
Seira bergegas meninggalkan Bryan yang masih tidak bisa meninggalkan Seira. Dia tidak ingin Seira meninggalkan dirinya begitu saja. Ednan berlari lagi menuju ke arah Seira.
"Aku benar-benar tidak melakukan itu Ra, aku akan membawa kasus ini ke jalur hukum" ujar Bryan.
"Kalau begitu buktikan kepadaku kalau kamu benar-benar tidak bersalah" ujar Seira agar Bryan pergi dari hadapannya.
Setelah mengatakan itu Seira pergi dengan kecepatan tinggi. Bryan segera menghubungi kuasa hukumnya dan membahas tentang permasalahan ini.
"Baik Tuan saya segera ke ruangan anda" ujar pengacara itu.
Bryan segera kembali ke ruangannya untuk menemui pengaca itu. Dia tidak mau lagi mengikuti permainan kotor Larissa.
Di sisi lain Larissa yang sudah kebingungan mencari akal untuk selamat dari jalur hukum. Dia meminta Owen untuk mencari jalan keluar. Pria itu hanya diam tidak tahu harus berbuat apa. Hal ini membuat Larissa emosi dan putus asa.
"Kalau begini bukannya dapat harta kita hanya masuk penjara atas kasus pencemaran nama baik" ujar Larissa.
"Aku tidak tahu akan begini, kita kembali saja ke luar negeri" ujar Owen.
"Kaau begitu semuanya akan sia-sia" ujar Larissa.
"Mau bagaimana lagi kamu mau masuk penjara?" tanya Owen.
"Aaaaa kacau kacau, semua kacau aku harus apa" teriak Larissa marah.
__ADS_1
"Aku akan kembali kalau kamu tetap mau disini terserah" ujar Owen meninggalkan Larissa.
"Kalau kamu berani pergi kita akan putus" ancam Larissa.
"Putus? aku tidak peduli lagi, aku bahkan mulai bosan padamu" ujar Owen.
"Apa kamu bilang? kamu sudah kehilangan akal?" tanya Larissa sudah tidak dapat menahan amarahnya lagi.
"Kenapa? aku akan pergi membawa Zelyn, kamu akan hidup sendirian tanpa ada seorang pun disisi mu" ancam Owen.
"Owen awas saja kalau kamu berani menyentuh Zelyn apalagi membawa nya, aku akan memb*n*hmu" ujar Larissa.
"Aku tidak takut, aku sudah muak dengan sikap mu" jawab Owen kemudian pergi meninggalkan Larissa.
Wanita itu sangat putus asa hingga tidak tahu lagi harus berbuat apa. Dia segera pergi menuju kediaman Bryan untuk meminta pengampunan.
Walaupun Larissa wanita yang jahat, dia tetap menjadi Ibu yang baik. Larissa sangat menyukai Zelym puteri satu-satunya. Dia sangat bahagia setiap kali bersama Zelyn. Kini Owen ingin merebut Zelyn dari dirinya.
"Dimana Bryan" ujar Larissa pada sekretaris Bryan.
"Anda dilarang datang ke sini" ujar Sekretaris.
"Aku ingin mengatakan sesuatu kepadanya" ujar Larissa lagi.
__ADS_1
"Saya sudah ditegaskan untuk tidak mengizinkan anda masuk, silahkan pergi Nona Larissa" tambah Sekretaris itu lagi.
"Saya akan membantu dia balikan dengan Seira, katakan itu padanya" ujar Larissa yang sudah terdesak.
"Anda yakin?" tanya Sekretaris itu.
"Saya bersumpah Pak, tolong katakan itu pada Bryan" ujar Larissa lagi.
Sekretaris itu langsung menhubungi Tuannya dengan cepat. Beberapa menit kemudian Bryan mengangkat telepon dari Sekretaris itu.
"Ada apa?" tanya Bryan.
"Ini Tuan Muda, Nona Larissa ingin bertemu dengan anda" ujar Sekretaris itu.
"Sudah berapa kali saya bilang kalau dia datang segera suruh untuk pergi" ujar Bryan mulai kesal.
"Tapi Nona Larissa mengatakan bahwa dia bisa membuat Tuan kembali bersama Nona Seira" ujar Sekretaris itu lagi.
"Apa? tidak mungkin dia mengatakan itu" ujar Bryan lagi.
"Saya bersungguh-sungguh Tuan, Nona Larissa berkata seperti itu" jawab Sekretaris itu lagi.
"Ya sudah suruh dia masuk, katakan padanya untuk tidak macam-macam, saya sudah menemukan kuasa hukum saya" ancam Bryan.
__ADS_1
"Baik Tuan" ujar Sekretaris itu.
Larissa berjanji tidak akan macam-macam. Dia tahu bahwa Bryan sudah menemui kuasa hukumnya. Dia tidak ingin melawan Bryan lagi disaat ia sudah terdesak.