
Friska merasa jengkel di kamar kos bernuansa pink. Sedari tadi kakaknya tidak memberikan penjelasan padahal wa maupun panggilan telepon telah terkirim lebih banyak daripada jumlah camilan di depan Friska. Friska masih mengamati poto profil Wa kakaknya dan dia sangat amat yakin bahwa wajah di poto itu adalah wanita yang tadi dia temui dan menghina kakaknya di stasiun.
"Kakakkkkkkkkkkkkkk!!!!!!!!"
Marsella terkejut saat Fero tiba-tiba bergetar seperti kedinginan.
"Kenapa mas? Mas kedinginan?"
"Dak Sell, hanya saja sepertinya ada yang sedang membicarakanku, tapi siapa ya?"
Marsella yang sedari tadi menikmati memeluk Fero dari belakang menjadi agak kecut mendengar perkataan Fero.
"Hayo siapa itu yang mikirin mas?Jangan-jangan selama dak menghubungi Sella mas ketemu wanita lain."
Fero menghentikan motornya pelan pas di depan rumah Marsella, "Mulai lagi, kenapa kamu selalu berpikir yang jelek-jelek. Jika kita bisa berpikir baik tentang seseorang kenapa harus jelek yang kamu dahulukan Sell?"
__ADS_1
Marsella masih duduk di atas motor dan menatap Fero dengan wajah penuh penyesalan. Fero melihat wajah Marsella menjadi mengurungkan niat untuk meneruskan kata-katanya.
Fero memalingkan wajah dari Marsella dan berdiri menatap ke arah pagar dan rumah yang begitu mewah itu.
"Kamu tahu Sell? Hidup kita bagaikan bumi dan langit. Tidak... tidak maksutku aku sangat bersyukur atas kehidupanku, orang tua adik dan semuanya saat ini...."
"Tap... tapi mas....."
Fero tersenyum menatap Marsella, " Carilah laki-laki yang sesuai dengan statusmu itu jauh lebih baik bagi semuanya!"
Fero mendorong pundak Marsella pelan, "Sella meskipun kamu ingin bersamaku, tapi orang tuamu apa juga berpikir demikian?Apa mereka akan rela anaknya bersama tukang ojek sepertiku?"
Marsella merasa kebingungan saat Fero melontarkan pertanyaan tersebut dan tatapan Fero menambah suasana semakin kacau di pikiran Marsella, " Tapi mas Marsella yakin papi dan mami akan setuju mas menjadi pilihanku."
Fero hanya tersenyum menggelengkan kepala mendengar jawaban serta ekspresi Marsella.
__ADS_1
"Sebaiknya kamu masuk!"
"Tapi mas, Sella masih ingin sama mas!"
Fero mengusap halus rambut Marsella, " Besok bisa kita teruskan, selain itu malam ini saranku, kamu sebaiknya merenungkan hubungan seperti ini! Mas pulang dulu ya."
Marsella hanya bisa melepas kepulangan Fero dengan perasaan sedih. Fero melambaikan tangan ke wajah murung yang berdiri tepat di depan pintu pagar rumahnya sebelum akhirnya benar-benar meninggalkan Marsella.
Friska yang sudah tidak mampu dengan perasaan dongkol atas sikap kakaknya mencoba sekali lagi untuk menelepon dan kali ini terdengar jawaban santai Si Abang Ojol, "Iy dik ada apa?"
"Ada apa ada apa gimana sih kak?Emang dak baca Wa Friska?Sekarang jelaskan siapa wanita di profil Wa mu dan kenapa wanita yang sudah merendahkanmu dan menghinaku itu sekarang malah jadi poto profilmu."
"Menghinamu? Maksutmu Marsella menghinamu?"
"Ohhhh jadi Marsella namanya?Kok bisa-bisa nya kakak menyukai wanita seperti itu?Memang tidak ada wanita lain yang lebih baik apa?"
__ADS_1
Fero menghentikan motornya dan mengambil handphone yang terselip di helmnya, "Sebentar kakak tanya Sella sudah menghinamu seperti apa?"