Ojol Vs Dokter Angkuh

Ojol Vs Dokter Angkuh
Macan Betina 2


__ADS_3

Fero segera memakai helm dan ditahan rasa sesak di dadanya, matanya mulai hangat namun tidak tampak air mata keluar. Marsella yang semakin menjadi melihat tingkah Fero dan semakin menjadi saat Fero justru berlalu meninggalkannya tanpa sepatah katapun dia ucapkan. Yang Marsella ingat hanya senyum Fero yang membuat dirinya semakin muak padanya.


Karin berjalan pelan mendekati dokter yang sebenarnya mulai dikerumuni orang untuk menenangkan hal tersebut, namun belum sempat orang-orang tersebut melerai Fero yang tiba-tiba pergi membuyarkan niat mereka.


Fero sekarang melaju pelan bersama sepeda motornya. Hatinya tadi sakit bener-bener sakit tapi di atas motornya kini perasaan sakit itu hilang seperti sebuah botol yang kosong. Mungkin karena rasa sakit yang amat sakit hatinya menjadi tidak merasakan apa-apa selain hampa.


Friska segera berlari kecil melihat kakanya telah pergi berharap bisa meminta penjelasan wanita itu di depan kakaknya. Kini Friska segera menghampiri Marsella yang berjalan kembali bersama Karin menuju lokasi Ayam Geprek Bencu. Friska menarik agak kasar pundak Marsella yang lebih tinggi darinya. Friska mungkin memiliki tinggi hampir sama dengan Karin.


"Apa-apaan ini!!??"

__ADS_1


Marsella dan Karin bisa melihat dari dekat betapa cantiknya wanita yang sekarang mukanya sangat bening seperti anak bayi ini sedikit berwarna merah karena marah. Bahkan Marsella yang tengah dilanda amarahpun merasakan perasaan minder saat melihat wajah Friska. Ada sedikit pembenaran jika Fero lebih memilih wanita di depannya karena memang sangat cantik dan dia memaklumi itu. Namun....


"Oh jadi ini sekarang setelah Anjing pergi pacarnya tidak terima?" Ambil saja itu bekasku jadi kalau kamu suka sampah ambil saja!"


Beberapa orang yang sudah mulai membuyarkan diri kini mulai disuguhi kembali seolah sedang melihat pertunjukkan babak kedua. Beberapa penarik becak yang bisa melihat salah paham si Marsella hanya mengamati bagaimana akhir cerita konyol ini sambil menguap karena mereka tau hubungan Fero dan Friska.


"Coba kau ulangi lagi perkataanmu?"


"Dokter banyak orang sebaiknya jangan bertengkar di sini!"

__ADS_1


"Diam kamu Rin!"


"Oh jadi kamu dokter? Tapi mulut dan otakmu tidak menunjukkan kamu punya pendidikan."


Marsella semakin melotot ke arah Friska, "Trus apa urusannya denganmu *******!"


Friska mengkerutkan dahinya tanda bingung akan ucapan-ucapan Marsella, " Tadi kau sebut kakakku anjing, sampah dan kata kotor lainnya sekarang kau sebut aku *******? Sebenarnya itu kamu siapa? Dan apa salah kakakku?"


Friska bersiap meledak sebelum petugas portal yang tidak tahan melihat drama ini melerainya dan memberitahunya kalau keretanya segera berangkat. Friska yang menimbang dan berusaha berpikir jernih berlalu meminggalkan Marsella yang sekarang diam membisu dengan pikiran yang penuh pertanyaan.

__ADS_1


Seketika tubuh yang tadi panas membara sekarang tiba-tiba menjadi dingin seperti tak bernyawa. Rasanya seluruh kakinya seperti tidak mampu menopang tubuhnya. Karin berusaha mengajak bos nya kembali duduk di kursi yang hanya berjarak beberapa meter dari posisi mereka berdiri. Sementara bapak-bapak penarik becak kembai menguap tanda sudah mengira akhir sinetron yang di tontonnya.


Marsella duduk dalam dilema begitu pula Karin tak tau harus berbuat apa dan tempat makan itu kembali ke aktifitas semula seolah tadi tidak terjadi apa-apa. Marsella si Macan betina itu kini sekarang menjadi kucing persia


__ADS_2