One Night One Love

One Night One Love
Bab 39 : Tidak Disangka


__ADS_3

William mendatangi Romeo untuk membahas lebih lanjut masalahnya dengan Seira. Dia ingin memperjelas apa yang sebenarnya terjadi. Diam-diam Miranda mengetahui hal itu dan berniat membantu William.


"Aku akan membantumu" ujar Miranda.


"Gak usah, ini akan membahayakan mu" ujar William.


"Aku tahu dimana rumah Romeo, kita bisa diam-diam masuk untuk mencari bukti kenapa Romeo melakukan hal itu pada Seira" ujar Miranda.


"Baiklah tapi kamu harus tetap menjaga keselamatanmu, ayo kita pergi" ajak William.


Mereka pergi ke rumah Romeo yang diarahkan oleh Miranda. Setelah memastikan rumah itu kosong dan Romeo sedang di kantor, mereka akhirnya menerobos masuk. Betapa kagetnya Miranda dan William melihat hal itu. Berjejer foto William di dinding kamar Romeo. Dia memberi stiker love di setiap foto William.


Melihat hal itu William begitu merinding dan jijik. Begitu pula dengan Miranda yang melihat hal itu menjadi ketakutan. Dia tidak habis fikir Romeo menyukai sesama jenis. Terlebih-lebih pria yang disukainya ada William teman kantor mereka. Miranda menyadari bahwa dia dan Romeo memiliki selera yang sama yaitu William.


"Bagaimana bisa aku bersaing dengan laki-laki" bathin Miranda.


William segera membongkar laci meja Romeo dan menenukan banyak barangnya yang hilang. Dasi, pulpen, dan kacamata William yang sempat hilang ternyata berada di laci.


"Wah benar-benar mengerikan, Romeo benar-benar tidak tertebak" ujar Miranda.


"Kamu benar bagaimana mungkin dia menyukai seorang pria" tambah William.


"Sepertinya kita sudah mendapatkan jawaban tanpa menggali lebih dalam" ujar Miranda.


"Apa itu?" tanya William belum mengerti.


"Romeo melakukan semua ini pada Seira karena cemburu, kamu menyukai Seira secara terang-terangan" ujar Miranda cerdas.


"Kamu benar sangat masuk akal, itu kemungkinan yang paling benar" ujar William.


Mereka segera ke kantor setelah membereskan kembali rumah Romeo yang mereka acak. Sepanjang perjalanan William merinding memikirkan dirinya yang disukai oleh pria.


"Kamu tidak apa-apa?" tanya Miranda yang diam-diam menyukai William.


"Aku tidak apa-apa aku hanya kesal selama ini tidak ada yang menyukaiku, sekalinya ada yang suka malah seorang pria" ujar William mengeluh.

__ADS_1


"Kata siapa tidak ada yang menyukai mu?" tanya Miranda.


"Bukankah begitu?" tanya William lagi.


"Aku menyukaimu, sangat menyukai kekonyolanmu" ujar Miranda tersenyum.


William terdiam mendengar pengakuan Miranda yang tiba-tiba. Dia mendapatkan dua kejadian mengagetkan hari ini. Bagaimana bisa dua teman sekantornya menyukai dirinya. Sedangkan wanita yang ia sukai tidak menyukainya.


"Aku tahu kok kamu suka pada Seira, tapi begitulah terkadang, tidak semua yang kita sukai menyukai kita, Seira juga sudah punya seseorang dihatinya, sama sepertimu yang menyukai Seira" ujar Miranda bijak.


William membenarkan kalimat yang keluar dari mulut Miranda. Bebar saja kita tidak mungkin selalu mendapatkan apa yang kuta inginkan begitu saja. Selalu saja ada tidak cocok nya sampai kita lelah untuk mencari yang sempurna.


*********


William kembali mencari siapa gerangan dalang dari kasus narkoba ini. Setelah lama pencarian nya dan anggota tim nya yang berpura-pura menjadi karyawan mereka akhirnya mendapatkan titik terang. Seorang bawahannya berhasil meguping pembicaraan Ketua cabang saat bertelepon.


"Siapa ketua cabang itu?" tanya William.


"Dia Ayah dari Larissa Tuan" ujar sang bawahan.


"Ayah Larissa yang dulu bekerja disini?" tanya William memastikan.


"Selidiki lebih lanjut pria ini ikuti dia kemanapun tanpa ketahuan, serta temukan buktinya" perintah William.


"Baik Tuan akan kami lakukan" ujar bawahan itu.


Keesokan harinya Seira kembali ke kantor dan bekerja seperti biasa. Romeo memperhatikannya seperti ingin mengucapkan sesuatu. Melihat hal itu Seira mendatangi Romeo tanpa rasa takut, dia tidak ingin lari lagi dari masalah.


"Ada apa?" tanya Seira.


"Aku mau meminta maaf" ujar Romeo malu.


"Untuk apa?" tanya Seira memperjelas.


"Aku hanya sedikit kesal padamu saat itu, kamu cantik dan juga berbakat, semua orang menyukaimu" ujar Romeo.

__ADS_1


"Kamu akan mengulanginya lagi?" tanya Seira tegas.


"Tidak, aku berjanji tidak akan melakukan hal itu lagi padamu" ujar Romeo.


"Baiklah kalau begitu aku terima perminta maafan mu" jawab Seira begitu baik.


Melihat Seira sedang berbicara dengan Romeo, Miranda segera datang. Dia mengira Romeo akan kembali menyakiti Seira. Dia menarik tangan Seira dan mengajaknya pergi untuk berbicara di tempat yang sepi.


"Kamu kenapa masih berbicara dengannya? kamu tidak takut?" tanya Miranda.


"Setiap orang pasti pernah melakukan kesalahan Mir, dia sudah menyesal melakukan itu padaku" ujar Seira.


"Kamu tahu kenapa dia melakukan itu?" tanya Miranda lagi.


"Tidak, memangnya kenapa?" tanya Seira.


"Dia menyukai William Ra, Romeo tahu William menyukaimu jadi dia tidak suka" ujar Miranda cemas.


"Maksud kamu dia homoseksual?" tanya Seira kaget.


"Iya dia penyuka sesama pria, semua foto-foto William kami temukan di kamarnya" ujar Miranda.


"Bukan hanya foto, barang-barang William yang hilang kami temukan di lacinya" lanjut Miranda lagi.


"Astaga kenapa begitu menakutkan" ujar Seira mulai takut.


"Makanya kamu harus hati-hati kedepannya, tidak ada yang tahu apa yang akan terjadi" nasehat Miranda.


"Baiklah aku akan lebih berhati-hati kedepannya, terimakasih sudah membantuku Mir, padahal kamu juga suka pada William" ujar Seira tersenyum.


"Ha? kamu tahu?" tanya Miranda heran.


"Itu terlalu jelas, tentu saja aku tahu" ujar Seira lagi.


"Jangan katakan pada siapa-siapa" ujar Miranda.

__ADS_1


"Kamu tenang aja, mungkin suatu hari nanti William akan sadar dan membuka hatinya untuk mu" ujar Seira menenangkan.


"Iya semoga saja, aku sangat menantikan hari itu" ujar Miranda.


__ADS_2