Om Puas Aku Lemas

Om Puas Aku Lemas
Tanggung Jawab Membangunkan Joni


__ADS_3

"Sst! Galang jangan berisik ya, nanti Mama bangun," bujuk Om Bobby seraya menaruh Galang di atas kursi makannya.


"Alang mau Mama," rengek Galang yang terbangun sambil menangis karena tak menemukan keberadaan Ariel di sampingnya. Ariel yang biasanya menemani Galang tidur kini sedang tertidur pulas di kamar Om Bobby. Ia kecapekan karena melayani hasrat Om Bobby yang tak ada capeknya. Entah sudah berapa kalori terbakar akibat pergulatan di pagi hari tersebut.


"Mama lagi bobo. Galang sama Om saja ya. Galang mau apa? Mau susu?" tawar Om Bobby.


"Mau!" Ditawari susu, sejenak Galang lupa akan Mamanya.


Om Bobby pun membuatkan susu untuk Galang. Ia sering memperhatikan Ariel membuatnya jadi tahu berapa takaran susu untuk anak lucu tersebut. Sambil membuat susu, Om Bobby memanggang roti untuk sarapan. Om Bobby kasihan dengan Ariel yang kelelahan karena melayaninya dua kali sejak semalam.


Sambil menemani Galang minum susu dan makan roti, Om Bobby tersenyum mengingat keberhasilan Ariel membuat Joni terbangun. Ada rasa lega setelah lama tertidur pulas, kini Joni kembali bertenaga. Memang benar yang Ariel katakan, goyangannya membuat Om Bobby jadi ketagihan.


Susu habis, Galang kembali menangis. Ia kangen Mamanya. "Loh, kok nangis lagi sih?"


"Mama ... Mama!" rengek Galang sambil mengulurkan kedua tangannya minta digendong dan bertemu Mamanya.


Om Bobby menghela nafas sambil memanyunkan bibirnya. "Padahal Mama mau Om ajak bergoyang lagi. Yaudah, ayo ke Mama!"


Om Bobby menggendong Galang dan mengajaknya ke dalam kamar. Nampak Ariel masih tertidur pulas tanpa sehelai benang pun yang menutupi tubuhnya. Om Bobby sudah menutupinya dengan selimut sebelumnya lalu membangunkan Ariel dengan lembut.


"Mama, bangun dong!" Om Bobby mengajari Galang untuk membangunkan Ariel.


"Mama, banun dong!" Galang mengikuti apa yang Om Bobby ajarkan.


Perlahan Ariel membuka matanya. Nampak lingkaran hitam di bawah matanya karena kurang tidur dan agak kelelahan. "Galang sudah bangun? Memangnya jam berapa?"


Ariel duduk cepat dan langsung menutupi tubuhnya karena selimutnya melorot. Om Bobby membuang pandangannya karena takut menggoda imannya. Joni baru sembuh, pasti hasrat liarnya menggebu-gebu melihat sang pawang yang terlihat menggoda saat bangun tidur.


"Ya ampun, sudah jam 9? Aduh, maaf ya, Om, aku ketiduran," kata Ariel dengan panik.


"Tak apa. Galang sudah minum susu kok. Dia kangen sama kamu dan nangis panggil kamu terus makanya aku bawa ke kamar," kata Om Bobby menenangkan Ariel.

__ADS_1


"Galang kangen Mama?" Ariel membuka kedua tangannya dan membiarkan Galang memeluknya sambil menangis. "Mama tidak kemana-mana kok. Semalam Om nangis jadi Mama temenin."


Om Bobby menatap Ariel dengan tatapan penuh tanda tanya. "Aku? Kapan aku nangis?" tanya Om Bobby sambil menunjuk dirinya sendiri.


Ariel tersenyum melihat wajah bingung Om Bobby. "Aku sedang menenangkan Galang, Om. Agar Galang mengerti kalau Mamanya tidak tidur dengannya berarti Om lagi nangis di kamar sendirian. Galang kasihan tidak dengan Om yang sedih?"


Galang menganggukkan kepalanya. Ariel langsung memberinya pujian. "Pintar. Galang sudah mandi belum? Mau mandi bareng sama Mama?"


"Mau!" jawab Galang dan Om Bobby kompak.


Ariel tertawa melihat ulah Om Bobby yang manja. "Kali ini, aku mandi bareng Galang dulu ya, Om. Nanti kita mandi barengnya," bisik Ariel pelan.


"Ayo, Galang duluan ya, Mama menyusul!" Galang turun dari tempat tidur dan pergi ke kamarnya. Ariel memakai pakaiannya diawasi tatapan mata Om Bobby.


"Kenapa, Om?" tanya Ariel.


"Kenapa mandi barengnya sama Galang sih? Seharusnya sama aku tau," kata Om Bobby sambil memanyunkan bibirnya.


"Ih manja banget ya bayi gede aku." Ariel mendekati Om Bobby dan mencium pipinya. "Jangan ngambek ya, nanti malam aku akan menggoyang Joni lagi, oke?"


Ariel menyentuh Joni yang benar saja sudah bereaksi. "Sabar ya, Joni Sayang. Aku harus urus Galang dulu. Nanti kalau Galang tidur siang, gantian aku urus Joni, oke?"


Dengan terpaksa Om Bobby membiarkan Ariel pergi. Ia menatap Joni dan berbicara dengannya. "Sabar ya, Jon. Nanti kamu akan menuai hasil kesabaranmu."


****


Galang sudah tertidur pulas. Ariel membiasakan anaknya untuk tidur siang dan malam tepat waktu, itulah mengapa Galang tidak rewel seperti anak-anak lain yang mengantuk namun masih ingin main.


Ariel melanjutkan tugasnya, memasak untuk Om Bobby. Ariel tak tahu kalau Om kesayangannya hari ini membolos kerja. Ia sejak tadi tak dibiarkan pergi oleh Galang.


Sedang asyik memotong sayuran, Ariel terkejut saat ada yang memeluknya dari belakang. Ariel menoleh dan melihat Om Bobby memeluknya lalu membenamkan kepalanya di leher Ariel.

__ADS_1


"Ya ampun, Om. Aku pikir Om kerja loh!" Ariel menenangkan debaran jantungnya yang bertalu kencang.


"Aku malas kerja. Kamu ngapain saja sih di dalam kamar? Kok lama banget tidak keluar-keluar?" rengek Om Bobby dengan manja.


"Aku temani Galang bermain, Om. Anak itu rewel, takut aku tinggal. Baru saja dia tertidur pulas."


"Galang terus yang ditemani. Joni kapan?" Tangan Om Bobby mulai bergerak liar meraba tubuh Ariel, memancing Ariel agar mau mengulangi lagi goyangan mautnya.


"Om nakal ih." Ariel mencuci tangannya dan meninggalkan sayuran yang ia sedang kerjakan.


"Habis, kamu sudah berhasil membangunkan Joni sih. Joni jadi nagih terus nih."


Ariel berbalik badan dan menatap Om ganteng kesayangannya. Ariel mencium pelan bibir Om Bobby dan merasakan sesuatu di bawah sana yang bereaksi. "Joni sekarang nakal ya, Om!"


"Kamu harus tanggung jawab. Joni butuh goyangan kamu yang aduhai itu. Bagaimana kalau ... kamu menggoyang Joni di dapur ini?" Tangan Om Bobby sudah bergerak membuka kancing baju Ariel.


"Ini masih siang loh, Om. Bagaimana kalau yang membersihkan rumah datang?" protes Ariel namun tangannya malah membantu Om membuka kancingnya.


"Tenang, itu sudah aku urus. Aku menyuruhnya datang nanti sore. Sekarang kamu hanya harus fokus pada Joni. Yuk, sebelum Galang bangun."


"Yaudah yuk!"


Siang itu, dapur rumah Om Bobby menjadi saksi betapa kuatnya Joni. Goyangan ditambah Joni yang perkasa membuat keduanya kembali merasakan kenikmatan yang tak kalah nikmatnya dibanding tadi pagi.


"Kamu memang benar-benar hebat, Riel. Hanya kamu yang bisa membangunkan Joni," puji Om Bobby seraya membantu Ariel mengancingkan bajunya. Banyak tanda kepemilikan yang kini ada di tubuh Ariel. Semua Om Bobby buat dengan sepenuh hati. Ariel miliknya, hanya Ariel yang Joni pilih.


"Om suka?" Ariel mengalungkan kembali lengannya di leher Om Bobby.


"Suka banget." Om Bobby mengecup bibir Ariel dan tak rela melepasnya.


"Om ... tak memikirkan masa laluku?" tanya Ariel dengan rendah diri.

__ADS_1


"Kenapa harus dipikirkan? Toh aku juga bukan orang suci. Sudahlah, sekarang tugas kamu mandi bareng aku. Kita pergi makan di luar. Tak perlu masak. Kamu harus banyak istirahat karena kapanpun Joni inginkan, kamu harus siap. Ingat, kamu harus tanggung jawab karena sudah membangunkan Joni loh!" Om Bobby mengangkat tubuh Ariel dan membawanya ke kamar mandi. "Kita lanjut sesi kedua!"


****


__ADS_2