Ojol Vs Dokter Angkuh

Ojol Vs Dokter Angkuh
Rasa sakit Marsella


__ADS_3

Dalam ruang berwarna putih bersih dengan beberapa ornamen simple namun berkelas, sesosok wanita yang selama ini selalu tegar nampak begitu merasa nyeri di dadanya. Bahkan saat dulu dia mengetahui Yansen berselingkuh dan meniduri wanita lain tidak sesakit ini. Tatapannya kosong menatap layar monitor CCTV melihat Karin berboncengan dengan Fero.


Dari CCTV nampak Karin berdandan begitu seksi mungkin harus dia akui andai dirinya bukan anak dokter dan kaya mungkin Karin jauh lebih menarik di mata laki-laki daripada dirinya.


Wanita itu tersenyum getir dan tertawa seorang diri, "Bahkan di usiaku yang tidak muda ini tak pernah ada pria yang serius dan setia mencintaiku. Dan juga si ojol itu...."


"Tidak!dia dak salah, tapi perasaan ini kepadanya?Apa Karin dan dia pacaran?Atau?"


" Emma kamu masuk ke ruanganku sebentar!" perintah Marsella lewat telpon.


Kemudian Emma yang terlihat kebingungan sudah berdiri di hadapan Marsella.


"Duduk kamu!" Perintah Marsella dengan nada yang menimbulkan tanda tanya bagi Emma.

__ADS_1


"Iya dok,ada apa ya dok?"Tanya Emma yang sekali lagi merasa kebingungan apakah dia melakukan kesalahan atau yang lebih parah dia akan dipecat karena nampak wajah bosnya menunjukkan ekspresi yang tidak bersahabat.


"Em,kamu kan deket sama Karin?"


"Eh,iya dok???" Jantung Emma terasa plong walaupun masih bingung yang jelas dia tidak dalam masalah.


"Hubungan Karin sama pacaranya yang dulu biasanya jemput putus atau bagaimana?Kulihat Karin sekarang dijemput sama si ojol itu terus?" Marsella menatap Emma dengan tatapan serius


Emma menghela nafasnya karena orang di depannya tentu membutuhkan jawaban jujur atau jangan gara-gara jawabannya tidak memberikan kepuasan justru nasib pekerjaan dipertaruhkan, "Setahuku dokter berdasarkan apa yang Karin bilang hubungannya dengan Johni sekarang renggang tapi tidak putus. Johni memutuskan bekerja di pelayaran dan Karin kurang setuju. Dan sekarang posisi Johni berlayar ke Eropa saya lupa dan kurang paham soal perusahaan atau tentang kapal jadi intinya Johni berlayar mungkin dalam setahun baru balik"


"Ya, kalau sama si abang Fero yang ojol itu Karin sementara pakai jasa antar jemput kan dokter tau Karin dak bisa motoran kayak dokter hehehehe"


"Jangan cengegesan kamu Emm"

__ADS_1


"Ah iya dok maaf,ya itu sejauh yang saya tau tentang Karin,pacarnya dan abang ojek"


"Jadi Karin sama si abang ojek itu dak pacaran ya?" Marsella nampak asik dan bertanya pada dirinya sendiri.


"Kurang tau dokter,cuma beberapa hari Karin cerita ke saya dan memuji si abang Fero trus. Menurutku Karin mungkin mulai tumbuh rasa ke si abang. Entah ini pelarian kekesalannya atas sikap Johni atau tulus menemukan cinta baru, saya juga kurang paham."


Mendengar pernyataan Emma yang terakhir membuat dahi Marsella berkerut. "Yaudah Em kamu kembali ke receptionist. Aku mau beres-beres dulu mau pulang. Kalau ada pasien yang butuh konsul kamu telpon saja!"


"Baik dok!"


Setelah Emma pergi Marsella seperti kehilangan gairah. Rasa kosong dan kesepian tiba-tiba menghampirinya dan saat figur laki-laki tampan berjaket atribut ojol melintas dipikirannya tiba-tiba matanya menjadi berkaca-kaca. Tak terasa salah satu pipinya menjadi hangat,ada air mata yang lewat dengan lembut.


Dulu saat Yansen menghianatinya memang dia menangis tapi tangisannya lebih ke arah kemarahan. Tapi kali ini dia merasa rindu pada seseorang yang bahkan belum dia miliki.

__ADS_1


"Fero,aku....." Suara lirih Marsella menambah rasa sesak di dadanya. Ruangan ber-AC itu justru terasa hangat.


__ADS_2