One Night One Love

One Night One Love
Bab 49 : Menutup Pintu


__ADS_3

Seira meninggalkan Cafe itu dengan tatapan kosong. Sepanjang perjalanan dia hanya memikirkan bagaimana ia harus menghadapi Bryan. Seira sudah tidak sanggup bertemu dengan pria itu setelah tahu semuanya.


Akan tetapi Seira juga ingin mendengar cerita dari pihak Bryan. Bisa saja Larissa mempermainkan dirinya. Akan tetapi dia benar-benar tidak sanggup bertemu pria itu.


Seira segera menghubungi Thomas karena pria itu pernah memperingatinya. Sepertinya Thomas tahu sesuatu tentang Bryan dan Larissa.


"Halo Seira ada apa kamu tumben telpon aku" ujar Thomas.


"Aku ingin bertanya sesuatu ayo kita bertemu terlebih dahulu" ujar Seira.


Thomas segera menemui Seira dan menenangkan wanita itu. Setelah Seira cukup tenang Thomas mulai bertanya apa yang terjadi pada gadis itu.


"Thomas kamu pasti tahu sesuatu tentang Bryan dan Larissa teman kantor kita kan" ujar Seira.


Thomas terdiam sejenak dan mengingat janji Herman akan memisahkan Seira dengan Bryan. Sepertinya Herman dan Larissa sudah mulai bertindak. Thomas yang juga menginginkan Seira tentu saja akan membantu rencana ini.


"Jadi kamu sudah tahu" jawab Thomas.


"Kenapa kamu tidak memberitahu aku?" tanya Seira marah.

__ADS_1


"Aku takut kamu tidak akan percaya padaku, kamu kan sangat menyayangi Bryan" jawan Thomas.


"Aku harus bagaimana Thomas, aku sangat menyayanginya" ujar Seira mulai menangis.


Thomas tidak tega melihat wanita yang dicintainya menangis karena pria lain. Dia segera menenangkan Seira dan memberikan saran.


"Kamu jangan nangis Ra, kamu itu terlalu baik untuk seorang Bryan" ujar Thomas.


"Tapi aku sangat mencintainya" jawab Seira.


"Lupakan dia Ra, kamu harus bisa melupakan pria seperti itu" lanjut Thomas lagi.


"Aku berjanji akan membahagiakan mu, tolong kamu juga pertimbangkan diriku" ujar Thomas mengakui perasaannya.


"Aku tidak bisa Thomas, perasaan ku padanya sudah begitu dalam" bantah Seira.


"Aku akan membantumu melupakannya" ujar Thomas.


Setelah Seira sedikit tenang, Thomas mengantarkan wanita itu pulang ke kontrakannya. Ternyata Bryan sudah menunggu di depan kontrakan Seira karena wanita itu tidak menjawab panggilan telepon dari Bryan.

__ADS_1


"Seira kamu dari mana saja" ujar Bryan yang tidak senang melihat Seira diantar oleh Thomas.


"Kenapa kamu tidak menjawab telponku" ujar Bryan lagi.


Seira hanya diam berjalan menuju pintu rumahnya. Dia mengunci pintu itu saat Bryan belum masuk ke dalam rumahnya. Melihat pintu di kunci Bryan mengetuk pintu itu berkali-kali dan memanggil Seira.


"Seira buka pintunya kamu kenapa" ujar Bryan.


Tidak ada jawaban sama sekali, Bryan menghampiri Thomas dan menanyakan apa yang terjadi. Dia menarik kerah Thomas dan mengeraskan suaranya.


"Kamu apakan Seira" ujar Bryan seraya mengangkat kerah baju Thomas.


"Harusnya kamu tahu diri" jawab Thomas seraya melepas cengkraman Bryan dengan kasar.


Thomas pergi meninggalkan Bryan yang kebingungan. Dia tidak tahu apa yang terjadi pada Seira. Tidak biasanya Seira bersikap seperti itu padanya. Semalam mereka baik-baik saja tanpa ada masalah diantara mereka.


Firasat Bryan tidak tenang dan dia memerintahkan bawahannya untuk mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi. Setelah itu Bryan masih berusaha mengetuk pintu Seira yang tak kunjung dibuka.


Bryan tetap menunggu di luar seraya mengetuk pintu kembali. Sesekali Bryan menelepon Seira dan tentu saja tidak diangkat. Bryan juga mengirimkan pesan pada Seira dan tidak dijawab oleh wanita itu.

__ADS_1


__ADS_2