Om Puas Aku Lemas

Om Puas Aku Lemas
Joni Joni Yes Papa


__ADS_3

Ariel tertidur pulas di kursi penumpang sementara Galang duduk manis di car seat belakang sambil meminum susu. Ariel benar-benar kelelahan sehabis melayani Om Bobby, tubuhnya terasa tak bertulang dan hanya ingin tidur. Jika Om Bobby tak memaksanya ikut makan di luar, Ariel akan memilih tidur saja.


Om Bobby melirik Ariek yang tertidur pulas sekali. Ia mengusap rambut Ariel dengan penuh kasih lalu mengajak Galang bernyanyi. Galang lumayan bisa mengikuti alunan lagu yang Om Bobby ajarkan.


Suara renyah Galang seakan penghibur Om Bobby saat menyetir. Entah mengapa perjalanan ke Mall yang macet jadi tak terasa jika bersama Galang dan Ariel. Wajah Om Bobby terlihat cerah karena Joni miliknya sudah sembuh lagi.


"Mama Ariel, bangun dong!" Om Bobby mengecup pipi Ariel yang harum tersebut. Ariel memang mengutamakan penampilan, dia selalu wangi dan bersih. Kapanpun Joni menginginkannya, Ariel sudah siap melayani.


"Mama, banun dong!" kata Galang ikut membangunkan Mamanya.


Om Bobby membisikkan sesuatu di telinga Ariel. "Kalau tak mau bangun, nanti malam dua kali loh main sama Joni."


Mendengar ancaman Om Bobby, Ariel membuka matanya dengan malas. Hari ini saja sudah 3 kali dirinya menggoyang Joni. Kalau nanti malam dua kali, bisa tambah remuk badannya.


Ariel menoleh dan melihat wajah Om Bobby yang begitu dekat dengannya. Ariel tersenyum dan mencium pipi Om Bobby dengan penuh sayang. "Sekali saja dulu ya nanti malam. Aku capek. Nanti goyangannya tidak maksimal," tawar Ariel.


Om Bobby tertawa mendengar jawaban Ariel. "Oke, deal. Sekali. Kali ini, biar aku yang menggoyang kamu. Kamu cukup diam saja. Jangan kelelahan karena ini baru pemanasan. Joni bisa lebih kuat lagi dari ini loh," goda Om Bobby.


"Iya. Aku percaya. Wajar kalau aku sampai lemas melayani Om." Ariel membisikkan sesuatu di telinga Om Bobby yang membuat Om Bobby merasa bangga. "Om memang jago di ranjang. Aku puas, Om."


Om Bobby mencium bibir Ariel dengan cepat. "Ayo kita turun, jangan sampai godaan kamu membuat Joni terbangun lagi. Bahaya."


Rupanya Galang yang duduk di belakang mendengar perkataan terakhir Om Bobby, anak pintar itu malah bernyanyi lagu yang sering ia tonton di Youcube. "Joni Joni yes Papa. Joni Joni yes Papa."


Ariel dan Om Bobby saling tatap lalu tertawa kompak. "Om sih, anak itu jadi nyanyi deh!"


"Loh, yang namain Joni itu kamu loh, Riel. Kok aku yang diomelin? Sudah, ayo kita turun. Aku lapar berat nih!" Om Bobby keluar dari mobil lalu membukakan pintu untuk Ariel lalu gantian membukakan pintu untuk Galang.


Mereka bertiga jalan-jalan di Mall. Galang begitu ceria duduk di stoller miliknya. Tentu saja semua fasilitas Galang seperti car seat, kursi makan dan stoller adalah pemberian Om Bobby. Ia begitu royal memberikan Galang barang-barang kebutuhannya.

__ADS_1


Ariel melingkarkan tangannya di lengan Om Bobby sambil menyandarkan kepalanya ke lengan kekar lelaki tersebut. Sikap manjanya tak membuat Om Bobby risih. Ia malah merasa semakin dibutuhkan. Tak peduli banyak tatap mata yang melirik ke arah mereka.


"Om, aku mau ke ATM dulu ya. Uang cash aku sudah habis."


"Oke. Ayo kita ke ATM!" Om Bobby menemani Ariel ke ATM.


Ariel memasukkan kartu ATM miliknya dan terkejut melihat saldo tabungan miliknya. Ariel selama ini bekerja untuk mencicil uang 30 juta yang ia pinjam untuk adiknya dulu, meski Om Bobby tak mau ia menggantinya namun Ariel terus memaksa. Ternyata setelah Ariel cek, ada uang masuk dalam jumlah yang besar. "Wow, tiga puluh juta? Uang apa ini?" batin Ariel.


"Om, kenapa uangku banyak sekali ya?" tanya Ariel pada Om Bobby dengan wajah heran.


"Uang bulanan kamu. Gunakan saja untuk membeli kebutuhanmu dan Galang. Nanti aku tambah lagi kalau kurang," jawab Om Bobby dengan santai.


"Tapi banyak sekali, Om. Aku bahkan belum lunas mencicil hutangku dulu."


"Hutang apa? Tak ada hutang di antara suami istri. Lupakan saja. Mulai sekarang aku akan memberi kamu uang bulanan dan hari ini aku akan transfer uang bonus untuk kamu."


"Itu berbeda. Uang bonus karena kamu berhasil membangunkan Joni-" Belum selesai Om Bobby bicara, Galang kembali bernyanyi.


"Joni Joni yes Papa. Joni Joni yes Papa." Nyanyian Galang membuat Om Bobby tertawa terbahak-bahak.


"Anak pintar! Ini baru anak buah Joni!" Om Bobby mengacak rambut Galang dengan penuh rasa bangga. Ariel hanya geleng-geleng kepala melihat ulah kedua lelaki yang ia cintai.


Ariel kembali menggandeng Om Bobby dengan mesra. Rasanya nyaman sekali bersandar di lengan kokoh Om baik hati yang bukan hanya membahagiakan secara materi namun memberi kepuasan batin.


Mereka makan bersama sambil menertawai tingkah lucu Galang lalu dilanjutkan dengan jalan-jalan memutari Mall. Om Bobby membelikan mainan baru untuk Galang, membuat senyum lebar kembali terukir di wajah anak menggemaskan tersebut.


"Bilang apa, Nak?" tanya Ariel pada Galang.


"Maacih, Om."

__ADS_1


"Iya, Galang Sayang." Om Bobby kembali mengusap kepala Galang dengan sayang.


"Galang aja nih yang dipanggil Sayang? Aku enggak?" Ariel pura-pura merajuk demi mendapatkan perhatian Om Bobby.


"Oh ... Mama Ariel cemburu nih? Iya deh Mama Ariel Sayang." Om Bobby mengecup pipi Ariel untuk menenangkannya. "Mama Ariel mau dijajanin apa?"


"Apa saja. Terserah Om."


"Bagaimana kalau baju super seksi agar Joni semakin suka?"


Mendengar nama Joni kembali disebut, Galang kembali bernyanyi. "Joni Joni yes Papa." Om Bobby menggendongnya dan mencium Galang dengan gemas.


"Pintar banget sih anak Om!" Om Bobby memeluk Galang dan mengajaknya berputar-putar. Anak itu tertawa semakin kencang.


Ariel tersenyum dengan semua kebahagiaan yang ia rasakan hari ini. Apa jadinya hidup Ariel jika ia tak bertemu dengan Om Bobby? Mungkin Ariel masih menjadi istri dari suami pemabuk dan gila judi macam Wawan.


Sayangnya, senyum di wajah Ariel dalam sekejap berubah tatkala ia bertemu seseorang yang sudah menggores luka yang cukup dalam di hatinya. Seseorang yang dulu begitu Ariel cintai namun hanya luka yang Ariel dapatkan. Seseorang yang baru saja ia pikirkan.


"Ariel?" Lelaki tersebut menatap Galang yang tertawa lebar bersama Om Bobby. Ada raut tak suka dalam dirinya.


"Mas Wawan?" Ariel menatap mantan suaminya yang berpenampilan berbeda. Biasanya Wawan terlihat berantakan dengan lingkaran hitam di bawah matanya, kini lelaki itu terlihat rapi dengan kemeja dan celana hitam kerjanya.


"Kamu ... pergi sama ... dia?" Wawan menunjuk Om Bobby yang kini sudah berhenti bercanda dengan Galang dan melihat Wawan dengan tatapan tak suka.


"Iya. Om Bobby ... senang sekali bermain dengan Galang," jawab Ariel dengan gugup. "Kamu sedang apa Mas di Mall ini?"


"Aku ada meeting sama klien. Riel, boleh aku mendekati Galang agar dia tak takut denganku?"


****

__ADS_1


__ADS_2