One Night One Love

One Night One Love
Bab 41 : Kesempatan


__ADS_3

Herman berlahan sadar saat pengaruh bius mulai habis. Saat dia bangun pria itu sudah dikelilingi oleh Thomas dan anak buahnya. Thomas akan mencaritahu kebenaran dari kasus narkoba ini.


"Kamu sudah bangun" ujar Thomas.


"William?" ujar Herman mengenal salah satu karyawannya.


"Kamu kaget?" tanya Thomas.


"Kamu kan karyawan saya William, kenapa kamu lakukan ini" ujar Herman seraya berusaha melepas ikatan tangannya.


"Aku hanya menyamar menjadi karyawan anda, perkenalkan saya Thomas dari keluarga Wesly, keluarga yang telah kamu jadikan kambing hitam untuk pembelian narkobamu" ujar Thomas memperkenalkan identitas aslinya.


"Kamu putera keluarga Wesly?" tanya Herman takut.


"Iya, sekarang kamu harus menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi sebelum kami membun*hmu" ujar Thomas kejam.


"Jangan bunuh saya, saya akan menceritakan semua dan mengakui kejahatan saya" ujar Herman.

__ADS_1


"Sekarang cepat beritahu" desak Thomas.


"Sebenarnya saya perlu membeli narkoba dalam jumlah besar untuk menjualnya ke klien-klien PIV perusahaan kami, satu-satu cara teraman dengan menggunakan nama kalian keluarga Wesly sebagai mafia ternama, jadi saya berusaha memakai cap stempel keluarga kalian tanpa ketahuan" jelas Herman.


"Wah wah wah, bisa-bisa nya kamu berpikir seperti itu" ujar Thomas mulai marah.


"Apa keluarga Wijaya ikut serta dalam aksi ini?" tanya Thomas.


"Tidak, Tuan Wijaya bahkan tidak tahu kelakuan saya, dan dia jangan sampai tahu saya mohon" ujar Herman memohon.


"Jangan saya mohon Tuan Thomas, saya akan melakukan apapun, jika Tuan Wijaya tahu dia tidak akan mau menjadikan puteri saya menantunya" jelas Herman.


"Menantu? maksud kamu Larissa? kamu mimpi apa Bryan akan mau dengan puterimu, dia sudah punya kekasih bernama Seira" ujar Thomas tidak tahu tentang masa lalu Bryan dan Larissa.


"Tuan mungkin tidak tahu kalau puteri saya Larissa merupakan mantan terindah Tuan Bryan, mereka sudah lama berpacaran dan putus saat di luar negeri" jawab Herman.


"Kamu berbohong, jangan buat alasan" ujar Thomas.

__ADS_1


"Saya bersumpah Tuan, dulu Tuan Bryan sangat menyukai puteri saya sampai-sampai akan melamarnya" jelas Herman lagi.


"Menarik, jika memang ceritamu ini benar Bryan akan kewalahan menghadapi situasi ini, berarti dia pura-pura tidak mengenal Larissa di depan kami, hahahahahaha, sepertinya Seira bisa ku rebut" ujar Thomas.


"Kasih saya kesempatan untuk membuat Tuan Bryan kembali dengan puteri saya Tuan, nona Seira bisa Tuan miliki seutuhnya" ujar Herman akhirnya mengerti bahwa Thomas menyukai Seira.


"Kamu yakin bisa melakukan itu?" tanya Thomas.


"Saya janji Tuan, jika saya gagal Tuan bisa menangkap saya" ujar Herman meyakinkan.


"Baiklah aku akan beri kamu satu kesempatan, jauhkan Bryan dari Seira dan buat puterimu menikahi Bryan, kalau kamu berhasil aku akan melupakan kesalahan mu mencuri cap stempel keluarga kami, tapi kalau kamu gagal kamu akan habis di tangan kami" ujar Thomas melihat peluang untuk mendapatkan pujaan hatinya.


"Baik Tuan kesempatan ini tidak akan saya sia-siakan Tuan, saya berjanji" ujar Herman.


Herman akhirnya di lepaskan dengan perjanjian. Dia akan menjalankan misi yang diberikan Thomas sebagai ganti kejahatannya. Dia harus berhasil menyelesaikan misi jika ia ingin selamat.


"Terimakasih Tuan saya tidak akan mengecewakan kesempatan yang telah Tuan berikan" ujar Herman seraya pergi dari markas itu.

__ADS_1


__ADS_2