Ojol Vs Dokter Angkuh

Ojol Vs Dokter Angkuh
Cinta Pertama


__ADS_3

Rendi,laki-laki mapan,kaya serta memiliki paras yang keren. Dengan tubuh tinggi dan otot kekarnya menambah kegagahan dalam dirinya. Rendi sudah tiba di restoran franchise cepat saji, dia mengambil duduk di sudut ruangan. Dengan kemeja putih nampak kancing bajunya seakan lepas tidak mampu menampung otot dadanya yang bidang.


"Hai Ren!" Marsella melambaikan tangan dengan senyuman manisnya. Rendi diam sesaat,matanya memancarkan kekaguman pada wanita yang berjalan ke arahnya itu. Rendi segera berdiri dan menggeser kursi untuk mempersilahkan Marsella duduk. "Silahkan nona cantik!"


Marsela tersipu malu saat Rendi bersikap gentle di depannya, " Ah!Bisa aja kamu Rend,perasaan dulu kamu cupu sekarang kok jadi keren dan gagah begini". Marsella begitu kagum kepada pria di hadapannya tersebut. Seingatnya Rendi dulu kurus dan pemalu,bahkan Marsella ingat saat dirinya mengatakan suka Rendi justru bingung ketakutan dan malah menghindar sehingga Marsella lah yang malah mengejar-ngejar Rendi.


"Waktu mungkin Sel yang membuatku berubah serta pengalaman dari kuliah dan bekerja sehingga membuat kepercayaan diriku tumbuh",jelas Rendi dengan kedua tangan disatukan di dagunya. Marsella tidak berkedip menatap Rendi bicara, begitu Rendi membuatnya kagum dan terkenang saat dirinya dulu pertama kali menyukai Rendi.

__ADS_1


"Tau nggak dulu waktu kamu bertanding basket melawan tim SMA lain,aku diajak Siska nonton,waktu itu pertama kali aku melihatmu main dan pertama kali juga aku suka sama kamu Ren". Marsella tertawa sambil menutup mulutmu,sementara Rendi juga ikut tertawa dan mengangguk tanda mengerti. Rendi kemudian menatap ke arah Marsella tajam yang membuat wanita itu tersipu malu dan bingung harus berbuat apa. "Eh!Rend ayo pesan makan udah lapar nih!" Seru Marsella berusaha mengalihkan suasana yang membuatnya salah tingkah.


Rendi segera menuju antrian dan berdiri sambil sesekali tersenyum ke arah Marsella. Antrian lumayan panjang, Marsella sesekali mengambil kesempatan mencuri pandang ke Rendi, dilihatnya laki-laki itu dari atas ke bawah dan begitu seterusnya.'..Begitu gagahnya dia sekarang, badannya juga kekar...' batin Marsella sambil melihat Rendi dengan tangan menyangga kepalanya.


Rendi seperti tersenyum mengerti apa yang Marsella lakukan tapi dia pura-pura cool tidak menoleh ke arah wanita itu. Saat Marsella selesai dengan kekagumannya melihat Rendi dan tak ingin Rendi mengetahui dia mengamatinya terus,matanya sekarang menoleh ke arah dinding kaca. Saat dirinya melihat ke luar resto nampak dengan santai seseorang berjaket hijau menuju resto itu dan segera memarkirkan motornya di depan resto. Setelah melepas helm pria itu dengan santai berjalan menuju resto.


Antrian di resto itu terdiri dari tiga baris dua antrian untuk pengunjung yang makan di tempat sedangkan paling ujung dekat dinding diperuntukkan untuk abang dan nona ojol. Rendi berdiri di antrian tengah,saat dirinya menunggu Rendi beberapa kali menoleh ke arah antrian ojol,sebenarnya tujuannya hanya agar membuat Marsella semakin penasaran,karena wanita biasanya suka kalau laki-laki tidak terlalu agresif.

__ADS_1


Saat menoleh untuk beberapa kali Fero berdiri tepat di sampingnya, Fero sempat melihat Rendi sesaat sebelum pandangannya dialihkan ke perangkat elektronik,memastikan orderan ke pelanggan. Sedangkan Rendi melihat takjub ke arah Fero. Tinggi mereka hampir sama, Rendi terlihat gagah dan keren serta mapan juga bau tubuhnya harum dibalut kemeja lengan pendek yang menunjukkan sebagian otot lengannya. Celana hitam serta sepatu hitam dari kulit buaya jelas menunjukan statusnya pria berduit.


Fero hanya memakai jaket atribut ojek online,bercelana jeans agak sedikit sobek di lututnya serta bersepatu kets berwarna hitam bermotif sedikit putih disampingnya.


Meskipun Fero berpenampilan sangat biasa tapi ada kekaguman dan perasaan iri dari Rendi. Jika dibandingkan tampang keduanya tentu Fero memiliki aura dan ketampanan di atas Rendi. '... Busyeett nih ojol, dak salah wajah begini jadi ojol??ternyata ada juga orang miskin ganteng...' Rendi tersenyum sinis ke arah Fero dan kemudian pandangannya segera beralih ke Marsella.


Rendi mengira Marsella masih mengamatinya karena memang mata Marsella melihat ke arah Rendi, tapi tentu bukan Rendi yang dilihatnya melainkan laki-laki di sebelahnya dan Rendi tentu berpikir orang seperti Marsella tidak akan tertarik dengan tukang ojek.

__ADS_1


__ADS_2