
Seira bersiap-siap dengan dandanannya yang anggun dan memakai dress yang cantik saat perta pernikahan Adiknya. Dia sangat bahagia Freddin sudah menemukan wanita yang tepat untuknya. Terlebih lagi wanita itu adalah Laura wanita yang ia sayangi seperti Adik sendiri.
"Kamu cantik sekali sayang" ujar Bryan mesra.
"Kamu bisa aja ya menggombalnya" jawab Seira tersenyum.
Acara itu sungguh megah dan dihadiri oleh orang-orang penting di perusahaan. Para pejabat juga turut hadir selaku teman dari Ayah Seira. Ayah Bryan juga hadir untuk memberikan selamat dan hadiah pada penerus keluarga Wilson.
"Wah bertemu lagi calon menantu" ujar Ayah Bryan.
"Haha iya Om, jangan lupa menikmati hidangannya Om" ujar Seora pada Ayah Bryan.
"Jangan panggil Om, tidak enak di dengar, panggil Papa saja" ujar Ayah Bryan.
"Haha iya Pa" jawab Seira kikuk.
William juga datang bersama bawahannya dan memberikan selamat pada Seira dan Freddin. Miranda datang bersama Pak Anton dan berpapasan dengan William yang tidak lagi bekerja di kantor cabang karena misi nya telah selesai.
"William" sapa Miranda.
"Hai Miranda apa kabar?" tanya William senang.
"Aku baik, kamu sendiri gimana kabarnya sejak resign?" tanya Miranda penasaran dengan kehidupan William.
__ADS_1
"Aku baik-baik saja" jawab William.
"Sekarang kamu kerja dimana?" tanya Miranda penasaran.
"Aaa aku bekerja di perusahaan layanan jasa bodygurad" jawab William agar Miranda tidak terlalu curiga dan kaget jika ia menjawab yang sebenarnya bahwa ia ketua mafia terkenal.
"Wah pantas saja badan kamu bagus, kamu cocok juga ya kerja sebagai bodyguard" ujar Miranda polos tidak tahu apa-apa.
"Haha iya kamu benar sekali, ayo kita nikmati hidangannya" ajak William melainkam topik pembicaraan.
Pak Anton sudah menikmati hidangan sedari tadi seraya mencari atasannya. Dia tidak melihat Pak Herman di wilayah pesta. Dia mengira Pak Herman akan di undang karena dia merupakan ketua cabang perusahaan.
"Apa Pak Herman tidak di undang oleh Seira ya" batin Pak Anton.
"Hai Bryan" sapa William.
"Thoma" jawab William sedikit terkejut.
"Kamu pasti bosan berada di pesta seperti ini" ujar William yang bernama asli Thomas.
"Ya begitulah, terlalu ramai" jawab Bryan.
"Boleh aku bertanya sesuatu padamu?" tanya Thomas tanpa basa-basi lagi.
__ADS_1
"Silahkan kamu mau tanya apa?" tanya Bryan sedikit penasaran.
"Apa benar kamu punya masa lalu dengan Larissan teman sekantor kami?" tanya Thomas.
Wajah Bryan langsung pucat pasi dan begitu kaget mendengar ucapan dari Thomas. Dia tidak mengira Thomas akan tahu secepat ini. Bryan mengira bahwa Larissa pasti membocorkan rahasia itu padanya.
"Melihat reaksimu aku anggap jawaban mu iya" ujar Thomas lagi.
"Dia hanya masa lalu, hanya ada Seira di dalam hatiku" ujar Bryan.
"Kenapa kamu menipu kami semua?" tanya Thomas lagi.
"Aku hanya ingin menyelesaikan suatu masalah agar Seira tidak salah paham pada kami" ujar Bryan memikirkan bayi yang disebutkan oleh Larissa.
"Permasalahan apa itu?" tanya Thomas.
"Untuk saat ini aku belum bisa memberitahumu, setelah semuanya jelas aku akan mengungkapkan semuanya" jawab Bryan.
"Aku akan mengungkapkannya pada Seira kalau kamu masih menyembunyikannya dalam waktu yang lama" ancam Thomas.
"Aku berjanji akan menyelesaikannya secepat mungkin" jawab Bryan.
"Beri aku waktu" pinta Bryan lagi.
__ADS_1