One Night One Love

One Night One Love
Bab 30 : Ingin menikah


__ADS_3

Pagi hari yang cerah untuk kesekian kalinya Bryan menjemput kekasihnya. Seira yang tengah siap segera keluar dan naik ke mobil Bryan.


"Pagi Nona cantik" ujar Bryan.


"Pagi Tuan muda" ledek Seira.


"Kamu sudah sarapan?" tanya Bryan seraya mengecup kening kekasihnya.


"Udah, kamu gimana?" tanya Seira lagi.


"Aku juga sudah kamu tenang saja" jawab Bryan.


Sesampainya di kantor Seira kembali dengan rutinitas kerja kantor. Sudah dua hari Larissa tidak terlihat lagi di kantor. Dikabarkan dari rumor yang beredar Larissa sudah kembali ke luar negeri. Mendengar hal ini Seira sedikit lebih tenang saat kembali ke kantor perusahaan cabang.


"Pagi Seira" ujar William dengan senyuman manis.


"Pagi Wil" jawab Seira singkat.


"Kamu seperti menghindariku" ujar William.


"Masih pagi kalian sudah bermesraan" ujar Miranda.


"Aku tidak bermesraan dengannya" bantah Seira.


"Dia menghindariku" rengek William.


"Willian sebaiknya kamu berhenti" nasehat Miranda.


"Dia sudah punya pacar" lanjut Miranda lagi.


Tanpa mereka bertiga ketahui, Romeo sangat kesal melihat pemandangan itu. Dia sangat cemburu dan amarahnya tidak tertahankan lagi.


*Plot Twist*


Foto-foto terpajang rapi di dinding kamar seorang pria yang terlihat baik. Dia adalah Romeo, teman sekantor Seira. Pria itu tengah mengoleksi foto seseorang dan sangat obses padanya.


Terlihat foto seorang pria sedang tersenyum, minum kopi, sedang bekerja, sedang tidur, dan sedang memotokopi file. Masih banyak lagi foto-foto pria yang sama yang di tempel di kamar pria itu.


Foto itu adalah wajah seorang pria yang tidak lain adalah William. Sejak hari pertama William datang ke kantor, Romeo telah jatuh hati padanya. Benar saja Romeo bukan pria normal dan dia menyukai sesama jenis.


Dia sangat bahagia saat tahu dia satu divisi dengan pria tampan yang sangat baik. Pria itu mudah tersenyum dan ramah ke semua orang. Sikapnya yang mudah bersosialisasi membuat Romeo sangat tergila-gila pada William.


Sejak kedatangan Seira, kehidupan Romeo mulai tidak bahagia. Romeo sadar bahwa William menyukai Seira dan sangat memperdulikannya.


Setiap melihat Seira, Romeo ingin menyakitinya dan membuatnya lenyap. Walaupun Seira tidak menyukai William tidak membuat kekhawatiran Romeo hilang. Dia merasa Seira adalah saingan terberatnya. Semenjak kedatangan Seira Romeo tidak begitu banyak berbicara lagi.


William juga sudah jarang berbicara dengan Romeo setelah Seira hadir di kantor. Merasa miliknya telah direbut membuat Romeo tidak sungkan-sungkan untuk menyakiti Seira.

__ADS_1


Romeo sempat menguping pembicaraan Seira dengan Larissa. Saat itu Romeo sadar bahwa Larissa juga sangat membenci Seira. Romeo ingin bekerjasama dengan Larissa untuk menyingkirkan Seira. Tetapi sudah dua hari Larissa tidak terlihat lagi di kantor. Romeo memutuskan untuk menunggu Larissa dan bekerjasama dengan gadis jahat itu.


*********


Laura tengah makan siang bersama pacarnya. Freddin dengan mesra memotong steak milik Laura agar wanita itu bisa makan langsung tanpa memotong terlebih dahulu.


"Kapan kita akan menikah?" tanya Laura.


Mendengar pertanyaan dari kekasihnya membuat Freddin hampir saja tersendak. Dia tidak menyangka Laura akan melontarkan pertanyaan ini secepat mungkin. Terlebih lagi mereka berdua memiliki saudara yang belum menikah.


"Kak Seira belum menikah sayang" ujar Freddin.


"Kak Kevin juga belum, kita jodohkan saja mereka" ujar Laura memberikan saran.


"Kak Seira sudah dekat dengan Bryan dari keluarga Wijaya" ujar Freddin menjelaskan.


"Baguslah ayo kita usulka agar mereka lebih cepat menikah" usul Laura.


"Kenapa kamu sangat ingin menikah cepat sayang?" tanya Freddin.


"Aku tidak mau menunda kebahagiaan" ujar Laura.


"Aku juga begitu, tapi sebaiknya kita nikmati dulu kencan kita" pinta Freddin.


Laura kesal dan kembali menikmati makanannya. Dia ingin segera menikah dan punya anak. Salah satu cita-cita Laura sejak kecil adalah memiliki anak kembar yang lucu. Dia tidak ingin menyia-nyiakan masa suburnya dan ingin segera menikah.


"Baiklah aku mengerti, kita akan tunggu sebentar lagi" ujar Laura akhirnya mengalah.


"Kamu yakin kan Kak Bryan akan datang?" tanya Laura.


"Iya aku yakin" jawab Freddin seraya mengambil brokoli.


"Dia pria yang seperti apa?" tanya Laura lagi.


"Hemmn menurutku dia cukup dewasa dan bertanggung jawab" jawab Freddin.


"Syukurlah kalau begitu, aku sedikit tenang" ujar Laura lagi.


"Kenapa begitu?" tanya Freddin.


"Bukan apa-apa" jawab Laura tersenyum.


Malam harinya saat mengunjungi kediaman Seira, Freddin dan Laura membawakan bahan masakan. Seira dan Bryan sudah menunggu mereka di teras rumah. Melihat kedatangan Adiknya, Seira sangat bahagia dan memeluk keduanya.


"Perkenalkan ini Laura, ini pacar Kakak namanya Bryan" ujar Seira saling memperkenalkan keduanya.


"Bryan" ujar Bryan tersenyum seraya menjabat tangan Laura.

__ADS_1


"Laura Kak" ujar Laura juga tersenyum dan menjabat tangan Bryan.


"Kakak benar-benar tampan seperti yang aku dengar" puji Laura.


"Oh ya, terimakasih banyak" jawab Bryan tersipu.


Seira dan Laura segera ke dapur dan memasak makan malam mereka. Freddin berbincang-bincang dengan Bryan tentang urusan pekerjaan.


"Mereka terlihat akrab Kak" ujar Laura.


"Iya, mereka sudah bertemu beberapa kali" jawab Seira.


"Aku punya sesuatu untuk dibicarakan pada Kakak" ujar Laura.


"Ada apa Laura sayang" ujar Seira.


"Aku dan Freddin sudah jadian Kak" ujar Laura.


"Astaga ini benar-benar suatu kejutan" ujar Seira senang.


"Kakak begitu senang punya Adik ipar sepertimu Laura" puji Seira seraya memeluk Laura.


"Aku juga bersyukur memiliki Kakak ipar yang baik seperti Kakak" jawab Laura seraya memeluk Seira juga.


"Wah akhirnya hati Freddin tahkluk padamu, sejak SMP kamu sudah mengejarnya bukan" ujar Seira seraya memotong wortel.


"Iya Kak, aku juga tidak menyangka kami akan bersama pada akhirnya" ujar Laura seraya mengupas kentang.


"Baguslah, berarti semuanya tidak ada yang sia-sia" ujar Seira lagi.


"Kakak bagaimana dengan Kak Bryan?" tanya Laura penasaran.


"Kami sudah berpacaran secara resmi, kami akan segera bertunangan" ujar Seira bercerita.


"Oh ya? itu sangat bagus Kak" ujar Laura sangat senang.


"Kamu sangat bersemangat Laura" ujar Seira tersenyum.


"Iya Kak, aku senang Kakak bertunangan dan segera menikah" ujar Laura.


"Kenapa begitu?" tanya Seira lagi.


"Kita tidak boleh menunda kebahagiaan Kak, aku juga ingin segera menikah dengan Freddin" ujar Laura tulus.


"Kamu ingin segera menikahi bocah itu?" tanya Seira kaget.


"Iya Kak, aku ingin membangun sebuah keluarga, Kakak tahu sendiri kalau aku tidak bahagia di rumah, aku punya Ibu tiri yang tidak menyayangiku" ujar Laura sedih.

__ADS_1


"Papaku juga hanya menyukai Kbu tiriku, dia sudah melupakanku" lanjut Laura lagi.


"Laura itu tidak benar sayang, Papamu akan selalu menyayangimu" ujar Seira kembali memeluk Laura yang bersedih.


__ADS_2