One Night One Love

One Night One Love
Bab 20 : Merebut Kembali


__ADS_3

Owen mendapat panggilan dari luar negeri pagi ini. Pengasuk anaknya mengabari kondisi terkini anak mereka yang masih bayi. Sudah tiga tahun sejak kehamilan awal Larissa tepat dengan keputusannya saat putus dengan Bryan. Bayi itu perempuan dan berparas cantik seperti ibunya. Larissa sangat menyayangi Zelyn puterinya bersama Owen. Walaupun Zelyn lahir dari hasil perselingkuhannya dengan Owen tidak mengurangi rasa sayangnya sama sekali.


"Nona Zelyn baik-baik saja Tuan, sekarang dia sudah bisa berjalan" ujar sang pengasuh.


"Syukurlah, bulan depan kami akan menjenguk Zelyn pastikan kamu merawatnya dengan baik" ujar Owen menutup telepon.


"Bagaimana kabar Zelyn?" tanya Larissa yang baru saja selesai mandi.


"Dia baik-baik saja sayang, kamu harus segera ke kantor dan menyingkirkan wanita itu" ujar Owen mengingatkan.


"Tentu saja, aku akan membuat perhitungan pada Seira dan mendapatkan hati Bryan kembali" jawab Seira.


Owen mengantarkan Larissa ke kantor setelah mereka selesai sarapan. Sesampainya di kantor Larissa langsung mencari Seira dan mengajaknya untuk makan malam dengannya.


"Seira nanti malam dinner yuk" ujar Larissa menyusun rencana jahatnya.


"Kenapa kamu tiba-tiba mengajak makan malam?" tanya Seira tidak mengerti.


"Bagaimanapun kita sudah dekat, kita harus merayakannya" ujar Larissa lagi.


"Haruskah?" tanya Seira memastikan lagi.


"Pliss kamu ikut ya" rengek Larissa lagi.


Setelah di bujuk habis-habisan oleh Larissa akhirnya Seira mengalah dan ikut untuk acara makan malam nanti. William diam-diam mendengar percakapan mereka merasa ada yang janggal. Lelaki itu merasa aneh kenapa Larissa hanya mengajak Seira dan bukan seluruh rekan kantor mereka. Terlebih-lebih Larissa juga sempat berbuat jahat pada Seira sebelumnya.


Diam-diam William mengikuti pergerakan Larissa yang mencurigakan. Saat istirahat makan siang Larissa pergi ke pintu darurat untuk menghubungi Owen. Wanita itu tidak sadar bahwa William mengikutinya dari belakang dan menguping pembicaraannya.


"Kamu tenang saja semua sudah beres, wanita itu sudah setuju untuk makan malam bersama nanti" ujar Larissa pada Owen dari telepon.


"Bagus sayang kamu memang hebat, kita tidak boleh gagal" jawab Owen dari telepon yang tidak bisa di dengar oleh William.


"Jangan sampai rencana kita nanti malam gagal, tidak ada waktu lagi untuk menyingkirkan wanita ini" ujar Larissa dan menutup teleponnya.


Walaupun Larissa tidak menyebutkan nama wanita itu, William tahu bahwa yang ia maksud pasti Seira. Karema hanya Seira yang diajak untuk makan malam bersama dengan Larissa.


William buru-buru menemui Seira dan mengajaknya untuk menemaninya ke toko perhiasan. Dia akan beralasan Ibunya ulang tahun agar Seira tidak menolak.

__ADS_1


"Raaa, tunggu" panggil William di koridor.


"Kenapa Wil?" tanya Seira.


"Kamu ada acara nanti malam?" tanya William basa basi.


"Ada, aku ada janji makan malam bersama Larissa" ujar Seira pada William.


"Ra kamu harus temani aku, Ibuku ulang tahun dan dia ingin perhiasan, aku tidak terlalu mengerti tentang itu, kalian para wanita pasti lebih paham" pinta William.


"Bagaimana kalau kamu pergi dengan Miranda?" ujar Seira.


"Dia sedang sakit, tidak enak badan" jawab William mengada-ada.


"Besok gimana Wil?" tanya Seira segan membatalkan janjinya pada Larissa.


"Tidak bisa, Ibuku hari ini ulang tahun, tidak bisa ditunda lagi" ujar William.


"Aku tidak enak membatalkan janji dengan Larissa, bagaimanapun juga dia sudah membuat janji terlebih dahulu" ujar Seira bingung.


"Bagaimana kalau kita pergi setelah aku makan malam sebentar? aku tidak akan lama" pinta Seira.


"Kamu berjanji tidak akan lama kan?" tanya William memastikan.


"Aku berjanji akan secepatnya, tidak akan lama" ujar Seira.


"Baiklah kabari aku kalau kamu sudah siap, aku akan menjemputmu" ujar William.


"Tapi ada satu syarat, kamu jangan beritahu Larissa bahwa kita akan pergi, buatlah alasan lain" ujar William takut Larissa mengubah rencananya karena tahu William akan ikut campur.


"Kenapa?" tanya Seira polos.


"Nanti dia sedih aku hanya mengajak dirimu dan bukan dia" jawab William asal-asalan.


"Bagaimana kalau dia ikut juga?" tanya Seira lagi tidak mengerti apa yang terjadi.


"Jangan, aku takut akan bingung jika ada dua pendapat wanita, lebih baik cukup satu aja, kamy aja ya" pinta William.

__ADS_1


"Baiklah aku setuju" jawab Seira.


Sorenya Seira dijemput oleh Bryan seperti biasanya. Kali ini Bryan membawakan ice cream untuk Seira nikmati sepulang kerja.


"Wah ice cream" ujar Seira saat masuk mobil dan melihat ada ice cream.


"Kamu pasti lelah habis bekerja makanlah" ujar Bryan mengelus kepala Seira.


"Kamu tahu sekali perasaanku" jawab Seira.


"Malam ini kita harus kencan" ajak Bryan.


"Tidak bisa, aku ada janji makan malam dengan teman kantor, besok saja kencannya" ujar Seira.


"Pasti laki-laki" ujar Bryan cembrut.


"Bukan, dia perempuan, sangat cantik" ujar Seira menenangkan.


"Baiklah aku percaya padamu, tapi aku yang harus mengantarkan mu kesana" tegas Bryan.


"Baiklah kalau begitu" jawab Seira tidak mau berdebat.


******


Owen dan Larissa menyiapkan rencana untuk makan malam. Pertama Larissa akan makan malam terlebih dahulu dengan Seira agar ia tidak curiga. Setelah itu mereka minum anggur yang sudah diberi sesuatu di gelas Seira. Serbuk itu akan membuat Seira kehilangan kesadarannya dan mabuk total. Setelah itu mereka akan membawa Seira ke hotel tempat pria yang sudah mereka siapkan. Seira akan difoto tanpa busana dengan pria itu dan mengirimkan hasil fotonya pada Bryan. Itu akan cukup membuat Bryan jijik padanya dan meninggalkannya layaknya seperti wanita murahan.


"Rencana yang sangat luar biasa" puji Larissa.


"Dengan begini dia akan kehilangan harga dirinya" tambah Owen lagi.


Mereka berdua tertawa bahagia dengan rencana yang sudah mereka siapkan dengan matang. Intindari rencana mereka adalah membuat Bryan meninggalkan Seira dan merebut hati Bryan lagi. Dengan tiadanya Seira akan mempermulus jalan Larissa untuk mendapatkan Bryan kembali ke sisinya.


"Awas saja kamu Larissa, tammat riwayatmu" guman Seira tersenyum jahat.


"Tentu saja sayang, kamu harus merebut hati mantanmu lagi dan menguras kekayaannya" ujar Owen jahat.


"Setelah kita berhasil mendapatkan harta Bryan, kita akan membesarkan anak kita dengan harta yang berlimpah" lanjut Larissa lagi.

__ADS_1


Mereka sangat jahat dan tidak punya perasaaan. Larissa memanfaatkan kebaikan hati Bryan padanya selama mereka berpacaran. Larissa hanya mengharapkan harta kekayaan yang dimiliki oleh Bryan. Dia tidak mencintai Bryan lagi dan bahkan muak padanya, tetapi dia berpura-pura tetap mencintainya karena harta pria itu sungguh banyak. Terlebih lagi dia adalah pewaris tunggak keluarga besar Wijaya.


__ADS_2