Ojol Vs Dokter Angkuh

Ojol Vs Dokter Angkuh
Ungkapan sayang


__ADS_3

Marsella bergegas bangkit dari posisinya. Mendengar ucapan maaf dari Fero sedikit membuatnya merasakan semangat meskipun kata maaf itu untuk apa dan apa ke lanjutan nya tapi Marsella seolah tak peduli.


"Mas aku pengen ketemu mas sekarang. 30 Menit aku sampai di klinik. Aku menunggumu."


Marsella bergegas membersihkan diri dan merias diri secepat mungkin. Sementara Fero hanya linglung saat mendengar ucapan terakhir Marsella bahkan belum sempat dia menjawab Marsella sudah menutup telponnya.


Langkah Marsella begitu terkesan terburu-buru.


"Sayang mau kemana?Ayo makan dulu!"


Marsella menoleh ke sumber suara tersebut yang berdiri di belakangnya. Tanpa menjawab Marsella mendekati ibunya dengan wajah tersenyum namun matanya masih membekas kesan menangis dan mencium pipi ibunya.


"Aku makan di luar saja Mom."


"Apa kamu yakin dengan pilihan mu?"


Marsella menengok ibunya saat dirinya sudah sampai di depan pintu. Dirinya hanya menggangguk bahagia menjawab pertanyaan itu. Dokter Laksmi hanya bisa tersenyum melihat wajah bahagia anaknya namun pikirannya juga bingung sementara mengingat bagaimana respon suaminya.

__ADS_1


Fero duduk termenung di atas motornya. Klinik di depannya telah gelap gulita. Udara malam menjerit karena dinginnya. Sesekali di tengoknya pengendara yang lalu lalang. Melintas sepasang bocah dengan santai berboncengan naik motor matik keluaran negara matahari terbit.


' Hemm!ancirr ini bocah masih smp sudah pacaran. Sementara saya sudah umur segini... Hadechhh!Nasib-nasib.'


Sesaat kemudian pandangan Fero silau karena lampu mobil Mini Cooper yang menuju ke arahnya.


Fero berdiri di samping motornya. Beberapa saat muncul wanita manis memakai kaos bercelana jeans. Fero melihat wajah wanita di depannya tersenyum bahagia. Dan Fero juga melihat bekas tangisan di wajah yang sekarang mendekatinya.


Melihat bekas air mata pada wanita yang ada di hatinya secara refleks tangan kanan Fero membelai wajah Marsella.


Marsella segera menggenggam tangan kiri Fero dengan kedua tangannya dan tersenyum manja ke arah Fero.


"Mas!Aku lapar trakter aku makan ya?Naik motor mas."


Melihat tingkah centil Marsella membuat Fero salah tingkah. Tidak disangka wajah yang dulu terkesan ketus sungguh manis saat bertingkah demikian.


"Mobil kamu?"

__ADS_1


"Biar di sini aman kok.Lagipula andai hilang tak masalah lebih baik kehilangan mobil daripada kehilangan orang yang kusayang."


Fero diam memandang wajah manja orang yang belum terlalu lama dikenal nya. Seolah tidak percaya dengan apa yang didengar Fero masih menatap wajah itu. Tanpa mengucap kata Fero mengusap rambut Marsella sambil memberikannya helm.


Marsella segera duduk menyilangkan kakinya. Fero dibuat terkejut saat Marsella dengan manja memeluknya dari belakang. Marsella begitu bahagia seolah Fero telah menjadi miliknya. Fero merasa Sella lebih berani dibandingkan Karin. Padahal kesan Fero terhadap dirinya adalah wanita yang


penuh dengan ketegasan dan prinsip hanya saja pikiran itu dibuang Fero karena rasa nyaman saat Marsella memeluknya berbeda saat Karin yang melakukannya.


"Mas kenapa?"Apa Sella dak boleh meluk mas begini?"


"Eh!bukan begitu ini kan dingin kamu pakai jaket ku ya?"


Marsella makin merapatkan pelukannya.


"Mas pakai saja soalnya mas di depan. Lagipula aku sudah merasa hangat."


Fero merasakan seluruh jiwanya meronta. Nafsu dan sayang melintas menjadi satu. Pelukan Marsella begitu mendobrak prinsip kuno nya. Entah karena perasaan, Marsella adalah apa yang dia cari sehingga desakan dada Marsella di punggung Fero, membuat hormon testosteron menjalar menguasai otaknya.

__ADS_1


__ADS_2