
"Kamu ngapain masih di sini?" tanya Laura kesal.
"Aku mau berbicara serius" jawab Freddin.
"Cepat aku gak ada waktu" ujar Laura cuek.
"Ra, sebenarnya aku sudah suka sama kamu, mungkin aku gak sadar karena selama ini kita hanya sebatas sayang Kakak Adik, tapi sekarang aku sadar perasaan itu berubah jadi cinta" ungkap Freddin.
"Kamu mau kan jadi pacar aku?" tanya Freddin serius.
Laura diam sejenak menatap Freddin yang sedang serius terhadapnya. Entah bagaimana dia tidak tahu lagi apa yang dia rasakan. Dia sudah terbiasa di tolak Freddin sedari kecil. Laura tidak bisa merasakan lagi dimana cintanya pada Freddin karena selalu berujung penolakan.
"Maaf, aku gak bisa" jawab Laura.
"Kita seperti biasa saja" lanjut Laura seraya meninggalkan Freddin di ruang tamu sendirian.
Mama Tiri Laura diam-diam mendengar percakapan mereka. Dia tidak menyangka laki-laki yang dulu Laura kejar-kejar di tolak mentah-mentah oleh Laura.
"Dia serius menolak laki-laki dari keluarga Wilson" guman Mama tiri Laura.
Mama Tiri Laura segera melaporkan hal itu kenapa suaminya Andreans. Dia tidak mau kesempatan emas bisa bergabung dengan keluarga Wilson menjadi sia-sia.
"Kamu yakin Laura menolak?" tanya Andreans.
"Iya sayang, Laura menolak Freddin" jawab Sang Mama tiri.
"Tidak mungkin, dari dulu Laura sangat menyukainya dan mengejarnya" jelas Andreans.
"Iya aku tahu, makanya aku kaget dia menolak Freddin" lanjut Mama tiri lagi.
"Kenapa kamu sangat khawatir dengan penolakan Laura? biarkan dia menentukan pilihannya" ujar Andreans.
"Bagaimana bisa kita menolak berbesan dengan keluarga Wilson, perusahaan kita akan maju pesat kalau makin dipererat dengan penerus Wilson" jelas Mama tiri Laura.
"Kamu tidak perlu mengkhawatirkan perusahaan, itu sudah cukup besar" ujar Papa Laura tidak setuju.
Mama Tiri kesal mendengar respon dari Papa Laura yang tidak sesuai harapannya. Dia kemudian pergi ke kamar tanpa sepatah katapun.
*********
Seperti biasa Seira diantar ke kantor oleh Bryan. Sebelum berangkat ke kantor mereka sarapan bersama terlebih dahulu. Seira menikmati perjalanannya dengan pria yang di jodohkan dengannya.
Sesampainya di kantor Seira segera naik ke atas dan bertemu rekan-rekannya. William menyapanya dengan hangat, tak lupa senyuman manis dari William juga merupakan pemandangan pagi yang indah.
__ADS_1
Tanpa Seira sadari Larissa sudah merubah rencananya untuk menghancurkan Seira. Karena cara kekerasan tidak berhasil, Larissan akan menggunakan cara licik dan mendekati Seira.
"Seira maafkan perbuatanku semalam ya, kamu mirip dengan seseorang yang merebut milikku, tapi aku sadar itu bukan salahmu" ujar Larissa menjumpai Seira ke mejanya dengan wajah merasa bersalah.
"Aku mirip dengan musuhmu?" tanya Seira yang mengira Larissa tulus.
"Iya, kamu maafin akh kan?" pinta Larissa memohon.
"Iya gapapa, kamu pasti kesal setiap melihat wajah ku karena kami begitu mirip" ujar Seira prihatin.
"Nanti kita makan siang bersama ya" ujar Larissa lagi.
"Iya, nanti kita pergi dengan yang lainnya juga" jawab Seira.
Yang tidak Seira sadari, Larissa mendekatinya untuk menusuknya secara halus. Larissa akan menceritakan masa lalunya yang kelam dengan mantan yang pacarnya sekarang mirip dengan Seira. Tanpa Seira sadari itu adalah dirinya sendiri.
"Saat aku kuliah di Amsterdan aku berkencan dengan pria baik" ujar Larissa memulai percakapan saat makan siang, dia sengaja pura-pura curhat.
"Sekarang masih?" tanya Miranda.
"Kami sudah putus, sekarang dia sudah bersama wanita lain" jelas Larissa.
"Kenapa bisa begitu?" tanya Romeo lagi.
"Mantan pacarmu sangat kaya?" tanya Miranda.
"Sangat kaya, dia anak tunggal penerus perusahaan" ujar Larissa lagi.
Seira tidak sadar bahwa dirinya lah yang sedang dideskripsikan oleh Larissa. Dia tidak merasa dirinya matre ataupun merebut pacar orang. Jadi Seira tidak tahu maksud dari pembicaraan Larissa tadi yang ditujukan padanya.
"Kamu sudah punya pacar Seira?" tanya Larissa mulai melancarkan aksinya.
"Belum" jawab Seira singkat.
"Pasti sudah, pacarmu juga pasti sangat kaya, aku sering melihat Larissa dijemput mobil mewah saat pulang kantor" jelas Miranda.
"Oh ya?" tanya Larissa memanaskan suasana.
"Kamu sok tahu sekali" ujar William pada Miranda.
"Aku serius aku melihatnya beberapa kali dengan Romeo" ujar Miranda jujur.
"Bagaimana Seira apa itu benar?" tanya Larissa.
__ADS_1
"Dia hanya temanku" jawab Seira yang tidak mungkin menjelaskan pacar pura-puranya.
"Begitu ya kalian pasti sangat dekat sampai-sampai dia sering menjemputmu" tanbah Larissa lagi.
Jam makan siang hampir habis dan mereka kembali mengerjakan pekerjaan mereka masing-masing. Setelah jam kantor selesai Seira keluar dan hendak pulang, lagi-lagi Bryan sudah menunggu di depan. Seira takut rekannya melihat hal itu dia segera berlari ke mobil dengan cepat.
"Kenapa kamu berlari begitu?" tanya Bryan heran melihat Seira begitu buru-buru.
"Bukan apa-apa, ayo segera pergi" pinta Seira.
Mobil Bryan berjalan menuju arah yang berbeda dengan rumah Seira. Wanita itu kaget Bryan tidak mengantarnya langsung ke rumahnya.
"Jalan rumahku bukan dari sini" ujar Seira.
"Kita tidak langsung pulang" ujar Bryan.
"Kita mau kemana?" tanya Seira.
"Ke bioskop" jawab Bryan.
"Tumben" ujar Seira lagi.
"Kita harus memaksimalkan kencan kita" jawab Bryan.
Sesampainya di bioskop Bryan dan Seira membeli popcorn dan masuk ke ruangan yang isinya hanya mereka berdua. Seira yang melihat hal itu tertawa kecil melihat Bryan.
"Kamu tidak perlu memesan satu ruangan untuk kita berdua, aku tidak apa-apa kalau bergabung dengan yang lain" ujar Seira sedikit tertawa.
"Aku lebih nyaman seperti ini, hanya ada kita berdua" jawab Bryan.
"Terserah deh" jawab Seira pasrah.
Seorang pegawai bioskop datang membawa sebuah bunga dan kotak kalung ke ruangan mereka. Seolah-olah memberi isyarat sang pegawai akhirnya keluar.
Bryan memberikan bunga mawar yang indah juga kalung yang berada dalam kotak untuk Seira. Wanita itu sangat kaget melihat surprise yang diberikan Bryan. Seira tidak menyangka Bryan seromantis itu padanya.
Bryan memasangkan kalung ke leher Seira yang jenjang. Seira mencium bunga yang diberikan Bryan dab tersenyum senang. Bryan tiba-tiba mencium kening Seira yang membuat jantung wanita itu berdebar tidak karuan.
"Love you Sharon Diandra Wilson" bisik Bryan ke telinga Seira.
Seira malu untuk menjawab pernyataan cinta yang begitu tiba-tiba dari sang Tuan Muda. Setelah beberapa detik menunggu dia akhirnya menjawab dengan cara yang sama.
"Love you too Bryan Vero Wijaya" bisik Seira ke telinga Bryan.
__ADS_1
Bryan mulai mencium mesra bibir Seira yang indah. Wanita itu juga tidak menolak dan merespon baik ciuman mesra itu. Dia tidak kuasa menolak perlakuan romantis yang diberikan Bryan kepadanya.