
Herman mulai menyusun rencana agar Bryan memilih puterinya dibanding Seira. Dia memaksa Larissa untuk menemukan cara agar ia bebas dari Thomas dan ancamannya.
"Kamu mau Ayah di penjara oleh keluarga Mafia?" ujar Herman.
"Kenapa Ayah harus terlibat dengan keluarga Mafia?" tanya Larissa tidak mengerti.
"Kamu tahu anak kantor yang bernama William itu, ternyata dia putera keluarg mafia nama aslinya Thomas" ujar Herman takut.
"Apa, pantas saja dengan mudah dia bisa menggagalkan rencanaku untuk menghancurkan Seira" ujar Larissa akhirnya mengerti.
"Apa kamu punya cara agar Bryan jadi milikmu lagi?" tanya Herman.
"Ada Ayah, aku sedang menunggu jawaban dari Bryan, kita lihat saja apa yang akan dia lakukan dengan ancamanku itu" ujar Larissa.
"Kamu ancam dia dengan apa?" tanya Herman tidak mengerti.
"Zelyn Ayah, akhirnya aku menggunakan Zelyn sebagai jalan akhir, kita sudah tidak punya apa-apa lagi untuk bertahan, hanya menjadikan Zelyn sebagai umpan agar menikahi aku adalah satu-satunya cara" ujar Larissa.
"Bukannya dia anak Owen?" tanya Ayah Larissa.
"Aku berbohong dan mengatakan bahwa Zelyn adalah anak kandungnya" ujar Larissa.
"Bagaimana kalau dia tahu kamu berbohong, tes DNA sudah gampang sekarang" jelas Herman.
__ADS_1
"Maka dari itu Ayah, kita tidak boleh sampai mempertemukan Bryan dengan Zelyn, anak itu hanya umpan agar dia menikahi ku, sampai kapan pun sebelum dia menikahiku aku tidak akan membiarkannya berjumpa dengan anak itu" ujar Larissa.
"Lalu bagaimana kalau kalian sudah menikah dan dia bertemu dengan Zelyn" ujar Herman lagi.
"Astaga Ayah begitu lambat, tentu saja aku akan membuat alasan dan dia tidak akan pernah bertemu Zelyn walaupun kami sudah menikah, secepat mungkin aku akan menguras hartanya dan menjadikan Zelyn alasan ku lagi, setelah banyak aku akan melarikan diri bersama Owen" ujar Larissa.
"Cemerlang juga ide mu, bagaimana dengan Ayah, dia tidak akan membiarkan Ayah kalau kamu lari dengan hartanya" ujar Herman.
"Ayah ikut saja dengan kami, kita akan meninggalkan negara ini dan mengganti identitas kita" ujar Larissa.
"Baiklah sekarang kamu ancam dia lagi agar dia segera menikahimu" suruh Ayah Larissa.
"Baik Ayah tenang saja, aku baru saja hendak melakukannya" ujar Larissa.
"Katakan pada Bryan segera temui aku kalau dia tidak ingin aku menemui Seira dan bercerita semuanya" ancam Larissa.
Asisten itu segera memberitahu Tuannya, benar saja Bryan langsung turun menemui Larissa saat nama Seira keluar sebagai ancaman. Dia tidak mau Seira ikut serta dalam masalah mereka.
"Wah wah kamu langsung muncul kalau ancamannya Seira" ujar Larissa senang.
"Apa mau mu" ujar Bryan sudah mulai emosi.
"Aku mau menikah denganmu" ujar Larissa.
__ADS_1
"Tuan sebaiknya berbicara di ruangan saja agar tidak menimbulkan keributan di sini Tuan" ujar Asistennya mengingatkan.
Larissa akhirnya masuk ke ruangan Bryan dan membicarakan masalah mereka. Dia sudah tidak sabar ingin menguras seluruh harta kekayaan Bryan.
"Aku mau kita menikah" ujar Larissa tanpa basa-basi.
"Atas hal apa aku harus menikahimu" jawab Bryan.
"Kamu harus bertanggung jawab atas anak yang aku lahirkan" ujar Larissa lagi.
"Sudah berapa kali aku katakan, beri aku bukti, selama aku belum bertemu dengan anak itu aku tidak akan mempercayaimu" ujar Bryan.
"Aku takut kamu akan mengambil anak itu dariku" ujar Larissa beralasan.
"Lagi-lagi kamu memberikan alasan yang tidak masuk akal, kalau kamu tidak mempertemukan kami jangan harap aku percaya dengan semua ini" ujar Bryan.
"Hemm baiklah, sepertinya aku hanya perlu bertemu dengan Seira sekarang" ujar Larissa.
"Kamu jangan macam-macam Larissa, bagaimanapun juga kamu pernah jadi wanita yang aku sayang, jangan buat aku membencimu lebih jauh, kamu yang dulu meninggalkan aku bertahun-tahun dan memutuskan hubungan kita, sekarang kamu ingin kita kembali saat aku sudah bersama Seira" ujar Bryan masih menahan amarahnya.
"Tinggalkan dia, sebelum dia benar-benar lebih sakit hati kedepannya" ujar Larissa.
"Bagaimana kalau ini hanya jebakanmu?" tanya Bryan.
__ADS_1
"Haha terserah padamu, mau tidak mau kamu harus percaya padaku" ujar Larissa sangat jahat.