One Night One Love

One Night One Love
Bab 42 : Sorotan


__ADS_3

Bryan dan Seira bersiap siap akan membantu Freddin untuk memilih baju pernikahan mereka. Laura ingin Seira membantunya tampil menjadi pengantin wanita tercantik dan membuat semua hadirin terpesona.


Seira juga membantu mengurus undangan dan suvenir untuk acara pernikahan Freddin yang sudah dekat. Acara pernikahan itu dipercepat sebelum perut Laura membesar agar ia tetap cantik tanpa perut buncit.


"Berarti acaranya minggu depan sayang?" tanya Bryan.


"Iya sayang aku akan memilihkan baju couple terbaik untuk kita" ujar Seira.


"Wah kamu memang gercep sayang" puji Bryan.


Seira juga memilihkan jas terbaik yang akan digunakan oleh Papanya di acara pernikahan Freddin. Seluruh tamu undangan di list dengan baik agar tidak ada yang terlewatkan. Tak lupa Seira juga mengundang teman sekantornya yang hanya satu divisi dengannya di acara pernikahan.


Seira hanya mengundang Pak Anton selaku ketua divisi, Miranda, dan juga William yang bernama asli Thomas. Pak Anton dan Miranda sangat kaget ketika tahu identitas asli Seira. Mereka berjanji tidak akan membocorkan hal itu ke siapa pun.


"Kamu benar-benar puteri keluarga Wilson?" tanya Miranda kaget.


"Haha iya minggu depan Adikku akan menikah dengan puteri keluarga Andreans, kamu datang ya dengan Pak Anton, ini undangannya" ujar Seira.


"Kamu gak undang Romeo?" tanya Miranda.


"Aku takut dia semakin cemburu kalau tahu identitas asliku, kalian rahasiakan dari semua orang ya" pinta Seira.

__ADS_1


"Kamu tenang saja Ra, aku berjanji akan merahasiakan ini, kamu sudah percaya padaku hingga mengundangku" ujar Miranda senang.


"Aku juga mengundang William, kalian bertiga yang menjadi perwakilan kantor" ujar Seira.


Miranda sangat senang mendengar William ikut ke pesta pernikahan Adik Seira. Setelah resign dari kantor William tidak pernah terlihat lagi dan Miranda sangat merindukannya.


"Kamu bakal ketemu William aku tahu kamu pasti sangat merindukannya karena dia sudah resign dari kantor kita" ujar Seira mengerti.


"Memang kamu yang paling paham tentang aku" ujar Miranda memeluk Seira.


Pak Anton juga senang di undang oleh Seira dan berjanji untuk tidak mengungkapkan identitas Seora. Pak Anton tidak sabar akan bertemu orang-orang penting di pesta itu dan menemukan relasi baru.


Saat Seira mengundang William atau Thomas, dia diantar oleh Bryan ke rumahnya. Thomas senang dengan kedatangan Seira, akan tetapi raut wajahnya berubah saat melihat Bryan juga ikut menemani Seira.


"Maksud kamu apa Wil?" tanya Seira tidak mengerti.


"Untuk sementara kamu berhati-hari dulu dengan dia, nanti setelah semuanya jelas aku akan memberitahu semuanya padamu" ujar William mengingatkan.


"Kamu apaan sih, aku percaya sama dia, Bryan itu pacarku" ujar Seira mulai marah.


"Ini undangan nikahan Adik aku, kalau kamu ada waktu datang ya" ujar Seira memberikan undangan itu.

__ADS_1


"Adik kamu?" tanya William.


"Iya kenapa? mau ledekim Adiknya duluan nikah dari Kakaknya?" ujar Seira lagi.


"Nggaklah, aku cuma ingin tahu Adikmu siapa?" tanya William.


"Aku cuma punya satu Adik, namanya Freddin bisa-bisanya kamu gak baca berita" ujar Seira.


"Berita pernikahan Adikmu udah beredar ya?" tanya William.


"Iya karena dia penerus keluarga kami" jawab Seira.


"Berarti kamu bakal terkenal juga dong dan di sorot?" tanya William.


"Nggak, aku gak akan berada dalam sorotan" kawab Seira.


"Ya sudah aku akan datang" ujar William.


Setelah undangan diberikan Bryan dan Seira pamit pulang. Bryan merasa ada yang tidak beres dengan percakapan mereka.


"Tadi William bilang apa ke kamu sayang?" tanya Bryan.

__ADS_1


"Bukan apa-apa kok sayang, cuma nanya tentang pernikahan Adikku" jawab Seira berbohong.


__ADS_2