
Ariel dan Prisa reflek menoleh ke arah asal suara. Ariel jelas tidak mengenal siapa wanita yang sudah berbicara pedas tersebut namun Prisa jelas mengenalnya. Ia sudah beberapa kali bertemu dengan wanita tersebut.
"Mama tahu kok kalau aku sedang di rumah Kakak. Tante tak perlu menjadi mata-mata Mama. Aku sudah bilang dan minta izin langsung sama Mama," jawab Prisa sambil menatap wanita di depannya dengan tatapan tajam.
"Waduh ... gayanya, kamu itu masih anak remaja, Prisa. Jangan kebanyakan bergaul loh sama perempuan enggak bener macam dia tuh! Nanti ketularan nakal dan murahannya." Wanita itu menunjuk ke arah Ariel dengan tatapan mata dan ekspresi wajahnya yang sangat jijik. Dari caranya berbicara, Ariel bisa menebak siapa wanita tersebut.
Ariel memang tak pernah bertemu langsung dengan wanita di depannya, Om Sam selalu menjaganya dan menutup rapat hubungan mereka. Tak ada adegan jambak-jambakan, tampar-tamparan atau bahkan saling santet karena keduanya tak pernah bertemu muka. Om Sam sebisa mungkin melindungi Ariel agar tidak bertemu dengan istri sahnya.
Hari ini, secara tidak terduga akhirnya Ariel bertemu dengan mantan istri Om Sam, Tante Dena. Tante Dena berusia lebih muda dari Om Sam sekitar satu atau dua tahun. Om Sam dulu sangat mencintai Tante Dena, sayangnya Tante Dena terlalu sibuk dengan bisnisnya sampai tidak memperhatikan suaminya sendiri.
Menurut cerita Om Sam, Tante Dena itu tipikal wanita yang workaholic. Kalau sudah bekerja, ia akan lupa dengan keluarganya. Dulu, waktu anak-anak mereka masih kecil, Om Sam yang sering menemani mereka bermain dan membantu mereka mengerjakan tugas dari sekolah karena Mama mereka sibuk bekerja sampai lupa waktu. Saat anak-anak sudah sekolah di luar negeri, Om Sam sudah tidak ada kesibukan lagi. Ia kesepian dan akhirnya mencari hiburan di luar.
Om Sam lalu bertemu dengan Ariel, anak kuliahan yang butuh uang untuk membayar biaya semesteran dan biaya hidup sehari-hari. Saat itu hasil panen orang tua Ariel sedang mengalami kegagalan. Ariel harus bertahan sementara ia tidak mau menyusahkan orang tuanya.
__ADS_1
Ariel pun menyerahkan kesuciannya kepada Om Sam. Rupanya, ada hati yang sudah tertaut pada pesona Ariel. Semenjak mengenal Ariel, rasa kesepian akibat sering ditinggal pergi oleh Tante Dena perlahan hilang. Om Sam menemukan kebahagiaannya sendiri bersama Ariel tentunya dan menyingkirkan nama Tante Dena dari hatinya.
Sikap Om Sam semakin dingin pada Tante Dena. Pada akhirnya Tante Dena menyadari kalau ada yang berbeda dengan suaminya. Dia makin penasaran dan akhirnya mencari tahu sendiri lewat mutasi rekening Om Sam. Ia pun menggali lebih dalam dan akhirnya menemukan foto-foto kebersamaan Om Sam bersama Ariel. Ia marah dan mengamuk. Ia pun mengancam kalau Om Sam masih terus melanjutkan hubungannya dengan Ariel maka mereka akan berpisah.
Awalnya Om Sam menurut, semua ia lakukan demi anak-anak mereka. Ia mau anak-anaknya punya keluarga yang utuh. Sayangnya, perasaan yang sudah tertaut pada Ariel ternyata sangat dalam, Om Sam tak bisa lagi hidup dengan Tante Dena meskipun Tante Dena sudah banyak berubah. Om Sam tetap bersikap dingin, rasa cintanya terhadap Tante Dena sudah mati.
Pertengkaran demi pertengkaran pun kembali terjadi dalam rumah tangga mereka. Om Sam yang patah hati setelah mendengar kalau Ariel sudah menikah menjadi semakin menjauh dari Tante Dena. Om Sam menjadi laki-laki yang galau dan patah hati karena kehilangan Ariel. Saat itu Tante Dena mengancam akan mendatangi dan memberinya pelajaran Ariel karena sudah mengacak-acak rumah tangganya. Om Sam tentu saja membela Ariel. Ia tak mau wanita yang ia cintai terluka.
Akhirnya dibuatlah suatu kesepakatan, Tante Dena boleh memiliki rumah yang mereka tempati sekarang asalkan tidak mengusik Ariel. Demi rumah mewah, Tante Dena pun mengiyakan keinginan Om Sam. Mereka bukannya makin akur namun semakin menjauh dan pada akhirnya Om Sam memutuskan untuk bercerai dari Tante Dena.
Seluruh dendam dan api amarah yang selama ini Tante Dena simpan, dia luapkan langsung pada Ariel. Semua amarahnya menunjukkan betapa ia amat membenci Ariel, padahal hubungan Ariel dan Om Sam sudah lama berakhir. Tante Dena tak rela melihat Ariel hidup bahagia sementara dirinya sudah kehilangan Om Sam. Saat Mama Tita -teman arisannya- meminta untuk mengawasi anaknya yang berada di Jakarta, dengan senang hati Tante Dena menerima permintaan Mama Tita tersebut.
Suara tante Dena saat menyebut kalau Ariel bukanlah perempuan bener, berhasil menarik perhatian para pengunjung bazar yang ramai. Apalagi malam hari pengunjung bazar makin ramai. Semua seakan ingin melihat ada pertengkaran apa di depan mereka. Kesempatan ini tidak disia-siakan oleh Tante Dena untuk mempermalukan Ariel dan membalas semua rasa sakit hatinya selama ini.
__ADS_1
"Jangan sembarangan bicara, Tante!" tegur Prisa dengan tegas.
Tante Dena tersenyum seperti orang yang sedang menyembunyikan pistol dan siap untuk menembak. Senyum penuh maksud. "Kata siapa aku sembarangan bicara? Kamu saja yang tidak tahu siapa perempuan yang bersama kamu! Kamu tahu tidak kalau dia itu mantan sugar baby, mantan cewek simpanan ya ... wanita kotor istilah bagusnya."
Suara pengunjung bazar yang menonton keributan di depan mereka mulai berdengung, banyak di antara mereka adalah tetangga kiri kanan rumah Om Bobby yang tentu saja mengenal Ariel yang sering bermain di taman bersama Galang. Mereka berbisik-bisik membicarakan Ariel. Mereka tak menyangka wanita baik-baik yang kebuan dan begitu lemah lembut terhadap anaknya adalah seorang wanita simpanan. Wanita yang memiliki masa lalu yang buruk. Wanita yang pantas diwaspadai keberadaannya.
Tatapan mata merendahkan pun mulai tertuju pada Ariel. Dari ujung kepala sampai ujung kaki Ariel mereka perhatikan dengan tatapan yang mencela. Ariel tertunduk. Ia tak pernah merasa sehina ini. Kali ini ia dipermalukan di depan umum tanpa ada Om Bobby yang membelanya.
Pengunjung mulai semakin ramai berkumpul di dekat stand Ariel. Banyak yang bertanya ada apa, lalu berita tentang Ariel adalah mantan selingkuhan menyebar dengan mudahnya. Semula hanya beberapa orang, menjadi beberapa puluh orang. Tante Dena kembali tersenyum karena berada di atas angin. "Kenapa? Malu? Saat kamu dulu menggoda suami saya, kenapa kamu tidak merasa malu, dasar perempuan murahan!"
"Tante! Jangan sembarangan bicara ya! Jangan pernah Tante menghina Kak Ariel seenaknya Tante!" Prisa kembali membela Ariel. Ia pasang badan untuk membela kakak iparnya yang hanya bisa menundukkan kepala dan meneteskan air mata.
"Kata siapa Tante seenaknya bicara? Kamu pikir kenapa Tante bercerai dengan suami Tante? Tentu saja karena hadirnya perempuan ini. Yah, perempuan ini adalah wanita yang sudah merusak rumah tangga Tante. Dia menggoda suami Tante dengan tubuh dan sikap manjanya. Dia menggerogoti harta suami Tante seperti seekor tikus kelaparan. Tak ada puasnya. Dia bahkan meminta pertanggungjawaban suami Tante atas kehamilannya. Entah siapa sebenarnya ayah dari anak itu. Kamu masih bilang dia baik-baik? Hati-hati kamu, Prisa! Kamu adalah wanita baik-baik. Kamu berasal dari keluarga yang terhormat. Jangan pernah kamu bergaul dengan wanita hina macam dia! Bisa rusak kamu!" Ucapan Tante Dena semakin membuat dengungan para pengunjung bazar terdengar kencang. Ariel sudah tidak kuat lagi. Ia terus menangis karena merasa malu. Ariel menyesal. Kapan Tante Dena akan berhenti menghinanya?
__ADS_1
***