
Bryan yang tengah pusing dan merasa nafsunya sangat tinggi terbangun di sebuah ruang tamu yang tidak ia kenali. Pria itu mencari siapapun yang bisa ia minta tolongi. Bryan berjalan terbata-bata dan berakhir di sebuah kamar dengan pintu tertutup. Lelaki itu mengetuk pintu berkali-kali tapi tidak ada jawaban.
Bryan membuka pintu kamar yang tidak dikunci dan melihat seorang wanita cantik sedang terkapar tidak berdaya di tempat tidur. Wanita itu adalah Seira yang tengah mabuk berat dikarenakan perselingkuhan mantan pacarnya.
Bryan yang dipengaruhi obat penambah nafsu langsung merasakan panas di area tumbuh sensualnya. Dia naik ke tempat tidur Seira dan duduk di atas tubuh indah Seira. Wanita itu terbangun menatap seorang pria tampan yang sedang duduk di atas tubuhnya. Perasaan sakit hati yang dirasakan wanita itu membuat dirinya tidak peduli lagi akan hal itu. Ditambah mabuk berat Seira mulai mencium bibir seksi milik pria itu.
Setelah mendapat persetujuan berupa ciuman, Bryan kemudian membuka kemeja miliknya dan melemparkannya ke lantai kamar Seira. Wanita itu melihat tubuh kotak-kotak yang sanga seksi dan segera menyentuh perut Bryan.
Sentuhan itu membuat Bryan semakin panas dan kembali mencium bibir Seira. Setelah di bibir ciuman itu mendarat di leher Seira yang jejang dan membuat seluruh bulu Seira merinding. Perlahan-lahan ciuman itu segera turun dan mengenai seluruh badan Seira. Mereka menghabiskan malam panjang itu dengan penuh gairah. Untuk pertama kalinya Seira melakukan hubungan seperti itu. Bryan adalah laki-laki pertama yang merenggut kesuciannya tanpa disengaja.
Bryan terbangun dari mimpinya dengan keringat di seluruh badan. Lagi-lagi ia bermimpi tentang malam panas yang dia habiskan dengan Seira. Kejadian itu tidak bisa ia lupakan dan selalu mengganggu pikirannya.
"Lagi-lagi aku memimpikan malam mesum itu" ujar Bryan menghapus keringat di keningnya.
"Tubuhnya sangat indah" guman Bryan yang kemudian menampar pipinya agar ia segera sadar.
"Tidak, tidak, dia bukan wanita baik-baik" ujar Bryan lagi pada dirinya.
"Bisa-bisanya dia selalu bertemu lelaki yang berbeda, aku tidak mungkin jatuh cinta dengan pria seperti itu" lanjut Bryan lagi.
**********
Seira bangun dan bersiap-siap untuk wawancara di beberapa berusahaan kecil yang dipilihnya. Tanpa Seira sadari ia mendaftar ke salah satu cabang perusahaan Wijaya yang diketuai oleh Ayah Larissa yang merupakan mantan Bryan.
Seira tidak sadar karena itu hanya perusahaan cabang yang tidak sebesar perusahaan Wijaya. Hari ini dia akan wawancara kesana dengan menggunakan stelan terbaiknya.
Seira masuk ke ruang wawancara, dia diwawancarai langsung oleh Ayah Larissa karena ini adalah posisi penting. Seira tentu saja masuk nominasi karena ia sudah lulus S2 di perguruan tinggi bergengsi di Amerika.
"Apa alasan kamu memilih perusahaan cabang ini? Kamu kan lulusan dari perguruan tinggi terbaik" ujar Pewawancara.
"Saya yakin posisi saya disini akan meningkatkan kinerja dan bermanfaat untuk perusahaan Pak" jawab Seira meyakinkan.
__ADS_1
"Baiklah kami akan mengabari lagi kalau kamu diterima" ujar sang pewawancara.
Seira pulang dengan perasaan lega, keputusannya untuk memilih perusahaan kecil tidak sia-sia. Walaupun dia menggunakan nama lengkapnya perusahaan tersebut tidak meninjau lebih lanjut mengenai latar belakangnya.
Seira bergegas ke dapur untuk memasak makanan yang disukainya. Hari ini gadia itu hendak memasak nasi goreng kesukaannya. Seira tampak lebih bersemangat dari biasanya.
*********
"Tuan saya sudah mengikuti keseharian Nona Seira semalam, dia sedang wawancara di Perusahaan cabang kita" ujar Asisten Bryan yang diperintahkan untuk mengikuti Seira saat berada di luar rumah.
"Bagus, dia mungkin tidak tahu kalau perusahaan kecil itu merupakan cabang perusahaan kita" jawab Bryan senang.
"Segera terima dia, hubungi HRD yang ada disana" lanjut Bryan lagi.
"Tapi ada yang aneh Tuan" ujar Asisten itu lagi.
"Apa yang aneh?" tanya Bryan penasaran.
"Dalam surat lamaran tertera bahwa Nona Seira memiliki nama Sharon Diandra Wilson" ujar Asisten sedikit bingung.
"Apa lagi?" tanya Bryan.
"Nona Seira lulusan Perguruan Tinggi terbaik di Amerika" ujar Asisten bersemangat.
"Ha? kamu yakin tidak salah memeriksa CV nya?" tanya Bryan kaget.
"Awalnya saya juga mengira ada kesalahan Tuan, kemudian saya cek kembali tetapi itulah kenyataannya Tuan" jelas Asiten tersebut.
"Baiklah kamu boleh pergi, segera terima dia" ujar Bryan menyudahi.
"Siapa kamu sebenarnya Seira, bahkan kamu memiliki nama lain dan lulusan dari kampus terkenal" guman Bryan.
__ADS_1
*********
Kevin hendak mengajak Seira menonton di Bioskop malam ini. Dia memakai baju sweater yang sama dengan Seira sesuai janji mereka saat bertukar pesan sebelumya. Mereka membeli pakaian itu saat ke Mall kemarin.
Seira dan Kevin berfoto terlebih dahulu sebelum berangkat ke bioskop. Mereka tampak imut dan lucu memakai sweater couple itu. Terlebih-lebih mereka terlihat seperti pasangan mesra yang sedang dimabuk asmara.
"Aku mendaftar si salah satu perusahaan kecil" ujar Seira saat mereka sudah di dalam mobil.
"Oh ya? bagaimana hasilnya?" tanya Kevin.
"Katanya mereka akan mengabari kalau aku menang" jawab Seira lagi.
Sesampainya di bioskop mereka segera membeli tiket untuk film terbaik yang mereka pilih. Tak lupa juga mereka membeli popcorn dan minuman untuk menemani nonton mereka. Seira sangat menikmati malam yang tidak membosankan seperti biasanya.
********
"Tuan, saya sudah menyelidiki mengenai nama Sharon Diandra Wilson dan itu sangat mengejutkan" ujar Asisten itu saat sudah berhasil menggali informasi akurat.
"Siapa sebenarnya wanita itu?" tanya Bryan begitu penasaran.
"Dia puteri satu-satunya dari Konglomerat ternama Wilson, memiliki satu adik laki-laki bernama Freddin Pratama Wilson yang merupakan penerus bisnis Wilson" ujar Asisten memberikan kabar mengejutkan.
"Hahaha, pantas saja, aku hampir gila memikirkan kenapa dia selalu dikelilingi laki-laki berkelas, ternyata dia orang penting" ujar Bryan senang.
"Aku lelah sudah berpikir macam-macam tentangnya, sekarang aku paham kenapa wanita itu bahkan paham tentang cincin Ibuku" lanjut Bryan mengerti.
"Bagus untuk saat ini kita bisa pura-pura tidak tahu dan mengikuti permainannya, kamu boleh pergi" ujar Bryan menyudahi.
Bryan segera menghubungi kepala cabang dan menyuruh mereka agar segera menghubungi Sharon dan mengumumkan kelulusannya. Bryan tidak sabar untuk mengukuti permainan yang dibuat oleh Seira. Dia bahkan tidak mengerti kenapa Seira menutupi hal itu padanya.
__ADS_1
"Sharon Diandra Wilson, menarik" ujar Bryan tersenyum.
Tanpa pikir panjang Bryan mengambil kunci mobilnya dan bergegas menuju rumah Seira. Dia tidak sabar untuk melihat wajah cantik milik Seira. Bryan juga membeli beberapa cemilan sebelum sampai ke rumah Seira. Dia ingin mendekatkan diri dengan Seira secara normal. Bukan dengan kejadian-kejadian aneh yang selama ini mereka alami.