One Night One Love

One Night One Love
Bab 47 : Persahabatan


__ADS_3

Selepas pesta pernikahan, pasangan pengantin mulai berjalan beriringan ke mobil pengantin mereka. Mereka hendak berbulan madu ke Swiss untuk beberapa waktu.


Ayah Freddin dan Ayah Laura menangis haru melihat putera puteri mereka yang kini sudah sah menjadi pasangan suami istri. Seira memberikan hadiah berupa tiket hotel bingang lima terbaik di Swiss.


Setelah memastikan pasangan pengantin pergi dengan selamat, para keluarga berkumpul untuk berbincang-bincang. Tatapan mereka tertuju pada Seira yang sudah di langkahi oleh Adik laki-lakinya.


"Sharon kapan menikah?" tanya Tante Alya Adik Ayah Seira.


"Haha doakan saja Tante" ujar Seira kikuk.


"Dia sudah punya pacar, anaknya Tuan Wijaya" ujar Ayah Seira.


"Omaigatt pria tampan itu pacar Sharon ternyata" ujar Tante Alya.


"Iya Tante" jawab Seira malu.


"Perkenalkan Tante saya Bryan Vero Wijaya dari PT. Wijaya" ujar Bryan memperkenalkan diri.


"Wah berarti tidak lama lagi Bryan dan Sharon juga akan menyusul" ujar Tante Alya senang.

__ADS_1


"Secepatnya Tan" jawab Bryan.


Sebenarnya Bryan ingin melamar Seira di anniversary mereka. Akan tetapi setelah masalah Larissa muncul, Bryan berniat menyelesaikan hal itu sampai tuntas agar tidak ada kesalahpahaman.


"Kamu tidak perlu merasa tertekan dengan omongan Tante Alya" ujar Seira pada Bryan.


"Iya kamu tenang saja, aku gak merasa begitu sama sekali.


Tak lupa Kevin juga memperkenalkan Yuna pada Ayahnya. Kebetulan Ibu tirinya sudah pulang terlebih dahulu.


"Semuanya perkenalkan ini Yuna pacarku" ujar Kevin.


"Wah cantiknya, dulu aku mengira Kevin akan berjodoh dengan Sharon, ternyata mereka sudah punya pasangan masing-masing ya" ujar Tante Alya lagi.


"Iya kami tidak akan memaksakan kalian harus berkencan dengan siapa, pilih lah yang paling cocok kalian rasa" tambah Ayah Seira lagi.


Mereka berempat tersenyum mendengar jawaban orangtua seperti yang di harapkan. Yuna sedikit lega melihat kepribadian Ayah Kevin yang mirip dengan puteranya. Kekhawatirannya hanya satu yaitu ibu tiri Kevin dengan kepribadian buruknya.


"Oh iya Pa, kata Yuna Ayahnya dulu punya saham loh di perusahaan kita" ujar Kevin.

__ADS_1


"Oh ya siapa nama Ayah Yuna?" tanya Tuan Andreans penasaran.


"Luis Ramon Om" ujar Yuna.


"Ha? kamu puteri mendiang Ramon?" tanya Tuan Andreans terkejut.


"Iya Om, Om kenal dengan Papa?" tanya Yuna.


"Hah dia sahabat ku sejak dulu, dia bahkan banyak membantu perusahaanku" ujar Ayah Kevin.


"Apa sekarang saham itu masih ada Yah?" tanya Kevin.


"Tentu saja ada, tapi rekening penerima uang berubah, setelah ditelusuri rekening itu milik keluarga Ramon yang mengasuh putera puterinya" ujar Ayah Kevin.


"Itu pasti Tante dan Paman ku Om, mereka membawa kabur semua warisan Papa" ujar Yuna.


"Benarkah? kalau begitu kita harus segera menstop pengiriman ke rekening itu dan digantikan dengan rekeningmu" ujar Om Andreans.


"Wah dunia memang sempit sekali bagaimana bisa puteri sahabat ku berpacaran dengan puteraku, mungkin ini takdir tuhan agar aku bisa membalas budi" ujar Tuan Andreans.

__ADS_1


Yuna sedikit lega mendengar itu semua. Setidaknya Ayah Kevin mengetahui keluarganya dan itu cukup membuat Yuna senang. Ditambah lagi uang yang sudah di curi oleh Tante nya bisa dikembalikan untuknya dan Adiknya.


Yuna menatap dan Kevin dan ia sangat berterimakasih bisa bertemu dengan Kevin di waktu yang tepat. Mungkin ini sudah menjadi takdir mereka berdua untuk memulai hidup baru yang lebih baik kedepannya.


__ADS_2