Ojol Vs Dokter Angkuh

Ojol Vs Dokter Angkuh
Mengalah


__ADS_3

Fero melepaskan pegangan tangan Marsella. Kini dirinya berdiri tanpa memandang wajah wanita yang masib duduk berlinang air mata. Tanpa kata Fero segera pergi meninggalkan Marsella yang masih dudum dengan perasaan campur aduk. Fero melaju dengan pelan bersama motor kesayangan. Sesekali dilihat kaca spion mengamati belakang dan kemudia Fero berhenti dan menghela nafas yang begitu panjang.


"Hadechhhh...."


Fero memutar balik motornya dan berhenti di di depan wanita yang masih duduk termenung dan sekarang memandangnya. Fero melihat sekitar mencari mobil Marsella yang tidak dilihatnya.


"Kamu dak pulang?Mobilmu?"


Marsella hanya menggelengkan kepalanya.


'Tadi waktu di stasiun wajahnya judes dan kejam. Sekarang kayak anak kecil? Kok ada manusia kayak begini???'


"Sudah malam, mas antar pulang kalau mau?"


Wajah itu berubah begitu cepat dari ekspresi sedih sekarang tersenyum bahagia. Badan yang tadi terlihat lesu kini mampu bergerak cepat bak hantu.

__ADS_1


Fero hanya bisa melongo melihat perubahan ekstrim wanita yang kini telah berdiri di sampingnya seolah tak merasa bersalah sedikit pun. Marsella menggeleng manja saat Fero memberikannya helm yang salah.


"Sella cuma mau pake helm mas. Besok Sella beliin helm buat mas ya? Ini buat Sella."


Fero bingung harus menjawab apa. Padahal kalau orang lain dihina seperti tadi saat di stasium boro-boro mau mengantarkan, memaafkan pun belum tentu. Selain itu, habis menghina seperti itu masih dengan santainya semaunya begini.


'Arrrgghhhhh'


Rasanya kepala Fero mau meledak merasakan sikap Marsella yang menurutnya sangat aneh. Tapi kenapa Fero merasa bisa memaafkannya, dirinya juga berpikir dirinya sekarang tertular virus aneh Marsella.


"Mas Sella belum makan. Sella lapar."


Fero yang beberapa hari tidak fokus bekerja, kehilangan hp dan hari ini sama sekali tidak ada pemasukan. Seingatnya uang di dompetnya hanya ada 50 ribu dan tadi habis di warung 10 ribu artinya sekarang tinggal 40 ribu.


'Ini orang bisa-bisanya lapar di kondisi begini? Arrgggghhh...!!!"

__ADS_1


"Makan nasi goreng mau?"


'Nasi goreng dua porsi 20 ribu, teh hangat dua gelas 6 ribu, total 26 ribu masih sisa 14 buat beli bensin besok. Nasib-nasib..'


Marsella merasa kegirangan mendengar perkataan Fero, " Di nasgor Pak Gombloh saja mas! Enak lo itu nasgor kesukaan Sella."


'Waatttttt!!!! seporsi 15 ribu di situ bambangggggg!!! Ini cewek bisa ngerti kagak kondisi ku?Hiks'


"Kalau ke nasgor Pak Gombloh rame biasanya trus arahnya berlawanan sama rumah kamu Sell. Beli di langganan mas saja sekalian Sella bisa tahu tempat lain selain di nasgor Pak Gombloh."


Sella terlihat manyun bibirnya namun masih dengan ekspresi riang, "Oke deh Sella mau."


'Kalau kagak mau bodo amat, pusing kepalaku mikir ni cewek. Tapi kenapa kok aku tetep mau nuruti permintaannya?Aneh?Jangan-jangan aku kena guna-guna nih?'


Dengan perasaan pasrah Fero melaju motornya. Marsella seperti anak kecil memeluk dengan penuh perasaan cinta dan sayang pada laki-laki di depannya. Meski pun dirinya telah melakukan kesalahan yang dia sadari berat, nyatanya pria di depannya tidak memarahinya sedikit pun. Marsella merasakan Fero memberikan kehangatan sosok pria yang didambakannya ,sabar dan penuh pengertian.

__ADS_1


__ADS_2