Ojol Vs Dokter Angkuh

Ojol Vs Dokter Angkuh
Yakin


__ADS_3

Marsella terlihat agak kecewa, tapi senyum kembali merekah di bibirnya. Laki-laki di depannya terlalu baik baginya, tampan, sopan, bersih dan yang sangat sabar bahkan tetap memperlakukannya dengan baik meski telah dia hina demikian rupa.


"Mas kenapa kok nomernya ganti. Jadi tadi Sella akhirnya kan salah paham, coba mas dak ganti nomer jadi Sella dak sepenuhnya salah kan kalau tadi marah-marah?"


"Hahahahahaha..."


Fero hanya bisa tertawa tercengang memandang wajah yang tak bisa dia marahi meskipun sudah berbuat semaunya itu.


"Kalau mas bilang Hpku hilang apa kamu percaya?"


Marsella menunjukkan wajah terkejut, "Hilang?Kok bisa?Kenapa dak cari Sella kan mas juga udah punya hp baru? Setidaknya kan bisa kasih tau nomer barunya?"


Fero hendak menjawab namun dia urungkan saat beberapa mata memandang ke arah mereka karena suara mulai meninggi dari Marsella.


"Besok saja mas jelaskan ya? Sudah terlalu larut." terang Fero ke Marsella sambil memberi kode kalau banyak orang memperhatikan mereka.

__ADS_1


Marsella diam menurut tapi tangannya segera meraih ponsel yang nampak di saku depan jaket ojol Fero. Marsella segera membuka ponsel yang tak pernah di pola atau di kunci layar itu. Fero hanya bisa diam sambil menggaruk pipinya melihat tingkah wanita yang katanya lebih tua namun tingkahnya seperti anak kecil.


"Mas dak boleh ganti awas kalau ganti artinya mas dak sayang sama Sella!"


"Ha???"


Fero yang merasa kebingungan segera mengecek ponselnya yang layarnya kini terpampang wajah manis Marsella sedangkan akun Wa nya sekarang terlihat bukan lambang aplikator ojol lagi melainkan wajah cantik pemilik klinik dan sudah ada nama kontak 'Cintaku' di ponsel yang terhitung masih baru.


Saat Fero berpikir mau bicara apa terlihat ada beberapa pesan Wa masuk dari adiknya yang bawel. Fero segera tutup aplikasi Wa dan sekarang beralih melihat ke arah Marsella.


Marsella mengangguk mengiyakan dan Fero segera menghampiri Sobari yang dari tadi cengar-cengir tidak jelas.


"Bro kupikir lo homo, wuakakaka."


bisik Sobari di samping Fero yang tentu masih terdengar Marsella.

__ADS_1


Fero menoleh ke arah Marsella yang tersenyum mendengar itu. Tentu kata tersebut menunjukkan Fero memang belum memiliki pasangan sampai orang yang mengenal mengiranya demikian.


Sobari menggelekan kepala saat Fero hendak membayar dan terlihat isi dompetnya begitu mengenaskan.


"Besok saja anggep ini hutang lu. Awas kagak ke sini buat bayar!!"


"Hahahhaha."


Fero terlihat malu celingukan berharap semoga kata ini tidak terdengar Marsella dan berlalu meninggalkan Sobari sambil menepuk pundak pedagang nasi goreng yang lumayan konyol.


Marsella tentu saja mendengar dan langsung mengerti. Matanya sekarang berkaca-kaca melihat kekasihnya, benar sekarang Marsella sangat yakin Fero adalah miliknya dan akan selalu Marsella pertahankan karena Marsella ingin laki-laki ini yang akan menemaninya selamanya.


'Kenapa lagi wanita ini?' batin Fero melihat mata yang mulai mengembun.


Marsella segera beranjak berdiri dan segera memegang tangan dan menempelkan dirinya ke tubuh Fero tak peduli tanggapan orang. Fero hanya bisa menghela dalam hati dan segera menuntun Marsella yang terus memegang tangannya menuju ke motor yang sedari tadi merasa dingin dan kesepian.

__ADS_1


Malam ini angin begitu membingungkan, dingin memang cuaca sedang dingin, hangat bisa jadi karena Marsella merasa begitu hangat menempel di punggung yang masih merasa bingung. Sayang memang masih tersisa walaupun telah terhina. Tapi berjuta tanda tanya muncul di benak yang hanya lulusan SMA.


__ADS_2