Ojol Vs Dokter Angkuh

Ojol Vs Dokter Angkuh
Langkah Pria Sejati


__ADS_3

Sejak masa remaja sampai sekarang tak pernah sekalipun Fero menyatakan cinta atau perasaannya pada seorang wanita manapun. Bahkan ketika bersama Annisa, Annisalah yang berinisiatif pertama kali mengajak berjalan bersama dan Fero mengiyakan karena dirinya sebagai lelaki tentu mengharapkan memiliki pasangan. Rupanya perasaan minder sudah mendarah daging di dalam diri Fero.


Masih jelas diingatan Fero peringkat Annisa yang juga pendiam mengajak Fero makan,jalan-jalan ke taman atau ke tempat lain tapi tak pernah dirinya melakukan hal yang sama selalu menunggu Annisa dahulu yang mengajaknya. Fero mulai paham dan sadar mungkin itu salah satu alasan Annisa tidak mempertahankan dirinya di hadapan kedua orang tuannya.


'...Apa mungkin dia....' terlihat tatapan sedih di mata Marsella saat melihat Fero hendak beranjak berdiri membawa piring makannya.Marsella menunduk dan tersenyum tipis merasa ada penyesalan.


"Maaf boleh saya duduk di sini" sapa Fero sambil tersenyum sehangat mungkin di depan Marsella.


Marsella diam menatap Fero untuk beberapa saat dengan tatapan kebingungan antara tidak percaya di lain sisi juga merasa bahagia, meski dia sendiri tidak paham kenapa harus bahagia hanya karena seorang tukang ojek yang datang menghampirinya.


"Maaf kalau begitu saya permisi"

__ADS_1


"Eh,silahkan saya,silahkan duduk maksut saya" ucap Marsella terbata-bata.


Kemudian Fero duduk dengan santai dan matanya memandang lembut ke arah wanita di depannya. 'Aneh!kenapa di depannya saja membuat hatiku terasa berdebar namun damai begini'. Dalam batin Fero bergejolak sejuta pertanyaan dan perasaan.


Tidak kalah hebat hal yang sama terjadi di dalam batin wanita yang biasanya terlihat angkuh dan tegar itu.


"Fero", tegur Fero membuka keheningan sambil tangan kanannya berusaha mengajak bersalaman.


"Sella" yang entah kenapa dia langsung menyahut tangan itu.


'Ya Tuhan,laki-laki ini......tapi....'

__ADS_1


'...Entah kenapa aku ingin memeluk erat wanita ini dan perasaan ini aneh, tapi indah..'


Setelah sadar mereka masih dalam posisi saling berpegangan Marsella terlebih dahulu menarik tangannya pelan, dia menunduk tersipu malu namun merasa bahagia.


"Maaf jika saya kurang sopan,,saya juga minta maaf karena kapan hari datang ke klinik dokter dan berkata dengan nada tinggi. Sekali lagi saya minta maaf." Dengan sopan Fero menyampaikan permintaan maafnya.


Wanita itu diam beberapa saat bingung harus berkata apa,yang dia tau dialah sebenarnya yang salah dan kali ini dirasa kesempatannya menebus kesalahannya. Tapi dia juga bingung mau memulai dari mana.


"Bagaimana kalau mas makan dulu,perbincangan kita bisa dilanjut jika ada kesempatan. Saya masih ada pasien." Fero tersenyum sambil menggeleng kepala ketika melihat wanita itu seperti berjalan tergesa-gesa menghindarinya.


'Bodohnya kenapa aku malah pergi' Marsella merasa kesal dengan dirinya sendiri,dan dia tak tau mengapa dirinya menjadi gugup di depan Fero. Padahal selama ini Marsella akan lebih agresif jika dirinya menyukai seseorang dan berusaha mengejarnya sampai titik tertentu dia merasa bosan atau mendapatkan apa yang diincarnya.

__ADS_1


"Berpikir realistis Ro Fero,,mana ada cerita tukang ojek nikah sama dokter." Terlihat Fero cekikikan sambil menunduk seorang diri.


Kasir yang sedari tadi mengamati Fero jadi merasa ada yang aneh dengan pria yang mungkin akan diincarnya itu,"Ihhhhh,masak ganteng-ganteng stresss??!?"


__ADS_2