Ojol Vs Dokter Angkuh

Ojol Vs Dokter Angkuh
Makan Bakso


__ADS_3

Satu jam kemudian Fero dan Karin telah jauh dari pantai. Meskipun berjalan pelan tidak banyak komunikasi diantara keduanya. Meski begitu,Karin tetap memeluk Fero erat sepanjang perjalanan dan Fero nampak tidak keberatan dan kali ini ekspresinya lebih santai. Tidak lagi ada gejolak nafsu seperti pertama kali Karin memeluknya.


"Rin makan dulu ya?" tegur Fero santai sambil menoleh ke arah belakang.


"Iya Kak,,hemmm makan bakso saja yukss!" kata Karin begitu manja


Fero sedikit bergidik namun detik kemudian kembali tenang. "Wokedoke trulalala adik cantik."


Mendengar Fero memujinya cantik Karin makin mempererat pelukannya.


"Hemmm bakso Gong." Fero segera berbalik arah saat melintas di warung bakso yang lumayan ramai dan dibangun dengan konsep kekinian tersebut.


Fero dan Karin masuk,sementara Fero memesan Karin mencari tempat duduk.


"Bang bakso campur dua!" kata Fero kepada salah satu karyawan.


Salah satu karyawan tertegun, 'Ini ojol tamfan banget.' "Eh iyaaa tunggu ya!"

__ADS_1


"Hemmmm" sambil berlalu insting Fero sepertinya paham. Dari penampilan memang karyawan yang menjawab itu memiliki dada bidang bahkan kemeja kerja bertulis " Bakso Gong Crew" nampak tidak mampu menahan dada besarnya dan bahkan salah satu kancing atas sengaja dia buka. Tapi itu adalah keberadaan yang paling Fero hindari,tubuhnya laki jiwanya perempuan.


"Kak sini!" Karin melambaikan tangan manja ke arah Fero


Fero menatap ke arah Karin dan diam membatu. Ada dua sosok di samping Karin dan salah satu selalu menggetarkan hatinya meski beberapa kali bertemu dan satu laki laki-laki kekar seperti salah satu karyawan bakso namun yang ini lebih kekar lagi dan lebih flamboyan.


Fero berjalan ke arah meja dan menyapa kedua orang tersebut. Pertama Fero mengulurkan tangan ke arah pria."Fero"


"Rendi" jawab pria kekar


Kemudian Fero mengulurkan tangan ragu ke arah Marsella tapi tetap berusaha tersenyum, "Fero"


Fero dan Marsella sesekali tersenyum di tengah obrolan yang didominasi terutama oleh Karin dan Rendi. Sesekali Fero menjawab demikian juga Marsella.


"Akhirnya bakso yang dipesan tiba!" Karin nampak kegirangan dan menghidupkan suasana di meja itu.


"Bang nambah satu porsi pentol semua ya!" Rendi nampak bersemangat pesan satu lagi untuk dirinya. Mereka bertiga tentu paham dengan badan Rendi begitu kekar tentu selera makannya pasti besar juga.

__ADS_1


'Dua cowok ini aduhhh,satu sangat manissss dan tampan satu cucok dadanya adudu, ya ampunnnn',"Iya" jawab si abang bakso


Rendi dan Fero saling pandang dan seperti menahan tawa.


"Ada apa Rend?" tanya Marsella bingung melihat tingkah Rendi dan Fero


"Hahahaha tanya aja sama bang Fero Sell,nampaknya dia lebih paham" Rendi melirik Fero dengan tatapan seolah mereka kenal lama.


Marsella menatap Fero namun bibirnya seperti susah untuk dibuka dan dia akhirnya menyerah dan segera menyantap bakso.


Fero menatap sepersekian detik ke arah Marsella dan tersenyum rindu sebelum akhirnya ikut larut dalam semangkok bakso.


Meski kepala Marsella nampak menunduk seolah asik dengan mangkok di depannya tapi dia juga merasakan senyuman Fero dan tanpa ada yang menyadari Marsella juga tersenyum bahagia.


"Dokter sama bang Rendi mau ke pantai Kak" Karin tiba-tiba mengoceh dengan mulut menggigit pentol bakso.


"Karin bilang kalian berdua baru dari pantai. Awalnya pengen ngajak Sella makan doang eh sepertinya ide bagus sore-sore ke pantai" Lirik Rendi ramah ke arah Marsella

__ADS_1


Fero tersenyum ke arah Rendi dan Marsella seperti membenarkan pernyataan Karin dan saat mata bertemu mata Fero dan Marsella sama-sama merasa bersalah dan keduanya merasa hanya ingin berdua dan berbicara satu sama lain


__ADS_2