Ojol Vs Dokter Angkuh

Ojol Vs Dokter Angkuh
Makan Bersama


__ADS_3

Dokter Kusbandono duduk diam dengan ekspresi suram. Nampak di sebelahnya dokter Laksmi yang merasakan tekanan begitu berat.


"Kenapa anakmu itu tidak meneruskan. hubungannya dengan Yansen?Malah sekarang menjalin hubungan sama Tukang Ojek."


Dokter Laksmi hanya duduk tegak memandang suaminya.


"Dari jam berapa anakmu keluar?"


"Sekitar jam 9 Pi."


"Hemmm!! Coba kamu telpon sekali lagi!"


Dokter Laksmi segera menuruti perintah suaminya.


"Tidak aktif hpnya."


Dokter Kusbandono bisa melihat ekspresi ketakutan di wajah istrinya. Amarah akibat tingkah putrinya seakan surut mengingat betapa setia istri dan begitu menghargai dirinya. Selain itu sedari tadi di dalam kamar dirinya juga banyak merenung terutama soal usia dan lain sebagainya.


"Aldi bagaimana kuliah nya?Besok kita jenguk sekalian refreshing."

__ADS_1


Mendengar kata-kata suaminya yang bernada tidak biasa dikala ada masalah membuat dokter Laksmi sedikit heran dan segera mengikuti langkah suaminya yang sekarang sedang berjalan kembali menuju kamar.


Marsella sudah menghabiskan 2 mangkok soto babat. Rasa bahagia membuat nafsu makannya bertambah besar. Sementara Fero masih sibuk dengan satu mangkok soto babat nya. Marsella mencubit pinggang Fero takkala dirinya tersenyum melihat nafsu makan Marsella.


"Ihh Mas!Aku jadi malu tau?Ini gara-gara mas nafsu makanku jadi besar."


"Kok gara-gara aku?"


Marsella menggeser duduknya mendekati Fero, " Soalnya kamu sudah membuatku bahagia."


Fero tersedak kuah soto saat terpana melihat wajah manja Marsella. Untungnya warung soto tersebut lagi sepi hanya mereka berdua yang sedang makan sementara penjualnya sedang duduk di dekat pintu toko beralaskan tikar.


"Mas kelahiran tahun berapa sih?"


"Berarti tua aku setahun dong?"


Fero kembali tersedak kali ini tersedak teh hangat yang hendak diminumnya, "Kamu kelahiran 89?"


Marsella menggangguk menatap wajah tampan di depannya, "Meski begitu aku tetap akan memanggil Mas."

__ADS_1


Marsella berkedip manja ke arah Fero, "Mas apa tidak malu jalan dengan wanita yang lebih tua?"


Fero tertawa cekikikan mendengar perkataan Marsella.


Kembali Marsella mencubit pinggang Fero, "Kok malah ketawa sih?"


"Hahahaha,Bukan bukan begitu. Pertama usia


kita hanya selisah setahun. Kedua meski secara usia tua kamu dengan sikap semaumu sendiri begini sulit membedakan siapa yang lebih tua."


Marsella memasang wajah cemberut, "Jadi mas tidak suka sikap ku begini?Apa mas sudah memiliki orang lain?Atau mas hanya menganggapku teman,penumpang..."


Fero mencubit pipi Marsella, "Dasar bawel. Jika aku sudah memiliki seseorang tidak akan pernah aku mengkhianatinya. Selain itu,apabila aku hanya menganggapmu sebagai penumpang,teman tidak akan pernah aku menyentuh rambutmu,pipi mu atau bertindak kurang ajar. Entah mengapa hanya wajah orang bawel ini yang selalu di sini."


Marsella menatap Fero penuh makna saat Fero menunjuk bahwa dirinya ada dalam hatinya.


"Gombal!Laki-laki kebanyakan sama. Bilang tulus ternyata bulus,bilang setia ternyata mendua."


Fero nampak tidak senang mendengar ucapan Marsella, " Aku tidak pernah berpacaran. Dulu aku jalan dengan seseorang itupun kulalui tidak seperti anak jaman sekarang tidak pernah kulakukan hal melanggar norma selain berpegangan tangan itupun hanya sekali. Dan orangtuanya tidak merestui karena kondisi ekonomiku. Jika kamu menyamakan diriku dengan laki-laki lain maaf." Marsella merasa telah menyinggung perasaan Fero dan sekarang dirinya dalam posisi kebingungan untuk menjawab.

__ADS_1


"Selain itu! Hemmm!Apa yang aku bilang tadi hanya dirimu di hatiku itu benar. Mungkin baru kali ini aku bisa merasakan artinya disukai seseorang dan aku pun juga merasakan hal yang sama untuknya." Fero menunduk saat tangan Marsella menggenggamnya.


"Cuma sepertinya sudah cukup berlebihan bagiku merasakan disukai orang sepertimu. Hanya saja sebaiknya kamu mencari laki-laki yang sesuai dengan statusmu."


__ADS_2