Ojol Vs Dokter Angkuh

Ojol Vs Dokter Angkuh
Bertemu kembali


__ADS_3

Hampir satu bulan Marsella kehilangan kehadiran Fero, pertemuan itu dan hubungan itu terasa begitu cepat. Marsella merasa kecewa, setiap hari dirinya berusaha mencari jawaban kenapa Fero menghilang begitu saja. Tapi tak satupun usahanya untuk menemukan Fero berhasil. Justru Rendi yang setiap saat selalu hadir menemani masa sepi Marsella baik melalui wa maupun bertatap muka. Terakhir Marsella begitu terpukau tingkah Rendi yang meskipun norak meminta menyanyi di cafe yang mereka kunjungi. Sedikit muncul perasaan pada Rendi yang entah karena rasa kecewa dan kesepiannya atau memang Rendi mampu membuka dan mengobati hati yang luka itu.


Hari ini Marsella begitu lelah dan merasa lapar, pasien datang ke klinik seperti air mengalir. Dilihatnya sebuah pesan masuk ajakan makan siang dari Rendi ke tempat makan baru di dekat stasiun kota. Marsella segera keluar ruangannya.


"Rin ayo ikut!Temani makan siang nanti kalian aku bungkuskan saja ya?"


"Iya dok." sahut beberapa suara wanita di meja resepsionis.


Karin melihat sekilas wajah tersenyum bos nya itu yang beberapa minggu lalu terlihat kusut seperti kain pel.


"Makan dimana dokt?"


Tanpa menoleh Marsella tersenyum memandang arah jalan, "Kata Rendi ada ayam geprek baru dibuka di samping stasiun. Katanya sih enak, kita coba saja Rin."

__ADS_1


Karin hanya mengangguk tanda setuju mendengar perkataan dokternya itu. Dirinya sebenarnya ingin bertanya perihal hubungannya dengan Fero dan hendak bertanya soal kontak hp Fero mengingat kemarin Karin mencoba meminta tolong mengantarkan paket, tapi no wa nya tidak aktif.


"Oiya dok! Nomer wa Kak Fero ganti ya? Kemarin kucoba minta tolong mengantar paketan ternyata dak aktif."


Ekspresi Marsella berubah buruk mendengar perkataan Karin, " Kamu jangan sebut nama itu lagi Rin."


Suasana mobil yang tadi berasa enak sekarang berubah menjadi seram, begitulah menurut pikiran Karin sekarang karena kesalahan dirinya berkata demikian. Benak Karin sekarang dipenuhi pertanyaan kenapa hubungan itu bisa kandas. Di tengah perjalanan yang hening otak Karin berputar membuat hipotesa-hipotesa kandasnya hubungan tersebut.


"Rame dokt, enak tempatnya lantai 2 menghadap ke jalan."


"Iya Rin enak keliatannya." jawab Marsella mulai mengambil ponselnya


"Rend kamu dimana aku sudah sampai nih. Oh oke oke santae saja Rend dak usah buru-buru!"

__ADS_1


Marsella segera melepas sabuk pengaman dan beranjak keluar dari mobil.


"Ayo Rin! Rendi masih otw katanya."


Marsella memilih duduk di luar di dekat trotoar yang sekarang dipenuhi meja dan kursi yang banyak terisi. Sementara Karin melihat menu makanan.


"Kamu yang pesen saja Rin untuk bertiga ya!"


"Siap dokter!" jawab Karin lantang sambil beranjak menuju antrian.


Marsella yang duduk mengamati portal pintu masuk kereta api karena memang tempat makan tesebut berada persis di samping portal kereta api yang mana banyak berderet ruko-ruko baru. Beberapa orang terlihat masuk melewati portal, beberapa hanya mengantar sampai pintu portal sementara pengantar entah itu keluarga, pacar atau bang ojek Marsella hanya tersenyum mengamati. Sudah sangat lama dirinya tidak lagi naik kereta api. Saat mata masih memandang aktifitas manusia di sekitar portal datang dengan santai sosok manusia yang dia kenal berhenti di samping pintu portal.


Fero kebetulan sedang mengantarkan Friska ke stasiun. Jadwal rutin adiknya pulang pergi ke dan dari kota lain untuk kuliah, mungkin hanya pada saat hp Fero hilang Friska tidak dijemput oleh kakaknya tersebut.

__ADS_1


__ADS_2