Om Puas Aku Lemas

Om Puas Aku Lemas
Sikap Keras Mama Tita


__ADS_3

"Ma!" Om Bobby menegur sang Mama yang dianggapnya sudah kelewatan.


"Tak apa, aku masuk ke kamar ya!" Ariel lalu menuntun Galang dan mengajaknya masuk ke dalam kamar. Ia sadar diri. Ia tak mau kedatangan mertuanya yang sudah lama sekali tidak mengunjungi suaminya terganggu kalau melihat dirinya.


"Jangan begitu dong, Ma. Apa sih salah Ariel? Ariel tadi mau salim loh sama Mama tapi Mama kayak gitu," omel Om Bobby dengan wajah kesal. Hilang sudah kebahagiaannya tadi saat melihat calon buah hatinya. Sikap Mamanya yang begitu menyakiti sang istri membuatnya kesal. Ariel tidak salah apa-apa, namun sang Mama tetap saja membencinya.


"Suka-suka Mama dong! Mama sudah bilang sama kamu kalau Mama tidak suka wanita itu!" kata Mama Tita dengan acuh.


"Ma, Ariel itu menantu Mama, istri Robbie. Jangan begitu dong, Ma. Cobalah untuk menerima Ariel. Lihat saja Ariel, sekarang ia sudah semakin baik. Ariel sama sekali enggak pernah membenci Mama meskipun ia tahu sikap Mama terkadang sangat keterlaluan padanya. Apa salah Ariel sih Ma?" bujuk Om Bobby.


"Jangan harap ya Mama mau menerima wanita itu! Sampai kapanpun Mama enggak akan terima dia. Kalau kamu mau mempunyai istri yang diterima dan direstui sama Mama, cari istri dari kalangan yang berada, bukan dari wanita yang punya rekam jejak yang buruk!" Mama Tita masih saja membahas hal yang sama. Om Bobby kesal namun ia sadar sebagai seorang anak ia harus mengalah.


Om Bobby pun terdiam sejenak seraya menenangkan dirinya agar tidak ikut terpancing emosi menghadapi sang Mama. Mata Om Bobby menatap ke arah toples yang dipeluk oleh Mama Tita seakan takut diambil oleh orang lain. Mama Tita terus memakan keripik di dalam toples tersebut dengan lahap. "Enak keripiknya, Ma?"


"Enak. Sehat lagi. Kamu beli dimana? Kok bisa sih kepikiran untuk bikin keripik dari sayur? Mama mau beli ini!" jawab Mama Tita dengan santai sambil mengunyah keripik bayam.


Bukannya menjawab, Om Bobby malah mengeluarkan ponselnya dan menunjukkan pada Mama Tita iklan yang ia buat. Mata Mama Tita tertuju pada layar ponsel Om Bobby. "Oh ... merk Galang Snack? Belinya di mana?"


"Di minimarket dan supermarket besar juga sudah ada. Mama suka banget ya?" pancing Om Bobby lagi.


"Sudah Mama bilang bukan kalau Mama suka, kamu enggak percaya banget sih. Mama tuh suka segala sesuatu yang menyehatkan. Jus buah, buah-buahan segar dan sayuran meski dibikin keripik seperti ini. Mama suka. Semua menyehatkan dan membuat kulit Mama terasa makin kenyal dan jadi awet muda karena asupan nutrisi dalam tubuh Mama sangat bagus." Mama Tita mengambil keripik wortel dan memakannya dengan lahap.


"Jelas, pasti kripik ini sangat bagus dan menyehatkan. Aku tahu karena aku yang membuat iklannya."


Mama Tita sedikit terkejut mendengar informasi dari om Bobby. "Kamu yang buat iklannya? Berarti kamu kenal dong dengan pembuatnya? Kalau kamu yang beli, dapat diskon tidak? Pesenin dong yang banyak! Nanti Mama bayar!" Mama Tita kini sudah kena dalam jebakan Om Bobby


Om Bobby tersenyum penuh arti. "Kenal dong. Kenal banget malah. Mama tahu tidak hebatnya pemilik Galang Snack ini? Dia itu membuatnya homemade, sayurannya pun langsung dari petani sekitar. Yang membuatnya pun orang-orang sekitar rumahnya tapi hebatnya produk buatannya itu enggak pakai pengawet dan bahan berbahaya lain jadi aman dikonsumsi. Kualitas produknya sudah teruji. Bahkan, kini produknya sudah di ekspor ke luar negeri."


"Wah, hebat sekali dia. Susah loh membuat produk dengan jangka waktu yang lama dan awet tanpa bahan pengawet sedikitpun. Mama jadi penasaran deh, kamu kapan ketemu sama dia lagi? Mama ikut dong! Mama mau ketemu sama dia!" Mama Tita terlihat begitu bersemangat dan tak sadar kalau ia sudah terkena permainan kata-kata Om Bobby.


"Mau aku kasih lihat fotonya atau mau ketemu langsung?"


"Mau ketemu langsung dong!"


"Tunggu sebentar ya!" Om Bobby lalu memanggil Galang. "Galang!"

__ADS_1


Tak lama Galang berlari keluar kamar dan menghampiri Om Bobby. "Kenapa Om Papa? Om Papa manggil Galang?"


Om Bobby menatap Mamanya sambil tersenyum. "Ini, Galang bukan pemilik aslinya sih cuma terinspirasi dari namanya."


Mama Tita mencibirkan bibirnya. "Enggak lucu. Mentang-mentang namanya sama. Memangnya di dunia ini cuma ada satu yang namanya Galang?"


Om Bobby kembali tersenyum. "Iya sih, di dunia ini memang tidak ada satu yang namanya Galang. Tapi ... pemilik perusahaan keripik itu adalah Mamanya Galang. Cuma satu 'kan Mamanya Galang ini yang ada di dunia?"


"Bercanda kamu enggak lucu!"


"Siapa yang bercanda? Aku ngomong serius kok!" Om Bobby lalu menyuruh Galang membawa keripik yang belum dibuka beserta kemasannya. Anak itu menurut apa yang diperintahkan Om Bobby. Dia berlari mengambil keripik di dapur dan memberikannya pada Om Bobby. Ia lalu menyuruh Galang kembali lagi ke kamar karena tak mau pertengkarannya didengar oleh anak kecil itu.


"Ini, Mama lihat aja!" Om Bobby memberikan keripik tersebut pada Mama Tita. Mama Tita melihat perusahaan yang memproduksi Galang Snack. Tertulis di bagian belakang kemasan: Diproduksi secara homemade oleh Ariel Anastasia beserta nama kampung tempat kedua orang tua Ariel tinggal.


Mata Mama Tita terbelalak melihat keripik dengan kemasan yang bagus dan rasanya enak tersebut. Ternyata buatan sang menantu yang selama ini tak pernah ia sukai. Rasanya tak percaya, perempuan yang dulu dianggapnya memiliki pekerjaan hina kini sudah berubah.


"Kenapa? Mama kaget?" Om Bobby tersenyum puas. "Ariel itu sekarang sudah berbeda, Ma. Robbie akui, saat pertama kami bertemu, Ariel adalah wanita yang menjual dirinya. Semua ia lakukan karena anaknya butuh uang untuk berobat dan suaminya tak menafkahinya dengan layak. Asal Mama tahu, kami tak pernah melakukan hubungan suami istri sebelum menikah karena ... aku impoten. Sejak kecelakaan yang merenggut nyawa Lisa, aku menderita impoten. Ariel yang menyembuhkanku. Membuatku merasa nyaman dan percaya kalau ada wanita yang benar-benar mencintaiku dengan tulus,"


"Aku bukan lelaki sempurna seperti yang Mama banggakan pada teman-teman Mama. Aku punya banyak kekurangan. Sebelumnya aku impoten dan bahkan aku didiagnosis sulit memiliki keturunan. Ariel menerima semua kekuranganku, Ma. Ia terus berada di sisiku dan mendukungku. Ariel membuktikan cintanya yang tulus padaku. Ariel bahkan ingin Mama menerimanya. Mama tahu apa yang ia lakukan? Ia berjualan keripik di bazar, keripik yang ia buat sendiri selama beberapa hari sampai kurang istirahat. Mama mengacaukan semuanya, Mama memfitnahnya, padahal ia ingin menunjukkan kalau dia sudah berubah,"


Mama Tita membanting toples yang ia pegang. "Kamu menjebak Mama?"


"Aku tak pernah menjebak Mama!"


Mama Tita tersenyum mengejek. "Sampai kapanpun, Mama tak akan merestui wanita itu!" Mama Tita mengambil tas miliknya dan pergi meninggalkan rumah Om Bobby.


"Huft ... entah kapan hati Mama akan terketuk?" gumam Om Bobby pelan.


Ariel berjalan keluar kamar dan memeluk Om Bobby. "Maafkan aku ya, Beb."


"Kamu tak salah, Sayang. Jika memang takdirnya kita harus hidup tanpa restu Mama, tak apa. Selama kita bahagia, maka kita cukup mendoakan Mama saja agar suatu hari nanti pintu hatinya diketuk dan mau menerima kebahagiaan kita. Kita sudah usaha, namun takdir berkata lain. Bagiku, ada kamu di sisiku, sudah melengkapi duniaku. Mari kita ciptakan kebahagiaan kita sendiri. Aku, kamu, Galang, Prisa dan anak-anak kita. Love you, Sayang!"


*****


...TAMAT...

__ADS_1


******


Hi Semua!


Aku buka qna tentang novel ini:




Kok tamatnya menggantung sih, Thor?


Karena memang sengaja 🤭. Lanjutannya di Novel Tante Senang Tante Bayar. Akan ada kisah mereka nantinya.




Ada dimana novelnya Thor?


Ada di t4 lain, Fizzzzoooooo, tau kan? 😁




Kisahnya gimana?


Seru dong, seakan nyata.




Yuk, lanjutin bacanya. Aku tunggu ya! 😍😍

__ADS_1


__ADS_2