Ojol Vs Dokter Angkuh

Ojol Vs Dokter Angkuh
Macan Betina


__ADS_3

Fero dan Friska sama2 membuka helm, seketika cahaya kemilau seakan terpancar dari dua pasangan kakak dan adik tersebut. Mungkin hanya penjaga portal atau beberapa ojek pangkalan yang hafal wajah mereka dan sedikit banyak mengerti bahwa mereka bersaudara mengingat seringnya mereka hilir mudik ke stasiun. Namun bagi yang baru melihat tentu menyangka mereka pasangan kekasih. Begitu serasi wajah keduanya seakan berjodoh satu sama lain, yang wanita cantik luar biasa yang pria tamvan aduhai. Friska mencium tangan kakaknya itu sebelum pergi.


"Kak Friska pergi kuliah dulu."


Fero tersenyum melihat adiknya yang meskipun bawel namun dia adalah saudara kandung satu-satunya, sehingga rasa sayangnya sebagai kakak tidak bisa diucapkan dengan kata-kata dan seperti biasa Fero mencium rambut dan kening adiknya sebelum pergi. Hal ini Fero lakukan selain karena menunjukkan rasa sayang juga sebagai bentuk perlindungan agar orang mengira Friska bukan penumpangnya sehingga laki-laki yang melihat dan berniat usil mengurungkan niat untuk menggodanya.


Nampaknya sikap Fero membangunkan macan betina yang sedang tidur. Betapa merah rona wajah Marsella karena amarah melihat hal tersebut. Nafasnya begitu memburu, rasa cemburu dan benci menjadi satu. Selama hampir sebulan ini dirinya selalu memikirkan laki-laki ini dan sekarang melihat perbuatan tersebut seluruh akal dan pikirannya menjadi mati.

__ADS_1


Friska berjalan menuju lobby stasiun yang berjarak sekitar 50 meter dari pintu portal. Dan Fero yang sudah siap duduk di atas motor dikejutkan suara orderan masuk sehingga helm yang hendak dia pakai menjadi tidak jadi membungkus wajah indahnya. Saat masih asik konfirmasi kepada pelanggan matanya menangkap sosok wanita berdiri di depannya. Fero mendongak melihat wanita tersebut saat mata memandang bibir secara spontan mengucap salam.


"Eh! Hai Sell..."


Belum selesai kalimat itu terucap sebuah tamparan keras mengejutkan bahkan penarik becak yang lagi asik dengan mimpinya pun bangun.


Fero hanya terdiam memandang Marsella dengan wajah bingung. Muka yang berwarna bening itu sekarang menjadi merah di salah satu sisinya.

__ADS_1


Dari jauh Friska yang terkejut karena banyak orang menoleh hanya bisa terdiam sejenak melihat kejadian apa yang terjadi. Dia hanya bisa melihat kakaknya sedang bersama seorang wanita dan baru tahu saat beberapa saksi mata di dekatnya berbisik bahwa kakaknya baru ditampar wanita itu.


Fero hendak bertanya alasan Marsella menamparnya namun dia tahan bibirnya berucap saat mendengar sesuatu dari Marsella yang begitu menyakiti hatinya.


"Bahkan seekor Anjing bisa lebih setia darimu!!! Bagaimana bisa aku dipermainkan oleh manusia miskin dan rendah sepertimu. Seharusnya aku sadar kau itu tidak lebih dari SAMPAH!!! KAU TAU ITU!!!?HAAHHH!!!!"


Fero bisa melihat wajah Marsella begitu emosi matanya begitu merah. Dan Fero bisa menebak pasti Marsella salah paham tentang dirinya dan adiknya tadi. Sedangkan Marsella semakin menjadi saat Fero yang masih duduk di atas motor kini justru tersenyum ke arahnya. Semakin keras kata-kata kotor keluar dari mulutnya. Friska yang sekarang mulai berjalan ke arah kakanya pun bisa mendengar kata-kata itu dan tentu saja juga Karin dan orang-orang yang melihat kejadian itu.

__ADS_1


Karin hanya terbengong di dekat meja kasir dan bingung akan tindakan yang harus dia lakukan. Sesaat Karin juga melihat bagaimana Fero dan Friska tadi hanya saja dia tidak mengira begitu ekstrim respon dokternya tersebut.


__ADS_2