Om Puas Aku Lemas

Om Puas Aku Lemas
Om Puas Aku Lemas


__ADS_3

Om Bobby tersenyum mendengar ucapan nakal Ariel. "Nakal ya!"


Om Bobby memeluk pinggang Ariel, memangkas jarak yang ada di antara mereka. Dengan lembut Om Bobby mencium bibir Ariel memberikan gigitan kecil yang mampu mengirimkan aliran listrik ke seluruh tubuh Ariel.


Om Bobby memang memiliki pesona yang tak kuasa ditahan siapapun, tak terkecuali Ariel. Tangan Ariel bergerak menyentuh tubuh kekar lelaki yang usianya terpaut lumayan jauh darinya.


Bulu-bulu halus yang tumbuh seakan menunjuk sebuah tempat berisi harta karun yang selama ini tertidur pulas. Ya, harta karun tersebut adalah Joni, si perkasa yang berukuran besar, yang selama ini selalu malu-malu untuk menunjukkan keperkasaannya.


Ariel merasakan sesuatu di tempat yang ia duduki. Pasti Joni yang tadi bereaksi kini sudah tak sabar ingin keluar dari sarangnya. Ariel menahan diri, ia ingin lebih lama lagi merasakan lembut dan lihainya Om Bobby dalam menciumnya.


Dalam hati Ariel berdoa, semoga malam ini ia akan memiliki Om Bobby seutuhnya. Semoga ia bisa membangunkan Joni dan membuatnya sembuh lagi. Ia akan melakukan apapun agar Joni terpuaskan, meski harus membuatnya kelelahan sekalipun.


Om Bobby melepaskan bibir Ariel yang seakan tak rela melepasnya. Rasa tak rela itu hilang saat Om Bobby mulai menelusuri lehernya, membuat Ariel mengeluarkan suara tertahan yang membuat Om Bobby tersenyum senang.


Om Bobby tahu Ariel menyukai apa yang ia lakukan. Dengan lembut, Om Bobby mulai menyentuh kulit lembut Ariel. Menurunkan tali baju tidurnya tipisnya dan merengkuh aset milik Ariel yang besar, kencang dan menggoda.


Suara Ariel kembali terdengar saat Om Bobby menyentuh aset miliknya. Memberi sentuhan lembut yang membuat Ariel menjambak rambutnya karena menahan gairah yang terbakar. "Wow, jadi Ariel akan makin liar kalau aku membuatnya terbakar gairah. Seru. Aku tak sabar rasanya," batin Om Bobby.


Dengan jari telunjuknya, Om Bobby menyentuh puncuk aset milik Ariel membuat Ariel kembali menjambak rambutnya dan tiba-tiba menarik wajahnya. Ariel mencium Om Bobby dengan penuh gairah. Om Bobby makin suka dengan cara Ariel mengekspresikan keinginan tubuhnya. Ia pun membalas ciuman Ariel sambil terus menyentuh aset miliknya.


Ariel mulai bergerak tak nyaman dan menginginkan lebih. Ia lupa kalau ia yang harus memancin Joni agar sembuh, malah dirinya yang terbakar gairah dan ingin dipuaskan. "Om, mau," kata Ariel dengan suara tertahan.


Om Bobby tersenyum, ia melepaskan ciuman mereka dan menikmati aset Ariel. Besar, kencang dan menggoda. Om Bobby merasakan Joni yang mulai terasa sesak di dalam celananya. Joni ingin beraksi.


Dengan mudahnya Om Bobby mengubah posisi mereka. Ariel yang semula ada di pangkuannya kini sudah berada di bawah kungkungannya. "Aku akan mencobanya, kamu siap?"


Ariel mengangguk dengan wajah memerah. Ia juga tak tahan mau merasakan Joni. Om Bobby pun mengeluarkan Joni yang bereaksi. Ia tersenyum melihat aset miliknya kembali perkasa seperti dulu, rasanya sudah lama sekali ia tak melihatnya seperti ini.

__ADS_1


Om Bobby pun mengarahkannya ke Ariel yang juga sudah tak sabaran. Mata Ariel menatap Joni dengan tatapan orang kelaparan saat melihat makanan lezat. "Wow, Joni. Come to me," kata Ariel dengan senyum tak sabaran.


"As you wish." Om Bobby pun melakukan penyatuan yang sudah lama tak pernah ia lakukan.


Mata Ariel terbelalak saat merasaka Joni di dalam tubuhnya. Memang benar, punya bule memang beda, sangat besar dan seakan menutupi seluruh milik Ariel. Suara penuh kenikmatan Ariel pun bersatu bersama suara milik Om Bobby.


Ariel sampai mencengkram bantal menahan rasa yang ia rasakan kini. Sambil tersenyum Om Bobby mencium Ariel. Keduanya pun bergerak bersama menikmati hasrat liar yang selama ini terpendam.


Satu menit


Dua menit


Sayang, di menit ke tiga Joni kembali lemas.


"Yaaaahhh!" kata Om Bobby dan Ariel kompak.


"Padahal lagi enak-enaknya," gerutu Om Bobby.


"Tak apa. Ini juga sudah enak. Nanti kita coba lagi ya, Om Sayang!" kata Ariel membesarkan hati Om Bobby.


Om Bobby masih belum menjauh dari tubuh Ariel. Ia menatap Ariel dan melihat ketulusan dalam ucapannya. Meski kecewa tak melanjutkan permainan sampai akhir, namun Ariel lebih memilih menghiburnya dibanding mementingkan dirinya sendiri.


Om Bobby mengecup kening Ariel dan berbisik pelan. "Aku akan memuaskanmu dengan cara yang lain."


Om Bobby pun menunaikan perkataannya. Tak lama Ariel mulai mengeluarkan suara puasnya.


"Jika kamu saja tak egois dan lebih mementingkan kepuasanku, maka aku akan memberikan kamu kepuasan dengan cara lain. Aku juga tak mau menjadi suami yang egois." Om Bobby mengecup kening Ariel yang tertidur pulas lalu menariknya dalam pelukannya. "Kita lanjutkan lagi nanti subuh. Galang, maafkan Om ya. Malam ini Mama kamu milik Om. Jangan ganggu kami dulu ya nanti Om belikan mainan," batin Om Bobby.

__ADS_1


Om Bobby tertidur pulas sambil memeluk tubuh polos Ariel. Tak ia biarkan Ariel pergi. Mimpi buruk itu pun tak lagi datang, semua karena Ariel berhasil mengusirnya pergi.


Ariel terbangun dan mendapati Om Bobby memeluknya dengan erat. Ia tersenyum mengingat bagaimana Om Bobby memuaskannya tadi malam. Tubuhnya memberi sinyal dan menginginkan lagi sentuhan Om Bobby.


Mereka masih tanpa busana. Ariel berharap pagi ini Joni akan kuat dan bisa ia puaskan. Ia tak mau egois. Ia mau memberikan kepuasan yang sama pada Om Bobby, lelaki baik yang sudah mengeluarkannya dari masa-masa kelam.


Di saat mata Om Bobby terpejam, Ariel menggoda Joni. Mata Om Bobby terbuka saat melihat Ariel sedang melakukan sesuatu pada Joni.


Bangun tidur mendapat service terbaik membuat senyum puas terukir di wajah Om Bobby. "Yeah, bagus Sayang. Good job!" puji Om Bobby.


"Kamu memang pawangnya Joni," kata Om Bobby.


"Om percaya padaku bukan?" tanya Ariel yang kini sudah duduk di atas tubuh Om Bobby.


Om Bobby menganggukkan kepalanya sambil tersenyum. "Keluarkan semua kemampuanmu, Sayang!"


"Siap, Tuanku."


Ariel mengeluarkan semua kemampuannya. Pengalamannya sebagai sugar baby ia keluarkan, tak ia biarkan Joni loyo lagi.


Berkat kemampuan Ariel, Joni kini kuat. Ariel bergerak memuaskan hasrat Om Bobby yang sudah lama ingin dipuaskan. Benar perkataan Ariel, goyangan Ariel memang hebat. Om Bobby menyukainya.


Tak mau permainan sepenuhnya dipegang Ariel, Om Bobby membalikkan tubuh Ariel menjadi di bawahnya. Ia yang memegang kendali sekarang, membuat Ariel merasakan kenikmatan melebihi kenikmatan semalam.


Ternyata benar, Om Bobby seakan baru terbangun dari tidur pulasnya. Setengah jam sudah berlalu dan Om Bobby masih bertenaga. Joni pun tak ada lemahnya, kuat menjulang tinggi.


Akhirnya Joni lemas setelah memberikan Ariel kenikmatan tiada tara. Om Bobby terkulai lemas di samping tubuh Ariel dengan senyum puas di wajahnya. "Finally, Joni is back. Thanks, Sayang."

__ADS_1


"Om puas, aku lemas. Congrats ya Om. Joni, kamu hebat!"


****


__ADS_2