Om Puas Aku Lemas

Om Puas Aku Lemas
Masa Lalu Yang Terkuak


__ADS_3

Om Bobby dan Ariel sama-sama terbelalak kaget mendengar apa yang dikatakan oleh Mama Tita. Mereka tak menyangka kalau Mama Tita sudah mengetahui tentang masa lalu Ariel, jelas bukan Prisa yang memberitahu mereka. Anak itu bukanlah seorang pengkhianat, lagi pula Prisa juga belum tentu tahu bagaimana masa lalu Ariel yang sebenarnya. Lantas siapa yang memberitahu Mama Tita? Siapa yang Mama Tita hubungi? Om Sam kah?


Seakan paham dengan kebingungan yang dirasakan oleh anaknya, Mama Tita tersenyum penuh kemenangan karena berhasil mengeluarkan kartu As miliknya. "Kenapa? Kaget?"


"Mama tahu dari mana? Siapa yang memberitahu Mama?" Akhirnya Om Bobby berani mengajukan pertanyaan.


"Kamu pikir dunia ini luas? Kamu pikir, pergaulan Mama sempit? Kamu lupa kalau mantan istri Sam ikut dalam arisan sosialita bersama Mama?" Mama Tita tersenyum penuh kemenangan apalagi saat melihat wajah Ariel yang pucat setelah masa lalunya ia kuak. "Kamu tahu tidak, kenapa mereka sampai bercerai? Karena Sam amat tergila-gila dengan wanita itu!"


Mama Tita tidak salah, apa yang dikatakannya memang benar. Om Sam memang sangat tergila-gila dengan Ariel, bahkan sampai sekarang Om Sam masih sering menggoda Ariel namun sama sekali tak pernah Ariel tanggapi. Om Sam juga bilang kalau dia tak bisa melupakan saat-saat bersama Ariel. Rumah tangganya jadi berantakan karena Om Sam seakan sudah tak bergairah lagi saat berhubungan suami istri dengan istri sahnya. Hal itulah yang menyebabkan terjadinya pertikaian dalam rumah tangga mereka dan berujung dengan perceraian. Ternyata goyangan Ariel begitu membekas dan sulit dilupakan bagi laki-laki yang pernah singgah dalam hidupnya.


"Itu sudah masa lalu. Sekarang, Ariel adalah istriku!" kata Om Bobby yang berusaha untuk membela Ariel di depan Mamanya.


"Oh ya? Kita tentu tak bisa melupakan masa lalu seseorang, apalagi wanita ini punya track record yang jelek. Perusak rumah tangga orang lain. Apa kamu pikir Mama mau mengijinkan kamu bersama perempuan seperti ini? Tentu tidak! Robbie, kamu anak laki-laki Mama satu-satunya. Kamu kebanggaan Mama. Mana mungkin Mama membiarkan kamu menikah dengan wanita seperti ini? Sudah, ceraikan saja dia dan kasih uang agar dia hidup nyaman tanpa harus bekerja lagi!" Perintah Mama Tita dengan seenaknya.


"Ma! Mama tak bisa seenaknya saja menyuruhku seperti itu! Ini rumah tanggaku. Mama tak berhak mengatur kehidupanku. Aku sudah dewasa. Jangan campuri hidupku," jawab Om Bobby.


"Kamu itu anak Mama. Jelas Mama berhak mencampuri hidup kamu!" kata Mama Tita dengan nada keras.


"Ma, aku ingin memulai kehidupan baru bersama Ariel. Aku tak mau terus-menerus hidup dalam bayang-bayang masa lalu. Hanya Ariel yang berhasil membuatku merubah pola pandangku yang semula tak bisa melupakan masa lalu menjadi memiliki sedikit harapan untuk menata masa depan. Aku tak suka Mama memerintahku seenaknya seperti itu. Ini hidupku, yang menentukannya ... ya aku sendiri," jawab Om Bobby dengan penuh amarah.

__ADS_1


"Kalau kamu tidak mau Mama mencampuri hidupmu, maka menikahlah dengan wanita baik-baik. Jangan menikah dengan wanita yang punya masa lalu yang buruk seperti dia. Oh iya, ada lagi, Mama dengar dari istrinya Sam, wanita ini bahkan mengambil pacar sahabatnya sendiri. Dia memberikan tubuhnya dengan sukarela sampai akhirnya hamil. Karena tak tahu siapa yang menghamilinya, ia bingung mau meminta tanggung jawab dari siapa dan akhirnya memilih aborsi-"


"Aku tidak meminta pertanggungjawaban dari Om Sam dan siapapun!" Ariel berusaha membela diri. Ia memotong ucapan Mama Tita. Hal ini membuat Mama Tita semakin murka saja dengan apa yang Ariel lakukan.


"Diam kamu! Tidak sopan memotong pembicaraan orang yang lebih tua! Di mana tata krama kamu? Pantas kamu terlihat bar-bar, sopan santunmu tidak ada sama sekali! Bagaimana orang tua kamu mendidikmu? Dasar orang miskin tak berpendidikan!" ucapan Mama Tita begitu menyakitkan dan membuat Ariel semakin merasa terhina.


Air mata Ariel kini sudah membasahi wajahnya. Hatinya sakit sekali. Ia merasa terhina. Ia merasa menjadi wanita paling bodoh hanya karena masa lalunya yang kelam. Siapa sih yang mau memiliki masa lalu kelam? Semua orang tidak ada yang mau! Hanya karena ia miskin, ia terpaksa melakukan semua ini.


"Ma, kalau Mama tak mau Ariel memotong ucapan Mama, jangan hina dia! Mama tak berhak untuk melakukan itu!" bela Om Bobby.


"Kamu itu ya, otak kamu sudah dicuci sama dia! Jangan-jangan kamu juga kena pelet seperti Sam? Mama akan bawa kamu ke dukun yang paling sakti untuk melepas semua pelet dia dalam diri kamu. Mama tak mau kamu seperti Sam yang tergila-gila pada wanita ini sampai melupakan keluarganya sendiri!"


"Alah, keibuan. Alasan kamu saja itu. Untung tadi Mama sempat menelepon mantan istrinya Sam karena merasa wajahnya tak asing, kalau tidak, bisa tertipu Mama dengan sikap sok lugunya. Mama selamanya tak akan merestui hubungan kalian!" Mama Tita melipat kedua tangannya di dada dan membuang wajahnya dengan kesal.


Om Bobby menghela nafas dalam dan menghembuskannya. Inilah alasan dirinya jarang pulang ke Bandung. Sifat Mamanya yang keras dan gampang menghina orang yang membuatnya malas. Melawan pun hanya membuatnya semakin berdosa.


"Terserah Mama saja! Yang pasti, aku sudah meminta restu Mama baik-baik." Om Bobby berdiri lalu mengulurkan tangannya pada Ariel yang terus menunduk sambil sesekali mengusap air matanya yang jatuh. "Ayo, Yang, kita pulang!"


Mama Tita semakin marah. Ia tak menyangka kalau Om Bobby akan mengacuhkannya. "Robbie! Kamu tidak dengar apa yang Mama katakan tadi? Mama tak akan merestui hubungan kalian!"

__ADS_1


Om Bobby mengepalkan tangan kirinya, sekuat mungkin menahan amarah dalam dirinya yang meronta ingin dilampiaskan. "Aku dengar, Ma. Lantas Mama mau aku berbuat apa? Mama mau aku menuruti permintaan Mama?"


"Ya, turuti Mama, maka hidup kamu akan bahagia!" jawab Mama Tita.


"Kalau aku tak menurut, bagaimana?" tantang Om Bobby. "Mama mau hidupku sengsara dan tak bahagia?"


"Iya jika kamu hidup dengannya," balas Mama Tita.


"Kalau begitu, jalan itu yang akan kupilih," balas Om Bobby. "Ayo, Sayang, kita pulang. Sekarang rumah ini tak lagi menjadi rumahku." Om Bobby menggandeng Ariel dan mengambil tas miliknya.


"Robbie!" bentak Mama Tita.


Om Bobby terus berjalan meninggalkan Mama Tita. Prisa yang ternyata sejak tadi mendengar percakapan di bawah terlihat sedih. Air mata sudah memenuhi bola matanya. Anak remaja yang jarang menangis dan biasanya tegar tersebut terlihat bersedih saat sang kakak mengatakan kalau rumah ini bukanlah rumahnya lagi.


"Kak," ucap Prisa pelan.


Om Bobby tersenyum. Dilepaskannya tangan Ariel dan tas yang dipegangnya lalu memeluk Prisa. "Selamanya Kakak akan menjadi Kakak kamu. Cari Kakak di Jakarta ya. Kakak akan selalu melindungi kamu. Jaga diri baik-baik, ingat selalu pesan Kakak, oke?"


*****

__ADS_1


Note: Mau double up? Yuk like yang banyak, vote dan gift sebanyak mungkin. Kalau banyak, aku double hari ini 😁


__ADS_2