
Owen dan Larissa tengah berpikir keras bagaimana cara agar Bryan kembali ke sisi Larissa. Setelah beberapa saat berpikir, akhirnya Owen memiliki ide cemerlang.
"Aku tahu kita harus berbuat apa" ujar Owen.
"Bagaimana?" tanya Larissa.
"Pertama kita harus mencari tahu siapa wanita yang telah merebut hati Bryan darimu" ujar Owen.
"Kedua, kita cari tahu asal usulnya, dan kita buat dia tersiksa saat bersama Bryan agar dia memilih untuk menjauhi Bryan" lanjut Owen lagi.
"Maksudnya kita harus membuntuti Bryan?" tanya Larissa.
"Iya, jika memang benar dia sudah punta wanita lain, dia pasti akan menemui wanita itu" ujar Owen.
"Aku setuju, seperti biasa kamu sangat pintar" puji Larissa seraya memegang pipi Owen.
Owen yang menangkap pergerakan tangan Larissa segera membalas. Lelaki itu memulai ciuman panas di bibir Larissa yang merah. Mereka menghabiskan malam panas bersama dengan perasaan membara.
*********
Paginya Seira hendak bekerja seperti biasa. Bryan tengah menunggu kekasihnya di depan kontrakan Seira. Dia melihat kecantikan Seira yang semakin hari semakin terpancar.
"Pagi Nona Seira" ledek Bryan.
"Pagi Pak supir, kamu sudah sarapan?" tanya Seira.
"Belum, aku sengaja belum sarapan agar bisa sama-sama" ujar Bryan tanpa malu-malu.
Seira tersipu malu mendengar ucapan Bryan. Wanita itu segera memalingkan wajahnya agar tidak terlihat oleh Bryan. Mobil mereka berjalanan menuju tempat sarapan sebelum berangkat kerja.
"Nanti kamu masih jemput aku?" tanya Seira saat sedang menyantap sarapan.
"Iya dong, bagaimana kalau nanti sore kita kencan?" tanya Bryan.
"Baiklah, kemana kita akan pergi?" tanya Seira.
"Aku ingin berkencan di alam terbuka, bagaimana kalau kita memancing?" tanya Bryan.
"Memancing? boleh juga, aku mau kita memanggang iga juga" ujar Seira.
"Oke, nanti aku akan mempersiapkan semuanya" ujar Bryan.
Setelah sarapan pagi Bryan segera mengantar Seira ke tempat kerjanya. Lelaki itu memastikan Seira masuk ke kantor dengan aman dan ia juga bergegas ke ke tempat kerjanya.
Seira naik ke lift yang tengah berisi seorang pria tampan. Pria itu tidak berhenti memandangi Seira yang cantik. Seperti dihipnotis sesuatu, lelaki itu merasa telah jatuh cinta pada pandangan pertama pada wanita yang baru saja ia temui.
Seira yang merasa risih saat dipandangi oleh pria di sampingnya segera menjauh sedikit. Dia mengira laki-laki itu tengah menguntitnya.
"Apa jangan-jangan dia laki-laki suruhan Papa" ujar Seira dalam hati.
"Kamu hendak ke lantai berapa?" tanya pria itu.
"Lantai empat" ujar Seira singkat.
__ADS_1
"Aku juga, kita sama-sama ke lantai empat" jawab pria itu.
"Perkenalkan aku William" ujar pria itu.
Seira merasa nama William pernah ia kenal. Nama itu begitu familiar ditelinganya, Seira mengingat kembali dimana ia mendengar nama itu.
"Seira" jawab Seira dingin.
Sesampainya di lantai empat Seira dan William keluar secara bersamaan. Seira mengira laki-laki ini mengikuti dirinya.
"William akhirnya kamu datang juga" ujar wanita yang mengaku namanya Juliet.
"Hai Miranda" ujar William.
"Kalian datang barengan?" tanya Miranda lagi.
"Tidak kami jumpa di lift" jawab Willian.
"Dia itu William, anggota inti yang tidak hadir kemarin" ujar Miranda kepada Seira.
"Oh, pantas saja namanya familiar" ujar Seira menahan malu.
"Wah, kita satu divisi" ujar William senang.
"Senang berjumpa denganmu, kedepannya kita akan sering bertemu" lanjut Willian mengangkat tangannya untuk bersalaman.
"Iya, aku juga" jawab Seira.
Saat makan siang Miranda mengajak teman satu timnya untuk makan bersama. Seira yang sungkan untuk menolak akhirnya ikut dengan mereka.
"Aku tinggal di jalan X" ujar Seira.
"Kamu tinggal sendiri atau bersama orangtua?" tanya William.
"Sendiri" jawab Seira.
"Wah enaknya, berarti lain kali kita bertemu di rumah Seira saja" ujar William.
"Kalian ini, Seira kan jadi canggung" ledek Pak Anton.
"Haha tidak apa-apa Pak, kalian bisa datang kapanpun kalian mau" ujar Seira.
"Yeee" sambut Miranda dan Willian seraya tos tangan satu sama lain.
"Kamu pasti dari keluarga kaya" ujar Romeo blak-blakan.
"Haha tidak" jawab Seira kaku.
"Bagaimana tidak seluruh pakaian yang kamu gunakan itu branded" ujar Romeo yang tahu membedakan barang asli dan KW.
"Ini ku beli dengan murah" ujar Seira yang tidak menyangka Romeo mengenali barang-barang yang ia gunakan.
"Kamu kepo sekali, Seira jadi tidak enakan" ujar William mengingatkan.
__ADS_1
"Iya maaf, aku hanya penasaran" ujar Romeo menyudahi.
*******
Sore harinya Bryan menjemput Seira di depan kantornya. Dia telah menyiapkan alat pancing, alat panggang, dan tenda. Lelaki itu tidak sabar untuk menikmati kencanya dengan Seira.
"Wah Seira dijemput mobil mewah" ujar Miranda kepada Romeo.
"Sudah ku bilang Seira itu kaya, aku pandai melihat harga pakaian yang digunakan orang" ujar Romeo.
"Wah, kalau dia kaya kenapa harus memilih perusahaan cabang seperti ini" ujar Miranda.
"Kamu tidak pernah mendengar orang kaya gabut?" ledek Romeo.
"Wah bisa jadi, Seira sungguh hebat" jawab Miranda.
Bryan dan Seira tiba di tempat pemancingan terkenal di kota. Pertama Bryan mendirikan tenda terlebih dahulu untuk tempat mereka berteduh. Kemudian Dia memasang alat panggang dan mengeluarkan sosis, ig, ramen, dan sayuran. Setelah itu Bryan memasang dua pancing untuk dirinya dan Seira.
Seira duduk disamping Bryan dengan memegang satu pancing. Dia baru sadar bahwa pria itu begitu memesona. Seira tidak menyangka Bryan mempersiapkan semuanya dengan begitu cepat. Seira tertangkap sedang menatap wajah Bryan langsung berpaling setelah ketahuan oleh lelaki itu.
"Aku begitu memesona bukan" ujar Bryan pada Seira.
"Biasa saja" jawab Seira gengsi.
"Kamu tidak boleh berbohong" ujar Bryan lagi.
"Memangnya kenapa kalau kamu ganteng?" tanya Seira.
"Kamu tidak berniat untuk membuka hatimu padaku?" balas Bryan dengan pertanyaan.
"Haha aku tau kamu cuma bermain-main" ujar Seira.
"Pasti banyak wanita disekelilingmu" lanjut Seira lagi.
"Kamu cemburu?" tanya Bryan.
"Nggak tuh, aku tidak suka pria tebar pesona" ledek Seira.
"Oh ya, tapi aku sudah memesona tanpa tebar pesona" jawab Bryan bercanda.
"Dasar narsis" ledek Seira.
*********
Owen tengah berbincang dengan orang suruhannya yang telah mengikuti Bryan beberapa hari ini. Dia ingin tahu wanita mana yang berhasil merebut hati Tuan muda yang dingin itu.
"Ini Tuan owen, saya memotret kebersamaan Tuan Bryan dengan gadis ini" ujar pria suruhan seraya memberikan sebuah foto.
"Cari tahu siapa wanita ini, bekerja dimana dan tinggal dimana" ujar Owen.
"Baik Tuan, saya akan mengabari Tuan mengenai wanita ini.
"Ya sudah kamu boleh pergi" ujar Owen.
__ADS_1
Owen segera menghubungi Larissa perihal wanita baru Bryan. Dia tidak ingin menunggu lama lagi untuk menghancurkan wanita yang telah merusak rencana mereka.