
Bryan dan para pengacaranya mulai membantu Larissa dalam merebut hak asuh anak. Larissa mengakui bahwa Owen bahkan tidak punya pekerjaan untuk membesarkan anak. Sedangkan dirinya masih seorang karyawan yang bekerja di kantor cabang bersama Ayahnya.
Semua upaya di lakukan hingga Larissa memenangkan kasus hak asuh anak tersebut. Akan tetapi betapa kurang ajarnya Owen yang telah kalah dari kasus hendak mencuri Zelyn dari Larissa. Zelyn yang sudah di datangkan dari luar negeri oleh keluarga Larissa mendadak dicuri saat berada di bandara.
Larissa sangat panik hingga ia langsung menghubungi Bryan. Dia memberitahu semuanya dan meminta Bryan untuk membantunya kedua kalinya.
"Owen mencuri Zelyn di Bandara, tolong bantu aku Bryan" ujar Larissa menangis isak.
"Kamu tenang dulu, aku dan para bawahan ku akan membantu mu" jawab Bryan yang iba melihat kehidupan Larissa sekarang.
Bryan segera memerintahkan bawahannya untuk menyebar dan mencari Owen. Beberapa hari pencarian, jejak Owen di temukan di sebuah desa terpencil yang tidak begitu jauh dari kota.
"Cari setiap rumah tanpa membuat keributan bagi masyarakat" ujar Bryan.
"Baik Tuan" balas para bodyguard.
Setelah di telusuri, Owen dapat di antara para masyarakat. Lelaki itu berbaur seolah menjadi salah satu masyarakat yang ada disana. Tim Bryan mengejar Owen yang berhasil berlari membawa Zelyn di gendongannya.
Larissa dan Bryan segera datang ke lokasi setelah di beritahu para atasan. Melihat Owen yang sedang di kepung dan berada di dekat jurang membuat Larissa khawatir. Dia takut Owen akan bertindak bodoh dan membahayakan nyawa puterinya.
"Owen serahkan Zelyn dia tidak salah apa-apa" ujar Larissa.
"Mundur kalian semua, atau aku dan Zelyn akan melompat bersama ke jurang" ancam Owen.
"Owen tolong Owen jangan lakukan itu" ujar Larissa mulai menangis.
"Kamu jangan macam-macam Larissa, atau anak ini tidak akan aman" jawab Owen.
"Apa yang kamu inginkan Owen? uang?" tanya Bryan yang ikut panik.
"Tentu saja aku suka uang, sekarang siapkan 1 M tunai beserta tiket pesawat untuk ku kalau kalian ingin anak ini aman" jawab Owen.
"Owen kamu sudah gila ya, dia anak kita bisa-bisanya kamu melakukan hal ini" ujar Larissa.
"Diam kamu Larissa, kamu juga sama jahatnya sama aku, kamu mau menipu Bryan menggunakan anak ini" jawab Owen lantang.
__ADS_1
"Aku tahu aku salah, makanya aku ingin memperbaiki semua ini dari awal, aku hanya ingin hidup aman dengan Zelyn sekarang, tidak lebih" jawab Larissa memohon.
"Mundur kalian semua atau kami akan lompat" jawab Owen.
"Baiklah aku akan memberikan mu uang dan tiket pesawat, tapi serahkan anak itu, kamu hanya membahayakan dia" ujar Owen.
"Serahkan terlebih dahulu baru aku akan memberikan anak ini" ujar Owen.
Bryan segera memerintahkan bodyguard yang paling ia percaya untuk membawa uang tunai. Untungnya Bryan selalu menyediakan uang tunai dalam jumlah besar di kantor nya. Dia bahkan memesan tiket pesawat untuk Owen agar bayi itu segera bisa diselamatkan.
"Kenapa kamu membantuku sampai seperti ini" ujar Larissa menangis.
"Aku hanya membantu bayi itu, dia tidak berdosa" jawab Bryan.
"Aku akan membalas kebaikanmu dan bekerja mengganti uang mu" ujar Larissa.
"Kamu hanya perlu hidup dengan baik, urusan uang tidak perlu kamu khawatirkan" balas Owen.
Larissa kembali menangis, bagaimana bisa dia begitu jahat pada laki-laki yang begitu baik kepadanya. Laki-laki yang dulu begitu mencintainya sangat dalam. Jika mengulang waktu Larissa tidak ingin lagi melakukan hal bodoh kedua kalinya. Akan tetapi nasi telah menjadi bubur. Larissa kini hanya bisa menyesali semua berbuatannya dan belajar dari kesalahan.
"Aku tidak percaya kalian semua, kalian akan menangkapku begitu aku menyerahkan Zelyn" ujar Owen.
"Jadi bagaimana kamu akan menyerahkan Zelyn" ujar Owen.
"Serahkan padaku sebuah pistol pengganti Zelyn, aku bisa melindungi diriku sendiri dengan pistol itu" jawab Owen.
"Berikan dia senjata" ujar Bryan menuruti kemauan Owen.
Setelah Bryan memberikan Owen senjata, kini pria iti meminta seluruh orang menjatuhkan senjatanya masing-masing. Saat semua sudah dilakukan, Larissa mendekat untuk mengambil Zelyn dari Owen.
"Semua sudah kami berikan Owen, kami hanya ingin anak itu" ujar Larissa memohon.
"Kalian mundur semua, hanya Larissa yang akan mengambil anak ini" ujar Owen.
Semua anggota Bryan mundur mengikuti kata Owen. Pria itu akhirnya menyerahkan Zelyn pada Larissa agar ia lebih muda kabur membawa uang dan senjata. Setelah Zelyn sudah aman dengan Larissa, Owen segera berlari dengan uang dan senjata.
__ADS_1
Bryan segera mengamankan Larissa dan bayinya. Setelah itu mereka mengejar Owen yang telah berlari. Mereka tidak akan membiarkan Owen bebas setelah semua yang ia lakukan.
"Ayo kita kejar dia, jangan biarkan Owen lolos" ujar Bryan.
"Baik Tuan" jawab paa bawahan.
Mereka segera mengejar Owen dan tentu saja cepat mereka temukan. Saat hendak ditangkap, Owen menembakkan sebuah tembakan tepat di dada Bryan. Owen sangat kaget setelah tahu pelurunya mengenai Bryan. Melihat Owen yang sedang bingung, bodygurad terpercaya Bryan segera menangkap Owen dan membawanya ke kantor polisi.
Bryan segera di bawa ke rumah sakit. Berita Bryan yang terkena tembakan segera menyebar. Larissa menangis sejadi-jadinya dan menyalahkan dirinya sendiri. Dia takut Bryan akan kehilangan nyawanya disebabkan telah membantunya.
Larissa segera menemui Seira untuk menjelaskan semuanya. Melihat Larissa datang menemuinya Seira memalingkan wajahnya tidak perduli.
"Seira aku perlu menjelaskan sesuatu padamu" ujar Larissa.
"Aku sudah tidak peduli lagi padamu, terserah kalau kalian mau menikah atau tidak" jawab Seira ketus.
"Seira tolong dengarkan aku, Bryan sekarang tengah sekarat" ujar Larissa menangis.
"Kamu tidak perlu berpura-pura, aku tahu kalian bekerja sama" jawab Seira tetap keras.
"Dia sekarang ada di rumah sakit, dia terkena tembakan oleh Owen" ujar Larissa lagi.
"Kamu pikir aku akan percaya?" tanya Seira.
"Seira tolong kamu harus percaya padaku, Bryan telah menolong aku dari Owen, Ayah dari anakku yang sebenarnya" ujar Larissa.
"Apa yang membuat aku harus percaya padamu?" tanya Seira.
Larissa segera mengeluarkan sebuah kertas dari tasnya. Kertas itu berisi tes DNA dari Zelyn yang telah dibuatnya untuk meyakinkan Seira.
"Anak ini bukan anak Bryan, dia anakku bersama selingkuhanku namanya Owen" ujar Larissa mulai bercerita.
"Sejak awal Bryan hanya korban, aku dan Owen lah yang jahat hingga membuat Bryan seperti ini" ujar Larissa.
"Aku meninggalkan dia dan memilih bersama selingkuhanku yang jahat itu, setelah dia bertemu denganmu dia begitu bahagia, aku terobsesi untul menikah dengannya agar aku mendapatkan harta yang banyak, oleh karena itu aku berbohong mengatakan Zelyn adalah anak Bryan" jelas Larissa.
__ADS_1