
Bryan sampai di kontrakan Seira setelah beberapa menit di perjalanan. Dia mengetuk pintu dan membunyikan bel kontrakan Seira. Setelah lama menunggu, tidak ada sahutan atas panggilan Bryan.
"Seira" ujar Bryan seraya mengetuk pintu.
"Mungkin dia sedang keluar membeli sesuatu" guman Bryan.
Bryan sengaja tidak menelepon Seira. Jika pria itu menghubungi Seira terlebih dahulu, wanita itu tidak akan pernah muncul karena malas bertemu dengan Bryan.
"Aku akan menunggu sampai dia pulang" ujar Bryan bersemangat.
Setelah satu setengah jam menunggu di depan Kontrakan Seira, sebuah mobil berhenti tepat di depannya. Bryan berdiri dan menunggu siapa yang akan keluar dari mobil tersebut.
Tampak Seira dan Kevin keluar berdua dari mobil tersebut. Laki-laki yang pernah dilihat oleh Bryan saat di restoran. Laki-laki yang memakai barang branded dari atas hingga bawah itu muncul lagi.
"Bryan, kamu ngapain di sini?" tanya Seira saat hendak masuk ke kontrakannya.
"Kamu dari mana aja?" tanya Bryan.
"Aku pergi dengan sahabatku" jawab Seira.
"Diaaa ...." ujar Kevin seraya menunjuk Bryan.
Kevin sadar bahwa dia pacar pura-pura yang diceritakan oleh Seira. Dia memperhatikan wajah Bryan dan memasang wajah tidak suka.
"Aku mau ngomong sesuatu berdua sama kamu" lanjut Bryan.
"Gak bisa, kalian ngomong aja di sini" sanggah Kevin tidak terima.
"Kevin kamu pulang aja dulu, kita udah pergi seharian" ujar Seira takut Bryan mengucapkan hal-hal aneh di depan Kevin.
"Kamu yakin berani sendiri?" tanya Kevin memastikan.
"Aku bukan orang jahat, lagipula Seira udah suruh kamu pergi" ledek Bryan.
Setelah berdebat panjang dengan berat hati Kevin pulang meninggalkan mereka berdua. Dia tidak bisa membantah keinginan Seira yang memintanya untuk pulang.
"Kevin udah pulang, kamu mau ngomong apa?" tanya Seira tanpa basa-basi.
"Aku mau kita lanjutin pacar bohongannya" jawab Bryan serius.
"Apa? buat apa?" tanya Seira kaget.
__ADS_1
"Orangtuaku sepertinya tidak percaya aku berkencan denganmu, dia menyuruh bawahannya untuk mengikuti kita" ujar Bryan.
"Tidak ada orang pacaran tanpa kencan sekalipun dan orangtuaku mengetahuinya, mereka mulai curiga" lanjut Bryan.
"Itu bukan urusanku" jawab Seira tidak peduli.
"Bukannya kamu harus membersihkan namamu yang sudah di cap sebagai tukang selingkuh oleh mantanmu?" tanya Bryan cerdas.
Seira terdiam sejenak, bagaimana dirinya bisa melupakan hal itu. Bara dan Vera sudah melihatnya jalan berdua dengan Kevin dan menganggap dirinya selingkuh dari Bryan. Dia tidak ingin pasangan laknat itu menganggap dirinya sama seperti mereka tukang selingkuh.
"Baiklah, berapa lama kita akan pura-pura kencan?" tanya Seira.
"Tiga bulan, tiga bulan cukup untuk membuat semua orang percaya dan kita akan putus setelahnya" ujar Bryan.
"Mari kita seperti orang pacaran yang sebenarnya selama tiga bulan"
Seira akhirnya setuju dengan pendapat Bryan. Setelah tiga bulan mereka bisa putus tanpa dicurigai oleh pihak manapun. Yang tidak Seira ketahui adalah niat Bryan dibalik semua itu, dia ingin merebut hati Seira selama tiga bulan bersama.
"Baiklah, aku setuju" jawab Seira.
"Oke, mari kita mulai dari hari ini" ujar Bryan bersemangat.
"Aku baru saja pulang, aku terlalu lelah untuk pergi keluar lagi" sanggah Seira lelah.
"Kapan kamu beli semua itu?" tanya Seira.
"Dua jam yang lalu, aku sudah lama menunggumu di sini" jawab Bryan.
"Ha? kenapa kamu tidak menelponku?" tanya Seira kaget mengetahui Bryan sudah menunggunya selama itu.
"Aku takut kamu akan menghusirku" jawab Bryan sedih.
Seira tertawa mendengar jawaban polos dari Bryan. Bagaimana mungkin dia tega mengusir orang dari kontrakannya. Seira tidak menyangka Bryan punya sisi seperti itu dalam dirinya.
Seira dan Bryan berbincang-bincang di teras kontrakan seraya memakan cemilan. Sesekali Seira tersenyum indah yang membuat Bryan susah berpaling dari wajah cantiknya.
Saat mereka tengah asik bercerita, bunyi notif pesan terdengar dari handphone Seira. Seira membuka pesan tersebut kemudia berteriak.
"Yeee, aku diterima bekerja" ujar Seira senang.
Bryan yang mendengar hal itu tersenyum simpul. Dia senang melihat Seira bahagia diterima di perusahaan cabang milik keluarganya.
__ADS_1
"Kamu diterima apa?" tanya Bryan pura-pura tidak tahu.
"Aku mendaftar di sebuah perusahaan cabang untuk mengisi waktu luang" ujar Seira dengan nada bahagia.
"Yah, kita bakal jarang kencan sekarang" jawab Bryan dengan raut wajah sedih.
"Tidak apa-apa kita bisa kencan ketika aku pulang kerja, lagipula kamu juga harus kerja kan" jawab Seira lagi.
"Baiklah mulai besok aku akan menjemputmu sepulang kerja" pinta Bryan.
"Baiklah boleh saja asal tidak merepotkanmu" jawab Seira tidak keberatan.
**********
Seorang wanita ber hak tinggi tengah berjalan menuju kantor yang dikelola Ayahnya. Dia sangat anggun dan memesona setiap orang yang melihatnya.
"Wah lihat siapa yang datang, puteri kesayangan Ayah" ujar Tuan Herman.
Larissa tersenyum melihat kedatangannya disambut dengan baik oleh Ayahnya. Dia sangat merindukan Ayahnya dan segera memeluknya.
"Ayah, aku sangat merindukan Ayah" ujar Larissa.
"Ayah juga sangat merindukanmu Larissa, akhinya kamu kembali, bahkan kamu terlihat lebih cantik dari biasanya" ujar sang Ayah bahagia.
"Ayah bisa saja, aku perawatan dengan rutin selama di luar negeri haha " jawab Larissa tertawa.
"Untuk sementara kamu bekerja di sini saja dengan ayah, mulai bulan depan Ayah akan mencarikan posisi yang tepat untuk mu di Perusahaan pusat agar kamu bisa kembali bekerja dengan Bryan" ujar sang Ayah mengetahui keinginan puterinya.
"Ahh Bryan, aku sungguh merindukannya Ayah" ujar Larissa lagi.
"Apa dia sudah punya pacar semenjak putus denganku Ayah?" tanya Larissa lagi.
"Tidak ada, bahkan dia dijuluki pria yang terjebak masa lalu oleh orang-orang di perusahaan, dia menjadi pria dingin semenjak berpisah denganmu" jawab sang Ayah.
"Syukurlah, aku tidak mau dia bersanding dengan wanita lain Ayah" jawab Larissa.
"Tentu saja Ayah tidak akan membiarkan hal itu terjadi, kamu harus menjadi menantu keluarga Wijaya" ujar sang Ayah.
"Apakah itu mungkin Ayah?" tanya Larissa lagi.
"Tentu saja, bagaimanapun Ayah adalah tangan kanan Tuan Wijaya, kamu tidak perlu cemas" ujar Ayah Larissa.
__ADS_1
"Terimakasih Ayah" jawab Larissa seraya memeluk Ayahnya.
Larissa tersenyum mendengar perkataan Ayahnya. Dia tidak sanggup kalau Bryan akan memilih wanita lain selain dirinya. Bagaimanapun caranya dia akan tetap menjadi wanita satu-satunya bagi Bryan. Larissa tidak sadar bahwa sudah ada wanita lain yang menempati posisinya. Wanita itu telah mengisi ruang di hati Bryan yang telah lama kosong. Larissa masih berpikir Bryan tetap memiliki perasaan yang sama dengannya bahkan setelah ia meninggalkan pria itu selama tiga tahun.