One Night One Love

One Night One Love
Bab 60 : Kehamilan Seira


__ADS_3

Freddin menemui Bryan dan ingin bertanya tentang apa yang sebenarnya terjadi antara dia dan kakaknya. Melihat kedatangan Freddin membuat Bryan merasa heran. Apa mungkin Freddin tidak tahu bahwa dia dan Seira sudah putus. Mungkin saja Seira belum memberi tahukan hal ini kepada keluarga nya.


"Ada apa Fredddin?" tanya Bryan.


"Kamu lagi berantam dengan Seira?" tanya Freddin.


"Berantam? sepertinya Freddin tidak tahu bahwa kami sudah putus" ujar Bryan dalam hati.


"Memangnya apa yang dikatakan Seira?" tanya Bryan pura-pura seakan mereka belum putus.


"Jujur saja aku sudah tahu semuanya" ujar Freddin.


"Semuanya? apa maksud Freddin" tanya Bryan lagi dalam hati.


"Apa yang kamu ketahui?" tanya Bryan.


"Semuanya, bahkan aku tahu kalian berkelahi pasti gara-gara Kak Seira hamil, harusnya sebagai laki-laki yang baik kamu harus tanggung jawab dan menikahinya" ujar Freddin mulai marah.


"Hamil? aku tidak mengerti apa yang dibicarakan oleh Freddin" ujar Bryan kaget tapi dia hanya mengucapkan dalam hatinya.


"Bagaimana kamu tahu Seira hamil?" tanya Bryan pura-pura lagi agar dia tahu apa yang sedang terjadi.


"Laura menemukan tespack garis dua di laci meja kamarnya, sudah pasti itu miliknya, kamar itu tidak ada yang menempati selain dirinya" ujar Freddin lagi.


Bryan terdiam mendengar ini semua, dia berusaha tenang dan memikirkan jalan keluarnya. Dia tidak menyangka Seira tidak memberitahu kehamilannya pada Bryan.


"Aku mau bertanggung jawab dan menikahi Seira, tapi Kakak mu lah yang tidak mau menikah denganku" ujar Bryan lagi agar Freddin membujuk Seira.


"Ooo ternyata itu yang terjadi, berarti Kak Seira yang tidak mau menikah?" tanya Freddin mulai menurunkan suaranya.

__ADS_1


"Iya dia yang sedang marah padaku, aku mohon kamu membujuk dia agar mau menikah denganku" pinta Bryan.


"Baiklah, urusan itu serahkan oada kami, kalau begitu aku pergi dulu" ujar Freddin.


Freddin kembali ke mobil, Laura yang tengah menunggunya segera bertanya. Sejak tadi Laura sudah penasaran ingi mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.


"Kamu kok lama sekali sih sayang disana, aku penat di mobil nungguin kamu" ujar Laura.


"Ternyata bukan Kak Bryan yang tidak ingin menikah" ujar Freddin.


"Ha, berarti maksud kamu Kak Seira yang tidak mau menikah?" tanya Laura kaget.


"Iya sayang, kita harus bagaimana" tanya Freddin.


"Tenang sayang, aku akan mencoba membujuk Kak Seira" ujar Laura.


"Iya sayang, tapi jangan sampai Kak Seira marah ya" ujar Freddin lagi.


Sesampainya di rumah Laura mencari Seira di kamarnya. Akan tetapi Kak Seira tidak terlihat di setiap sudut ruangan rumah. Laura segera menghubungi Seira melalui ponselnya.


"Halo Kak, Kakak dimana?" tanya Laura.


"Kakak masih di kantor Lau, ada apa?" tanya Seira.


"Kapan Kakak pulang?" tanya Laura.


"Sore ini, kenapa Lau?" tanya Seira lagi.


"Aku ingin kita ngopi bareng Kak, sudah lama sekali kita tidak duduk sambil bercerita" ujar Laura.

__ADS_1


"Ya sudah nanti sore kita bertemu di Cafe X ya" ujar Seira menuruti kemauan adik iparnya.


"Baik Kak, sampai jumpa disana" ujar Laura bersemangat.


********


Bryan yang mengetahui kehamilan Seira segera menemui wanita itu. Saat melihat Seira sudah keluar dari kantornya, Bryan segera keluar dari mobil dan mengejar Seira.


"Lepaskan Bryan apa yang kamu lakukan" ujar Seira.


"Kenapa kamu tega tidak memberitahuku?" tanya Bryan dengan mata berkaca-kaca.


"Memberi tahu apa lagi?" tanya Seira marah.


"Kamu bahkan tidak memberitahu kehamilan mu Ra, aku benar-benar tidak mengerti lagi harus berbuat apa" ujar Bryan begitu frustasi.


"Apa urusannya denganmu" ujar Seira kaget Bryan mengetahui hal itu.


"Urusannya? itu anak kita Ra" jawab Bryan.


"Urus saja anak mu dengan Larissa" ujar Seora marah.


"Larissa sudah mengakui semuanya, dia sudah mengakui bahwa anak itu milik Owen, selingkuhannya saat berpacaran denganku, aku benar-benar tidak melakukan hal itu padanya" ujar Bryan mulai menangis.


"Apa aku harus percaya, semua yang kamu ucapkan itu kebohongan" ujar Seira.


"Kamu bisa bertanya dengan dia secara langsung, aku akan memenangkan kasus perbutan kuasa anaknya, Owen hendak mengambil hak asuh milih Larissa, dia meminta tolong padaku untuk membantunya di pengadilan, sebagai imbalannya dia akan memberitahu semua kebenaran padamu" ujar Bryan.


"Aku tidak akan percaya sampai hari itu tiba" ujar Seira.

__ADS_1


"Aku akan membuktikan semuanya Ra, aku akan membersihkan nama baikku dan kembali padamu dan anak kita" ujar Bryan berjanji.


"Ya sudah kalau begitu lakukan, jika kamu sudah berhasil baru temui aku lagi" ujar Seira seraya pergi meninggalkan Bryan.


__ADS_2