Om Puas Aku Lemas

Om Puas Aku Lemas
Kangen Kamu


__ADS_3

Om Bobby kesepian di rumah besarnya seorang diri. Ariel, Galang dan asisten rumah tangga mereka sudah seminggu lebih pulang ke rumah orang tua Ariel. Bisnis yang baru dirintis oleh Ariel membutuhkan pengawasan langsung darinya, tidak bisa diawasi dari jarak jauh.


Om Bobby yang biasanya tinggal di rumah yang ramai kini hanya seorang diri. Tak ada lagi suara tertawa renyah milik Galang yang sangat ia sukai. Tak ada lagi rumah yang berantakan akibat Galang bermain aneka mainan di ruang tengah namun melarang untuk dibereskan sebelum selesai bermain. Tak ada lagi harun masakan yang biasanya menyambut kepulangan Om Bobby. Rumahnya kini terasa sepi dan kosong.


Baru seminggu mereka tidak bertemu rasanya Om Bobby begitu merindukan keluarga kecilnya. Ariel memang membawa banyak perubahan dalam hidup Om Bobby, membuat hidupnya yang semula sepi terasa ramai dan berwarna.


Om Bobby memberikan kebebasan Ariel untuk memulai bisnisnya. Om Bobby tahu bagaimana teguh pendirian Ariel untuk membuktikan kepada Mama Tita kalau dirinya adalah istri yang baik dan memiliki keahlian. Meski sang Mama sampai kapanpun mungkin akan sulit menerima Ariel sebagai menantunya, Om Bobby menghargai usaha Ariel karena itu dirinya mengizinkan Ariel untuk terjun langsung ke dunia bisnis bahkan mendukungnya dengan cara membuatkan ikan dengan konsep yang unik dan berhasil menarik perhatian pembeli.


Berkat bantuan Om Bobby, orderan keripik Ariel meningkat drastis. Ariel sudah memberikan ilmu kepada para tetangganya agar bisa membuat keripik dan meningkatkan perekonomian di kampung halamannya. Pesanan terus berdatangan, Ariel masih belum bisa pulang ke rumah dan meminta maaf pada Om Bobby karena harus meninggalkannya seorang diri di Jakarta.


Rasa rindu Om Bobby terhadap Ariel dan Galang semakin membuncah. Jika bukan karena harus bekerja, Om Bobby pasti sudah menyusul Ariel ke kampung. Untuk itulah Om Bobby berusaha menyelesaikan pekerjaannya secepat mungkin agar bisa menyusul Ariel dan Galang dengan membawa rasa rindu yang teramat besar Om Bobby pun datang ke rumah Ariel di kampung.


Sungguh pemandangan yang berbeda dengan yang terakhir kali Om Bobby lihat saat sampai di kampung. Rumah orang tua Ariel kini ramai dengan para tetangga yang asyik bekerja mengupasi kentang, ubi dan bahan-bahan lainnya untuk membuat keripik. Di tempat terpisah ada yang bertugas untuk menggoreng keripik tersebut , di tempat lain ada juga yang bertugas mengemasi keripik yang sudah dibuat dengan kemasan yang menarik hasil desain Ariel sendiri.


Dengan roda perekonomian yang dibuat oleh Ariel, bukan hanya menyerap satu atau dua orang tenaga kerja di kampung. Ariel bahkan membantu lebih dari 10 orang tetangganya untuk mendapatkan penghasilan sendiri.


Keripik Ariel yang rasanya enak bahkan sudah kebanjiran orderan sampai harus waiting list. Ariel tak berpuas diri begitu saja. Ia tetap menjaga kualitas keripik buatannya agar tidak mengecewakan para pembeli.

__ADS_1


Saking sibuknya Ariel, dia bahkan tidak menyadari kedatangan suaminya yang tampan tersebut. Ariel mengenakan baju santai dengan rambut yang dikuncir ke atas. Wajahnya terlihat agak berminyak karena membantu di bagian menggoreng keripik. Bagian yang menurutnya paling krusial karena menentukan hasil keripik yang dibuat. Harus renyah dan tidak boleh sampai gosong.


"Ehem!" Om Bobby berdeham untuk menarik perhatian Ariel.


Ariel menoleh dan terkejut melihat suami tampannya sudah berdiri di dapur rumah Ariel yang seakan terlihat kecil bagi Om Bobby yang tinggi besar. Dengan mengenakan jaket kulit warna hitam dan celana jeans, Om Bobby terlihat begitu gagah berdiri di dekat dapur sambil tersenyum.


"Ya ampun, kamu datang, Beb?" Senyum lebar langsung tersungging di wajah Ariel. Ia menyuruh tetangganya untuk mengambil alih proses menggoreng lalu menghampiri Om Bobby.


Om Bobby membuka kedua tangannya lebar-lebar agar Ariel bisa masuk ke dalam pelukannya. Ariel yang sangat merindukan suaminya pun langsung memeluk Om Bobby dengan erat.


"Kangen!" kata Ariel dengan manja.


Om Bobby jadi tersipu malu melihat sikap manja Ariel. Ariel suka tidak melihat tempat jika menunjukkan sikap manjanya. Tak apa, Om Bobby suka. "Aku juga kangen sama kamu!"


Ariel melepaskan pelukannya pada Om Bobby dan menutup wajahnya dengan malu. "Kenapa sih kamu datang enggak bilang dulu? Muka aku berminyak banget nih habis menggoreng keripik. Kalau tahu kamu mau datang, aku akan siap-siap dulu."


"Sengaja. Aku mau kasih surprise sama kamu," jawab Om Bobby membuat Ariel tersenyum senang.

__ADS_1


"Yuk kita ke depan saja!" Ariel menarik tangan Om Bobby dan mengajaknya ke ruang tamu. Ia menyuguhkan Teh Poci hangat dan ubi goreng yang baru saja dibuatkan untuk cemilan para Tetangga oleh Ibunya. "Minum dulu, kamu pasti haus dan lapar ya habis menempuh perjalanan jauh dari Jakarta. Kalau kamu bilang mau datang, aku tak akan menyambut kedatanganmu dengan baju yang lusuh dan muka yang kucel kayak begini."


Om Bobby tersenyum mendengar perkataan Ariel. "Kata siapa kau kucel? Kamu tetap cantik kok di mata aku." Om Bobby kini mulai terbiasa membalas kata-kata gombal Ariel. Melihat Ariel rasanya rasa rindu yang selama ini ia pendam sekolah tersalurkan. "Aku nggak bilang karena aku sudah sangat rindu sama kamu. Rumah terasa amat sepi tanpa kamu dan Galang. Aku jadi males pulang dan kerja terus. Sekarang, aku mau istirahat. Aku mau temani kamu dan mengajak kamu dan Galang pulang ke Jakarta. Jangan di sini terus. Aku enggak suka dengan rumah yang sepi."


"Ya ampun, manja sekali sih suamiku ini? Iya, aku akan segera pulang kok ke Jakarta. Aku lihat, para tetangga di sini sudah bisa aku lepas. Mereka pintar menyerap ilmu dariku. Yoga juga banyak membantu, Ibu dan bapak apalagi. Berkat keluargaku dan para tetangga, produksi kami semakin cepat. Pesanan juga sebagian sudah aku kirim, sebagian lagi aku usahakan secepatnya. Berkat iklan dari kamu, pesanan keripik yang masuk begitu membludak. Beruntung banyak petani kentang dan bahan-bahan keripik lain yang ada di sekitar rumah. Aku bisa membeli dengan harga yang murah dibanding di kota. Keuntungannya juga semakin bertambah. Keputusanku untuk membuat bisnis di kampung memang keputusan yang tepat," kata Ariel dengan bangganya.


"Iya. Aku melihat progres bisnis kamu yang semakin membaik setiap harinya. Semua karena kepintaran kamu. Kamu hebat. Siapa sih yang menyangka kalau kamu akan membangkitkan perekonomian di kampung kamu. Siapa yang menyangka kalau seorang Ariel bisa punya pemikiran besar, mikirkan nasib pada tetangganya. Hasil panen warga sekitar bisa langsung kamu beli dan kamu mengubahnya menjadi produk yang memiliki nilai jual lebih lalu kamu jual dengan harga yang tinggi. Hasil keuntungannya bisa membantu tetanggamu mendapatkan penghasilan sendiri. Hanya orang yang cerdas seperti kamu yang bisa melakukannya. Aku sendiri saja belum tentu bisa melakukan apa yang kamu lakukan. Hanya Tuhan yang tahu betapa bangganya aku memiliki istri seperti kamu, Sayang."


"Ah ... so sweet. Jadi pengen goyang kamu deh. Aku mandi dulu ya lalu kita cari tempat yang asyik untuk ehem ehem."


"Ayo. Siapa takut?"


****


Hi semua!


Ariel dan Om Bobby sudah mau tamat nih. Yuk lanjut baca novel Prisa dengan judul Tante Senang Tante Bayar. Dimana, Thor? Baca komen ya!

__ADS_1


Menceritakan tentang Prisa yang hobby nonton film biru, ternyara Prisa menyimpan rasa sakit karena Mamanya dan juga pernah menjadi korban pelecehan oleh salah satu Papa tirinya. Prisa membuat perjanjian nikah dengan Kevin (anak Dio dan Ayu) namun Prisa justru jatuh hati dengan brondong tampan itu. Penasaran kan gimana ceritanya? Yuk mampir, dijamin beda. 😍😍


__ADS_2