Ojol Vs Dokter Angkuh

Ojol Vs Dokter Angkuh
Cemburu


__ADS_3

Klinik Kecantikan begitu ramai pasien hari ini membuat Marsella tidak memiliki kesempatan untuk kentut sekalipun. Meskipun terkenal dokter kecantikan yang galak pada pasien nyatanya banyak dari mereka tetap memilih perawatan di klinik tersebut. Cara menangani dan keseriusan Marsella terhadap penampilan dan kulit pasien benar-benar menunjukkan kepedulian dan solusi yang dibutuhkan bukan sekedar mengejar profit yang dilakukan kebanyakan dokter lain sehingga main hajar memberikan treatment dan krim.


Marsella lebih ke arah pengobatan, menjadikan mereka cantik dan putih iya,karena trend sekarang cantik\=putih bersih. Namun Marsella lebih menekankan proses yanh lebih panjang agar kesehatan mereka juga terjaga mengingat setiap krim atau obat tentu memiliki efek samping.


"Ibu, kemarin saya udah ngomong kalau make krim malam itu sementara cukup di melasmanya dulu. Ibu ini dibilangin kok bandel ya!!" Marsella menjelaskan dengan mata melotot ke arah ibu-ibu yang kulitnya terlihat memerah karena efek samping obat.


"Egh iya dok"


"Itu krim malam saya kasih dosis tinggi untuk mengejar melasma biar cepat hilang,tapi kalau ibu oles ke bagian yang lain lihat muka ibu jadi merah, secara kulit ibu sudah sensitif karena memakai krim online jadi biarkan satu bulan ini kulit ibu beregenerasi dulu,ibu paham?"


Sambil berlalu dengan wajah kesal Marsella menyuruh Karin untuk menghandle lanjut ibu tersebut dan menuju lantai atas tempat istirahat khusus dirinya. Marsella merebahkan tubuhnya di kasur bersprei putih bersih. Mata dan tubuhnya terasa lelah sehingga makin lama dirinya mulai menutup mata namun bayangan seseorang muncul di benaknya dan Marsella tersenyum manis sebelum benar-benar tertidur.


Jam 4 sore Marsella terbangun, dengan langkah gontai menuju kamar mandi dan membersihkan diri.


"Emma lu sampai malam hari ini?Karin sudah pulang?"

__ADS_1


"Itu di depan dok, mau order ojol katanya."


"Tumben amat,pacarnya dak jemput kah hari ini?"


Emma hanya meringis menunjukan giginya, Marsella menangkap Emma tau alasannya Karin tidak dijemput pacar tapi enggan bercerita ke dirinya dan Marsella pun berpaling dari Emma keluar menuju mobil imut kesayangan.


"Rin mau bareng?"


Karin yang sedari tadi menunggu ojol menoleh ke arah sumber suara,"Dak usah dok udah terlanjur pesan ojol, kasihan abangnya kalau saya cancel."


"Loh mas!??Ternyata mas kebetulan sekali."


Karin terkejut melihat ojol yang akan mengantar.


'hemm.. Fero..'

__ADS_1


"Fero namaku mbak"


Bersamaan Fero menyebut nama Marsella yang berada di dalam mobil ternyata sedang membuka aplikasi online dan membaca nama driver yang dia bintang satu karena dulu dia tidak peduli.


Sedang asik-asiknya mengagumi nama dan wajah pemilik nama itu, Marsella menoleh keluar jendela mobil. Didapatinya Fero sedang melepas helmnya berdiri di samping Karin dan memberikan helm kepada Karin.


Karin dan Fero yang teringat kejadian kemarin terlihat saling tersenyum dan bahkan terlihat tertawa membahas hal lain yang kurang jelas didengar Marsella.


Karin terpaksa duduk menyamping karena pakaian kerjanya menggunakan rok pendek. Terlihat dari jauh tangan kanan Karin memegang pinggang Fero. Karin bukannya sengaja tapi kebiasaannya ketika diantar jemput oleh pacarnya ketika duduk menyamping selalu memegang pinggang.


Fero yang awalnya terkejut hanya diam menikmati sentuhan tangan Karin dan tidak berkata apa-apa, sementara Karin meskipun merasa malu tapi tidak melepas tangannya karena bagi Karin memang susah duduk menyamping tanpa memegang, selain itu dirasa Karin Fero termasuk layak untuk dia pegang.


Saat motor matic itu berjalan menjauh ada perasaan panas di dada wanita di dalam mobil. Marsella sedari tadi diam mengamati merasa hatinya terbakar oleh sesuatu yang dia sendiri tak mengerti.


"Apa aku cemburu sama Karin dan ...."

__ADS_1


'Fero'


__ADS_2