
Bryan sampai di restoran setelah 10 menit kemudian. Lelaki itu melihat Seira sedang berbincang dengan pria yang baru saja di lihatnya. Namun anehnya pria itu terlihat sangat familiar dimata Bryan.
"Seira" ujar Bryan memanggil.
Seira yang kaget langsung menatap ke arah suara yang memanggilnya. Astaga dia tahu bahwa dunia ini benar-benar sangat sempit. Kenapa pria ini selalu muncul di hadapannya. Seira berusaha tetap tenang agar tidak menarik perhatian Kevin.
"Seira kamh tidak dengar aku panggil" ujar Bryan kesal.
"Sepertinya dia memanggilmu" ujar Kevin pada Seira.
"Ada apa?" tanya Seira pada Bryan.
"Dia siapa? pacar barumu?" tanya Bryan to the point.
"Dia sahabatku sejak kecil" jawab Seira tidak mau menyakiti perasaan Kevin jika ia menjawab bukan siapa-siapa.
"Yang kemaren teman SMA, sekarang sahabat sejak kecil, kamu punya begitu banyak laki-laki di sisimu" ujar Bryan kesal.
"Itu bukan urusanmu, memangnya kita ada ikatan apa sampai kamu harus ikut campur dengan urusanku?" tanya Seira kejam.
"Bagaimanapun beberapa orang menganggap kita sebagai kekasih, harusnya kamu menperhatikan sekelilingmu" ujar Bryan dengan nada tegas.
"Maksudnya?" tanya Seira bingung.
"Bara dan Vera melihatmu jalan berdua dengan pria ini, mereka menganggapmu tukang selingkuh sekarang" ujar Bryan menjelaskan.
"Bagaimana mereka bisa melihatku?" tanya Seira.
"Harusnya kamu bisa lebih berhati-hati" ujar Bryan seraya meninggalkan mereka.
Bryan pergi dengan perasaan kacau, dia tidak ingin memperlihatkan amarah dan kekecewaannya pada Seira. Dia tahu mereka tidak ada ikatan apapun selain pacar palsu, tapi entah bagaimana Bryan merasakan gejolak cemburu dalam dadanya. Tetapi pria itu tetap menyangkal rasa sukanya pada wanita yang baru ia kenal dan bahkan tidak diketahui asal usulnya.
"Seira siapa kamu sebenarnya" ujar Bryan.
__ADS_1
"Beraninya kamu muncul dan merebut perhatianku" lanjut Bryan lagi dalam hati.
Bryan bergegas ke parkiran dan pulang ke rumahnya. Dengan perasaan campur aduk Bryan membawa mobilnya dengan kecepatan tinggi. Sesampainya di rumah Mama Bryan seperti sedang menunggu dirinya. Wanita tua yang masih terlihat muda itu memegang sebuah surat berwarna pink.
"Bryan, tadi seseorang menitipkan ini ke pak satpam" ujar Mama Bryan memberikan surat itu.
"Katanya di tujukan untuk kamu, Mama tidak berani membukanya" lanjut Mama Bryan lagi seraya kembali ke kamar.
"Makasih Ma" jawab Bryan dan pergi ke kamarnya juga.
Bryan meletakkan surat berwarna pink itu di meja kerjanya. Dia hendak mandi terlebih dahulu untuk menyegarkan pikirannya. Setelah mandi dan masih berbalut handuk di tubuh bagian bawahnya, Bryan memegang surat itu kembali.
To : my favourite boy, Bryan Vero Wijaya
Hai Bryan, ini aku wanita yang paling kamu cintai. Tapi sekarang mungkin bukan aku lagi iya kan? Bagaimana kehidupanmu setelah berpisah dariku? Aku sangat merindukanmu dan masa-masa yang kita lalui bersama. Kamu tahu, aku tidak benar-benar meninggalkanmu, ku kira sekarang aku bisa jujur.
Tiga tahun yang aku aku di diagnosa menderita tumor yang mematikan. Aku tidak tega mengatakannya padamu sehingga meminta kita putus secara tiba-tiba. Aku takut mati dan itu hanya menyakitimu dan masa depanmu. Sekarang aku berani menghubungi karena kesehatanku sudah membaik. Kata dokter tiga bulan lagi aku sudah bisa hidup normal kembali. Kalau kamu belum punya kekasih baru disisimu, kamu harus menunggu kepulanganku.
Kalaupun kamu udah punya yang baru aku akan tetap merebutmu darinya. Bagaimanapun aku wanita yang akan selalu bersamamu hingga akhir. Aku penasaran apakah perasaanmu tetap sama kepadaku? Bryan aku benar-benar ingin memelukmu. Kamu harus menunggu kepulanganku ya, tidak boleh ada wanita lain.
Isi surat itu membuat tangan Bryan bergetar dan tubuhnya terasa lemas. Bryan terduduk di lantai dengan penuh kebingungan. Larissa kembali tepat setelah ia mulai merasakan perasaan baru pada wanita yang baru dikenalny. Wanita yang pernah seranjang dengannya tanpa unsur kesengajaan. Wanita yang membuat perasaanya bercampur aduk hingga dirinya tidak bisa fokus pada kerjaan.
Bahkan surat dari Larissa tidak begitu membuat Bryan bahagia. Walaupun dengan alasan yang jelas, tidak seharusnya Larissa pergi meninggalkan nya tiga tahun yang lalu tanpa alasan yang jelas. Itu sangat egois dan membuat Bryan hidup tanpa semangat.
Visual Larissa Yolanda Herman, dia adalah puteri dari kepala cabang perusahaan keluarga Wijaya. Ayahnya adalah orang kepercayaan keluarga Wijaya selama bertahun-tahun. Dia tumbuh besar dengan Bryan dan merupakan cinta pertama Bryan. Mereka juga bersekolah di tempat yang sama dengan Diko sahabat Bryan. Menghilang tiga tahun yang lalu karena sakit. Tetapi ada hal yang dia sembunyikan selama tiga tahun dia menghilang. Benarkah Larissa sakit dan bukan menghilang karena alasan lain?
********
Seira dan Kevin saling tatap sejenak setelah kepergian Bryan. Wajah Kevin menyiratkan ingin segera diberi penjelasan yang masuk akal atas kejadian hari ini. Seira tahu akan hal ini dan sedang memikirkan alasan terbaik yang akan dia berikan.
"Dia itu putera keluarga Wijaya" ujar Seira jujur.
__ADS_1
"Perusahaan Wijaya?" tanya Kevin memperjelas.
"Iya, kami sempat menjadi pacar palsu untuk mengelabui beberapa orang" ujar Seira menjelaskan tanpa mengikutka bagaimana ia pertama kali bertemu dengan Bryan.
"Maksudnya?" tanya Kevin tidak mengerti.
"Mantan pacarku menganggap aku tidak bisa move on karena masih sendiri, sedangkan dia sudah bersama selingkuhannya" ujar Seira malas menjelaskan cerita memalukan itu.
"Siapa laki-laki yang berani selingkuhi kamu, beri tahu aku" ujar Kevin dengan nada marah.
"Tidak perlu, dia hanya sampah tidak berguna" jawab Seira sadis.
"Aku hanya tertipu dengan kebaikannya di awal dan tidak mengira bahwa dia adalah laki-laki brengsek" tambah Seira lagi.
Kevin hanya terdiam, dia ingin membalaskan dendam tanpa sepengetahuan Seira. Dia cukup menyuruh asisten nya untuk menyelidiki siapa mantan yang Seira sebutkan itu.
"Jangan pernah lagi berpacaran dengan sembarangan pria" ujar Kevin serius.
"Aku tahu, itu tidak akan terjadi" jawab Seira.
"Sekarang kamu masih melanjutkan peran pacar palsu dengan putera keluarga Wijaya?" tanya Kevin.
"Tidak, kecuali ada hal mendadak yang menyangkut keluarganya, karena dia sudah memperkenalkan aku pada keluarganya" jawab Seira.
"Bagaimana kalian bisa kenal?" tanya Kevin lagi penasara.
Seira tidak mungkin menjawab jujur untuk pertanyaan ini. Gadis itu tidak mungkin mengatakan bahwa Bryan adalah pria yang merenggut kesuciannya tanpa sengaja pada malam mereka tengah mabuk.
"Hanya dikenalkan oleh teman lama" jawab Seira berbohong dan memberikan alasan yang paling masuk akal.
Setibanya di rumah Seira, Kevin langsung pamit karena ada urusan mendadak di perusahaan. Seira juga ingin beristirahat karena kelelahan. Seira memutuskan untuk mencari pekerjaan yang tidak ada hubungannya dengan keluarganya.
"Aku harus mencari pekerjaan agar tidak terlihat pengangguran" ujar Seira.
__ADS_1
Keuangan Seira masih seperti biasa. Setiap bulan di tanggal yang sama Ayah nya secara rutin mengirimkan uang dengan jumlah yang besar ke rekening Seira. Tetapi Seira tidak menggunakan uang tersebut, selama ini dia hidup dengan tabungannya yang masih banyak. Dikarenakan bosan terus berada di kontrakan, Seira memutuskan untuk mencari kerja di perusahaan yang tidak akan mengenali identitas dirinya yang sudah lama ia sembunyikan.