
Amanda's point of view
[Pak Watanabe] : Rey sedang dalam perjalanan.
Amanda tersenyum puas menatap layar ponselnya, yang menampilkan ruang obrolannya dengan Watanabe Toshi, supir kepercayaan dari CEO perusahaan Amanda bekerja. Pria yang kini memasuki kepala lima itu, selalu senantiasa membantu rencana kotor yang dilakukan oleh Amanda bahkan sejak Amanda masih bekerja di Jepang.
Tentu semua itu tidak gratis. Amanda tidak membayarnya dengan uang, tapi dengan beberapa ronde di atas ranjang.
Amanda tak masalah melakukannya, asalkan keinginannya bisa terpenuhi. Dulu ia sering kali membutuhkan bantuan dari Watanabe Toshi, untuk menutupi semua permainannya dari sang suami, Rey, dan juga dari sang 'daddy' yang selama ini memeliharanya, pemilik perusahaan tempatnya bekerja, Thomas Akagi.
Terakhir, Amanda ditugaskan kembali ke Indonesia karena Thomas mengetahui hubungan gelapnya bersama beberapa pria. Padahal Thomas sudah memberikan semua yang Amanda inginkan dan memintanya untuk tidak berhubungan dengan pria lain selain dirinya.
Tapi bukan Amanda namanya jika bisa menjaga hatinya hanya pada satu pria. Suaminya saja ia khianati, apalagi pria yang bukan siapa-siapa, yang dia anggap hanya seorang donatur dari segala kesenangan yang ia inginkan.
Setelah beberapa minggu ia berada di Indonesia, Amanda sempat mendapatkan kembali hati Thomas setelah bujuk rayu yang menjadi keahliannya meluluhkan atasan tertingginya itu. Namun kini hubungannya dengan Thomas sudah benar-benar berakhir, setelah kembali Thomas menyaksikan Amanda melanggar hal yang paling dibenci oleh Thomas, berhubungan dengan pria lain.
Tak tanggung-tanggung, Amanda memelihara dua berondong sekaligus, Vito dan Sean, dan membayar mereka dari uang yang diberikan oleh Thomas.
Sialnya bagi Amanda kini Thomas sudah tak lagi mau diperdaya oleh wanita licik seperti Amanda.
Mengingat 'donatur' terbesarnya selama ini sudah tak ada lagi, membuat Amanda berpikir untuk kembali pada Rey. Walaupun tidak mendapat uang sebanyak seperti saat ia menjadi sugar b^by dari CEO tempatnya bekerja, tapi menjadi istri dari Reyhan Panca Kusuma jauh lebih baik daripada ia hanya mengandalkan gajinya yang bagi seorang Amanda yang hobi berfoya-foya sudah pasti tidak akan cukup.
Setiap anggota keluarga Kusuma memang mendapatkan persenan dari keuntungan dari berbagai bisnis yang dilakoni keluarga tersebut. Sebagai salah satu menantu dulu Amanda juga mendapatkannya. Tapi setelah bercerai, tak ada sepeserpun yang Amanda dapatkan dari Keluarga Kusuma, ataupun dari Rey sendiri.
Maka dari itu, kembali pada Rey akan memberikannya beberapa keuntungan. Pertama, pasokan uang. Setelah cerai Amanda sudah tak lagi menerima uang yang biasa diterimanya. Sebagai istri sah, Danisa yang kini memiliki hak itu.
Kedua, ia tidak bisa membiarkan keponakannya itu berbahagia bersama sang mantan suami. Selain tak ingin Danisa mendapatkan keuntungan dari bisnis keluarga Kusuma, ia juga tidak mau Rey bahagia bersama perempuan yang adalah keponakannya sendiri, sementara ia dalam masalah besar sekarang, mengandung anak dari berondongnya sendiri.
Ia juga merasa dikhianati terutama karena ia merasa berjasa pada Danisa dan juga seluruh keluarganya karena selama ini menurutnya berkat dirinyalah dia, Rey menjadi merasa bertanggung jawab untuk mengirimkan uang yang memang sangat dibutuhkan oleh keluarganya tersebut.
Maka dari itu, kehamilannya yang awalnya begitu ia benci, kini akan ia manfaatkan dengan baik agar Rey kembali padanya. Dengan begitu ia bisa balas dendam pada Danisa dan keluarganya yang sudah tidak tahu terimakasih, pada Rey yang mengkhianatinya, dan demi mendapatkan kembali sumber pemasukannya.
Bel berbunyi.
__ADS_1
Segera Amanda membukakan pintu. Terlihat tubuh Rey disangga oleh dua pria berwajah Asia Timur. Amanda mempersilahkan mereka masuk dan membaringkan Rey di kamar di hotel itu.
Kedua pria itu keluar setelah membantu Amanda melucuti semua pakaian yang Rey kenakan.
Amanda menyiapkan sebuah tripod dan menaruh ponselnya di sana. Ia memposisikan kameranya untuk mengambil gambar Rey yang kini berbaring tak sadarkan diri di tempat tidur tanpa sehelai pakaianpun, hanya selimut putih yang menutupi hingga ke pinggangnya.
Setelah semua persiapan selesai, Amanda mulai melucuti pakaiannya sendiri. Ia merangkak dan masuk ke dalam selimut. Ia mulai berpose di sebelah Rey, seakan ia tertidur setelah melakukan aktivitas panas bersama dengan mantan suaminya itu.
Setelah dirasa cukup, ia mematikan rekaman videonya. Selanjutnya ia akan ambil video tersebut dalam bentuk foto.
Amanda kembali masuk ke dalam selimut. Di dekapnya tubuh Rey. "Kenapa aku baru sadar kalau kamu ternyata setampan ini, Rey." Gumamnya, tangannya mulai menyentuh lembut wajah Rey.
Sentuhan Amanda pada wajahnya membuat Rey terbangun. Pelan-pelan ia membuka matanya dan tertegun melihat Amanda di sampingnya, terlebih karena Amanda tak menggunakan apapun.
"Kamu udah bangun, Sayang?" Sapa Amanda lembut.
Sontak Rey bangkit dari posisi berbaringnya. Ia mulai menyadari bahwa ia tak menggunakan sehelai benangpun.
"Kamu gak inget barusan kita udah bernostalgia? Kamu masih sama seperti dulu. Ganas di atas ranjang." Amanda melontarkan kata-kata bernada sensu^l dengan nada yang dibuat manja.
Rey panik sekali. Tapi ia mencoba untuk tenang dan memutar kembali kejadian yang terjadi. Ia hanya ingat, setelah minum kopi, ia tak sadarkan diri dan terbangun dalam keadaan seperti ini. Ia yakin sekali tak melakukan apapun dan hanya tertidur.
"Aku kangen sama kamu, Sayang." Amanda menaruh dagunya di pundak polos sang mantan suami. "Ternyata kamu juga belum lupain aku. Aku seneng banget." Disentuhnya lengan Rey hingga ke pergelangan tangannya.
Saat Amanda akan menautkan jari-jarinya diantara jari-jari Rey, lelaki itu segera menghindar. Ia meraih bathrobe yang terlipat di nakas dan memakainya.
Tangannya bergetar saat menalikan tali pada jubah mandi itu. Ia tak percaya kini lagi-lagi ia sudah terjebak dalam jebakan yang diciptakan oleh sang mantan istri.
"Rey..."
"DIAM KAMU, PEREMPUAN MUR^HAN!!" Ditatapnya Amanda dengan bengis. Ia tak pernah semarah ini sebelumnya. Baginya, kali ini Amanda benar-benar sudah kelewatan.
Amanda sendiri begitu terkejut, pasalnya selama ini Rey tak pernah mengatainya seperti itu, sekalipun ia tahu apa yang diperbuat Amanda di belakangnya.
__ADS_1
"Perempuan mur^han?" Kedua matanya mulai berair. "Kamu gak pernah bilang itu sama aku selama ini, Rey! Kamu selalu berkata manis sama aku!" Sebutir air mata yang susah payah Amanda keluarkan akhirnya menetes di pipinya, berharap Rey akan luluh dengan air mata palsu itu.
"Beraninya kamu menjebak aku." Kedua tangan Rey mengepal kuat. Jika ia berhadapan dengan pria, mungkin ia sudah mendaratkan pukulannya.
"Menjebak apa? Kita barusan ngelakuinnya, kayak dulu. Masa kamu gak inget?"
"Aku gak bodoh, Man. Kamu kerjasama dengan Watanabe Toshi itu lagi 'kan?"
"Aku gak..."
"CUKUP MANDA!" Rey tak bisa menghentikan kobaran amarahnya. "Kamu udah bener-bener gak termaafkan. Harusnya kamu bahagia udah lepas dari aku! Selama ini, ini 'kan yang kamu mau? Kamu bisa hidup bebas dan berhubungan dengan lelaki manapun yang kamu mau! Tapi kenapa kamu masih aja ganggu kehidupan aku?!"
Amanda menatap pada Rey dengan berlinang air mata. "Kamu yang jahat, Rey! Kamu tahu gak, walaupun aku berhubungan dengan banyak pria tapi cinta aku cuma sama kamu! Sedangkan kamu? Kamu cerai-in aku, kamu nikah sama keponakan aku sendiri! Keponakan yang udah gak tahu dirinya ngerebut kamu dari aku!"
"TERSERAH! Aku udah cape nanggepin pemikiran kamu yang gak normal itu! Aku akan bikin perhitungan sama kamu. Lihat aja, Manda. Aku gak akan tinggal diam sekarang."
Rey membawa pakaiannya ke arah kamar mandi.
"Aku juga gak akan tinggal diam!" Teriak Amanda, membuat Rey yang akan membuka pintu kamar mandi menghentikan langkahnya. "Aku gak akan ngebiarin kamu bahagia sama Danis. Gak akan pernah Rey! Aku cinta sama kamu. Kita harus bersama lagi. bahkan tadi kita udah ngelakuinnya lagi dan...."
Sontak Rey berbalik. "KITA GAK NGELAKUIN ITU!" Rey ketakutan luar biasa. Seingatnya ia tak melakukan apapun dengan Amanda. Tapi ia tak terlalu yakin, apalagi melihat reaksi Amanda yang begitu emosional.
"Kamu gak inget? Tapi kita beneran udah ngelakuinnya barusan." Ucap Amanda lirih. "Sekarang bahkan aku udah lepas !UD, Rey."
Sontak Rey terdiam mematung.
Amanda beringsut dari tempat tidur dan berjalan mendekat pada Rey. "Aku akan kasih kamu anak, Rey. Seperti yang selama ini kamu pengen. Maafin aku karena baru sadar sekarang kalau aku cinta sama kamu dan pengen bahagiain kamu."
"Enggak... aku gak mau anak dari kamu..." Rey menggelengkan kepalanya tak ingin percaya.
"Kenapa enggak, Sayang. Itu yang selalu kamu pengen 'kan?" Amanda meraup kedua pipi Rey. "Ayo kita kembali lagi kayak waktu awal pernikahan dulu, Rey. Kita akan hidup bahagia bertiga sama anak kita nanti. Kamu masih bisa cerai sama Danis dan kembali sama aku."
Rey sontak menghempaskan kedua tangan Amanda. "Kamu gila. Aku gak bodoh, Manda. Kamu gak akan pernah hamil anak aku."
__ADS_1