
Seira terbangun dengan muka sembab. Suara ketukan dari pintu menyadarkannya dari mimpi buruk yang kembali datang.
"Non, makan malam sudah siap Non" ujar pelayan.
"Tuan sudah menunggu Nona di ruang makan" lanjut pelayan itu lagi.
"Iya saya segera turun" ujar Seira malas.
Perbedaan tinggal di kontrakan dengan di rumah utara sangat terlihat bedanya. Makan harus teratur dan pola hidup sehat. Seira terbiasa memakan mie instan dengan jam makan yang tidak teratur di kontrakannya dulu.
Setelah selesai berganti pakaian Seira segera turun. Terlihat Ayah nya sedang menunggunya sembari menontot berita terkini dari tabletnya. Melihat puterinya sudah turun Tuan Wilson segera menghentikan aktivitasnya.
"Ayo makan dulu" ujar Tuan Wilson.
"Iya Pa" jawab Seira seraya duduk di samping Ayahnya.
Hidangan hari ini sangat enak sesuai dengan makanan kesukaan Seira. Wanita itu tersenyum karena tahu ini merupakan rencana Ayahnya.
"Seafood?" tanya Seira tersenyum.
"Bukannya kamu suka seafood?" tanya Ayah.
"Tentu saja aku suka, selamat makan Papa" ujar Seira.
Selesai makan Tuan Wilson segera membahas tentang perusahaan pada puterinya. Seira akan mulai bekerja besok.
__ADS_1
"Papa aku mau jadi karyawan biasa aja dulu, aku tidak mau langsung ke atas" ujar Seira.
"Kenapa sayang?" tanya Tuan Wilson.
"Seira udah belajar beberapa hal dari perusahaan cabang sebelumnya, kalau Papa mau Seira akan memegang perusahaan cabang kita" ujar Seira.
"Kamu mau di cabang bukan di perusahaan inti?" tanya Tuan Wilson kaget.
"Hanya untuk beberapa bulan Pa, agar aku bisa menilai yang mana pekerja yang baik yng mana yang makan gaji buta" ujar Seira mulai tegas.
"Baiklah kalau begitu sayang" jawab Ayahnya.
*****
Keesokan harinya Seira bekerja sebagai penanggung jawab kantor cabang perusahaan milik Ayahnya. Ternyata mantannya dan selingkuhannya menjadi anak magang disana.
"Lihat deh bukannya itu mantan kamu ya?" tanya Vera pada Bara.
"Oh iya kamu benar, ngapain dia disini?" tanya Bara.
"Ayo kita samperin, mungkin dia juga anak magang disini kayak kita, mungkin dia baru masuk kita lebih senior dari dia" ajak Vera.
Bara hanya mengikuti perkataan Vera seperti pembatu dan majikan. Mereka mulai melabrak Seira seperti yang biasa mereka lakukan.
"Aduh siapa ini, kayak kenal" ledek Vera.
__ADS_1
"Ini kan mantan kamu yang miskin itu" lanjutnya lagi.
"Ngapain kamu disini?" tanya Bara.
"Aku gak ada waktu buat ladeni kalian" jawab Seira.
"Halah anak magang baru aja sok, kita aja udah lama magang di kantor ini" ujar Vera menyombongkan diri.
"Oh ya? kenapa ya kalian bisa dipekerjakan di kantor ini!" ujar Seira kesal.
"Maksud kamu apa?" tanya Vera tidak terima.
"Pasti seseorang membantu orang yang gak berkualitas seperti kalian masuk ke sini, siapa yang mendukung kalian?" pancing Seira.
"Tidak ada tuh, kami masuk karena kecerdasan kami" jawab Vera tidak mau mengaku.
"Oh ya aku kira kalian punya orang dalam yang bisa kalian banggakan, ternyata cuma anak magang biasa" ujar Seira tidak mau menyerah untuk memancing Vera agar jujur.
"Kamu jangan salah ya, Kakak sepupu aku ketua divisi disini" ujar Vera akhirnya keceplosan mengatakan orang dalamnya.
"Hahah awas aja kalian bakal di pecat beserta orang dalam kalian" ujar Seira dalam hati.
"Ohh ketua divisi bagus dong, selamat ya kalian punya orang dalam" ujar Seira.
"Kamu pasti sudah putus sama pacar mu kan, makanya kamu pindah tempat kerja?" tebak Vera ingin menghujat Seira habis-habisan.
__ADS_1
"Udah dulu ya jam makan siang habis untuk ladeni orang gak penting seperti kalian" jawab Seira seraya meninggalkan keduanya.