
Seira kembali keramas untuk kesekian kalinya. Bryan selalu meminta lagi dan lagi pada istri mungilnya itu. Hari ini mereka sepakat untuk kulineran dan mencoba masakan enak di Swiss.
"Kamu sudah selesai siap-siap sayang?" tanya Bryan.
"Sudah sayang" balas Seira.
Bryan membantu mengangkat barang-barang yang ingin Seira bawa ke mobil. Pria itu tidak membiarkan wanitanya kelelahan sedikit pun. Bryan juga menyiapkan sarapan yang akan mereka santap saat di perjalanan nanti.
"Kamu tidak boleh makan sembarangan ya, ingat kesehatan bayi kita sayang" ujar Bryan.
"Iya sayang kamu tenang saja" balas Seira.
"Sayang aku ingin makanan yang manis" ujar Seira.
"Ya sudah nanti kita cari makanan manis agar bisa kamu pilih" jawab Bryan.
Mereka menuju pusat kuliner di Swiss. Sepanjang perjalanan mereka sudah mencoba banyak jenis makanan yang berbeda.
********
Kevin tengah berkencan dengan Yuna di sebuah restoran mewah. Ternyata hari ini Kevin akan melamar wanita pujaannya itu.
Seorang pelayan membawa makanan yang tengah ditutup dengan tutup saji. Saat dibuka, terlihat sebuah cincin pertama yang sangat indah dan membuat mata Yuna berkaca-kaca. Yuna sangat terharu dengan lamaran tiba-tiba yang diberikan oleh Kevin.
"Yuna kamu mau kan menjadi partner sampai hari tua ku dan menghabiskan hidup bersama?" tanya Kevin.
"Iya aku mau" jawab Yuna tanpa berpikir lagi.
Seluruh pelayan restoran bertepuk tangan dan turut bahagia atas lamaran ini. Yuna memeluk erat Kevin yang mencintainya begitu tulusnya.
"Ibu kamu sudah tahu kalau kita akan menikah?" tanya Yuna saat mereka tengah menikmati makan siang itu.
"Sudah sayang, Ibu dan Ayah mendukung penuh" jawab Kevin.
"Kamu tahu kan adik tiri mu merupakan mantan pacarku?" tanya Yuna.
"Tahu, aku tidak peduli hal itu, sekarang hanya ada aku dan kamu" ujar Kevin.
"I love you" ujar Yuna tersenyum.
"Love you too" balas Kevin bahagia.
__ADS_1
Pulang dari restoran mereka menuju rumah Yuna. Sesampainya di rumah Yuna, Kevin merasa sangat tidak karuan karena ini kali pertama dia mengunjungi rumah wanita itu. Selama ini mereka hanya bertemu di Cafe milik Yuna.
"Kamu duduk dulu, aku ambilkan teh untuk kita" ujar Yuna tersenyum.
"Iya sayang" balas Kevin tersenyum juga.
Kevin berjalan melihat foto-foto kecil Yuna yang terpampang di seluruh ruangan. Wajah Yuna sudah cantik sejak kecil. Hidung mancung dan rambut panjang sudah melekat dari kecil.
"Kamu imut sekali sayang" ujar Kevin.
"Tentu saja, sejak kecil aku sering ditawari iklan di Televisi saat orangtua ku masih hidup" balas Yuna.
"Wah keren sekali" puji Kevin yang kemudian memeluk Yuna dari belakang.
Yuna terkejut dengan pelukan yang tiba-tiba dilakukan Kevin. Dia membalikkan wajahnya sehingga mereka saling bertatapan dengan dekat. Hidung mereka saling bersentuhan karena keduanya sama-sama mancung.
Kevin mulai mencium lembut kening Yuna san kemudian turun ke pipi. Setelah dari pipi ciuman itu berlanjut ke bibir merah milik Yuna.
Yuna tidak hanya berdiam diri saat bibir Kevin sudah bermain di bibirnya. Yuna membalas dengan gairah yang sama dan mengimbangi gerakan kecil. Kevin mulai melepaskan jaket yang ia pakai seraya ciuman yang semakin berani.
Yuna pun dimikian membantu Kevin melepaskan kancing kemejanya. Yuna menuntun arah kamarnya dan mulai mulai melepaskan pakaiannya helai demi helai. Mereka menikmati tidur siang yang panjang juga menggairahkan.
********
"Kamu suka punya anak perempuan sayang?" tanya Laura.
"Tentu saja sayang, akan aku rawat dengan sebaik mungkin" jawab Freddin seraya mencium kening istrinya.
Sama hal nya dengan Laura, Seira sudah melakukan USG dan mengetahui jenis kelamin anak mereka. Kandungan Seira sudah masuk enam bulan.
"Kita akan punya anak laki-laki sayang" ujar Seira senang.
"Aku sangat menantikan kehadiran anak kita sayang" ujar Bryan.
"Aku juga begitu sayang" balas Seira.
"Aku sudah tidak sabar bertemu dan berbicara dengan putera kita" ujar Bryan lagi.
"Dia belum bisa berbicara sayang" balas Seira
"Dia akan paham maksud dari perkataan Papanya" ledek Bryan.
__ADS_1
Saat mereka asik bercerita, ponsel milik Seira berbunyi. Seira mendapatkan kabar kalau Laura akan segera lahiran dan tengah di rumah sakit. Freddin mengabarinya dengan suara cemas.
"Kakak akan segera ke rumah sakit sekarang, kamu temani Laura kasih dia semangat" ujar Seira.
Seira dan Bryan segera bersiap-siap menuju rumah sakit. Ternyata hari ini Laura akan melahirkan puteri mereka dan akan menjadi keponakan dari Seira. Wanita itu tidak sabar berjumpa dengan keponakannya.
"Anak mereka pasti sangat cantik" ujar Seira saat di dalam mobil menuju rumah sakit.
"Tentu saja Freddin pria yang tampan dan Laura wanita yang cantik, keponakan kita sudah pasti cantik" ujar Bryan senang.
Beberapa menit kemudian mereka tiba di rumah sakit. Seira juga mengabarkan hal ini kepada Kevin dan Yuna. Mereka tengah dalam perjalanan ke rumah sakit.
"Bagaimana keadaan Laura?" tanya Seira pada Papa saat mereka tiba di rumah sakit.
"Dia masih berada di dalam, dokter masih mengoperasi" jawab Papa Seira.
"Freddin ada di dalam bersamanya kan" ujar Seira lagi.
"Iya sayang Freddin ada di dalam" jawab Papa.
Kevin dan Yuna juga tiba di rumah sakit setengah jam kemudian. Kevin terlihat cemas karena Adiknya tengah melahirkan. Yuna berusaha menenangkan kekasihnya itu.
"Laura pasti baik-baik saja Vin" ujar Yuna menenangkan.
Setelah beberapa saat dokter keluar dengan para perawat. Terlihat Freddin tengah menangis di samping Laura yang tidak sadarkan diri. Operasinya berjalan dengan lancar, Ibu dan anak sehat dan dalam kondisi yang baik.
"Sudah jangan menangis lagi" ujar Seira menenangkan adiknya.
Laura dipindahkan ke kamar dan di jaga oleh para keluarga. Ayah Laura memeluk lembut puterinya yang terbaring lemas. Freddin belum berhenti menangis dan memandangi puterinya yang lahir dengan baik.
Bayi itu terlihat cantik dan sepenuhnya mirip dengan Freddin. Dia tidak mirip dengan Laura di bagian wajah. Freddin menggendong bayi imutnya dan tersenyum. Sekarang dia sudah menjadi seorang Ayah yang baik.
"Selamat ya sayang" ujar Seira pada kedua adiknya.
Mereka semua memberi selamat dan semangat pada orangtua muda. Mulai sekarang Freddin dan Laura sudah resmi menjadi Ibu dan Ayah.
********
Tiga bulan kemudian Seira juga melahirkan anak laki-laki yang mirip dengan dirinya. Mata dan hidung bayi itu persis seperti dirinya. Akan tetapi pipi dan bibir sang bayi mirip dengan Papanya.
Lagi-lagi keluarga mereka diberi anugrah yang luar biasa. Sekarang keluarga Wilson dan Wijaya sudah bertambah personil. Keluarga mereka lebih sering berkumpul setelah kehadiran dua cucu imut yang saling berdekatan. Rumah lebih berisik dari sebelumnya dan mereka benar-benar menyukai hal itu.
__ADS_1