Ojol Vs Dokter Angkuh

Ojol Vs Dokter Angkuh
Saling Pandang


__ADS_3

Sejak sering mengantar Karin pulang pergi dari klinik ke rumah, Fero semakin terlihat lebih ceria dari biasanya, ditambah ajakan mas Joko temen sesama ojol yang mengajaknya untuk sesekali nongkrong dengan teman-teman sejawat membuat rasa percaya diri dan rasa berkawan Fero tumbuh. Usianya memang 30 tahun tapi sedari dulu sendiri adalah temannya, meski banyak pemuja rahasia maupun terang-terangan tapi Fero tetap lebih memilih satu dua orang untuk sesekali bertukar kata dengannya.


'Hadechhh mbah ojol hari ini baik banget kasih orderan,panas nih pantat' gumam Fero yang berhenti di salah satu pinggiran jalan menatap pendapatannya hari ini. Mbah ojol merupakan sebutan bagi para ojolers terhadap aplikator tempat mereka bernaung.


"Masih jam 3 satu jam lagi Karin pulang" kata Fero ngomong dengan dirinya sendiri sembari memandang sebelah jalan tempat klinik Karin bekerja. Nampak mobil pemilik klinik dan satu mobil lain mungkin milik pasien dan beberapa sepeda motor terparkir rapi. Fero juga melihat sepertinya klinik tersebut sekarang memperkerjakan satpam sekaligus bekerja sebagai juru parkir terlihat duduk di sebelah beberapa motor yabg terparkir. Lalu Fero melihat ke arah kanan dari klinik berjarak 3 ruko terdapat tempat makan masakan Padang.


"Hemmm, masakan Padang...." Sejenak Fero berpikir sambil menunggu Karin mengisi perutnya,tapi masakan Padang bukan salah satu tempat dan menu yang Fero sukai.


"Ya,ya,ya sekali-kali lah masakan Padang" mulut Fero terlihat bergerak di dalam penutup mulut hitam.'Daripada muter cari warung lain mending tunggu di sini'sahut batin Fero menguatkan.

__ADS_1


Setelah kejadian di klinik Fero memang sekarang selalu melepas helm jika masuk ke suatu tempat,dan sesekali melepas penutup mulutnya. Seperti kali ini ketika masuk rumah makan Padang. Dan seperti biasanya Fero tidak asing terhadap pandangan beberapa mata yang da di tempat itu. Rame tidak sepi juga tidak tapi Fero lebih memilih langsung fokus ke arah etalase kaca berisi berbagai menu makanan khas Padang dan segera memesan makanan dan segera menuju kasir.


"Mas makan saja dulu bayar nanti" sahut penjaga kasir yang sekaligus anak pemilik tempat itu.


".....eh iy" jawab Fero sambil tersenyum manis


Sambil berbalik Fero sebenarnya paham nuansa itu tapi dia lebih memilih menunduk seolah sedang berbicara dengan piring berisi makanan di tangan kanannya sambil segera duduk.


"Es tehnya bang" Fero mendongak mengucapkan terimakasih dan melihat pramusaji itu.

__ADS_1


Ketika Fero mengucapkan kata terimakasih nampak mata berjarak satu meja memandang ke arah Fero.


'..Deg..deg...deg..'


'..Deg....deg....deg...'


Fero,Marsella saling memandang dalam jarak yang tidak terlalu jauh. Kedua jantung mereka berdetak senada. Satu detik dua detik tiga detik keduanya tidak berkedip,antara senang,bingung tegang malu dan semua perasaan jadi satu. Marsella nampakanya telah selesai dengan makanannya sedang Fero belum sesuap pun sempat dia makan dan kejadian ini membuatnya tidak lagi lapar.


Pandangannya tetap ke Marsella dan Marsella pun sama. Keduanya enggan untuk memalingkan muka. Ada perasaan sayang dan perasaan jangan sampai berpaling muka atau mereka tidak tahu akan melewatkan kesempatan yang mereka tunggu-tunggu sejak lama, yaitu cinta sejati.

__ADS_1


__ADS_2