? Pernikahan yang dilandaskan status. Yang kulihat ibuku seperti pegawaimu bukan seperti seorang istri yang diperlakukan dengan kelembutan."


Amarah dokter Kusbandono meledak. Putrinya yang tidak pernah berbicara keras padanya sekarang justru berani merendahkan, begitulah apa yang ada dalam benak dokter Kusbandono.


Marsella menatap wajah ayahnya yang sekarang berdiri dengan nafas memburu. Emosi Marsella begitu datar. Keberadaan dan tindakan ayahnya sama sekali tidak mengganggunya seolah sosok di depannya tidak ada justru pandangan matanya jauh memandang sosok punggung yang membuat matanya tidak mampu menahan kesedihan.

__ADS_1


__ADS_2