
Seira menghapus air mata Laura yang tengah menangis. Wanita itu mengerti kenapa Laura saat ingin cepat menikah. Ayah Laura menikah lagi dengan Ibu tiri yang tidak terlalu menyayangi Laura. Ibu tirinya jarang memperhatikan Laura baik dari segi keuangan maupun kasih sayang.
Ibu tiri Laura hanya menyayangi Ayah Laura dan uangnya. Semenjak mereka menikah kasih sayang Ayah Laura berlahan memudar dan pindah total pada Ibu tirinya. Ditambah lagi Kevin sudah sibuk dengan perusahaan sehingga tidak ada waktu untuk bermain dengan Laura. Mereka sesekali bertemu hanya untuk makam dan berbincang sejenak. Dulu mereka masih sering pergi berdua dan menghabiskan waktu bersama. Tetapi setelah Kevin memegang perusahaan penuh waktunya menjadi lebih sedikit untuk Laura.
"Kalau Freddin sudah siap menikah kalian duluan saja, tidak usah perdulikan Kakak" ujar Seira pada Laura.
"Tidak Kak, Freddin tidak akan mau melangkahi Kakak, dia sangat menghormati Kakak" jawab Laura masuk akal.
"Kamu tenang saja, Kakak akan bicara padanya" ujar Seira lagi.
"Tidak Kak, aku juga ingin Kakak bahagia, kami akan menikah setelah Kakak menikah" jawab Laura.
Masakan telah selesai dihidangkan mereka berempat menikmati makan malam bersama. Seira dan Bryan duduk bersampingan sedangkan Laura berada di samping Freddin.
"Kamu harus makan yang banyak ya" ujar Freddin.
"Iya kamu juga" jawab Laura.
"Kami sudah berkencan Kak" ujar Freddin pada Seira dan Bryan.
"Kakak sudah tahu" jawab Seira.
"Oh ya Laura sudah memberitahu?" tanya Freddin.
Seira mengangguk, Bryan juga mengucapkan selamat kepada mereka berdua. Dia mengatakan bahwa Laura dan Freddin merupakan pasangan yang serasi.
"Apa yang membuat Kakak menyukai Kak Seira?" tanya Laura pada Bryan.
"Dia cantik" jawab Bryan.
"Yang benar saja, semua orang pasti tahu Kak Seira cantik, berikan alasan yang lebih logis Kak" ujar Laura meledek.
"Hem bagaimana ya, dia sudah menarik sejak pertama kali Kakak melihatnya, entah bagaimana pandangan mata Kakak hanya tertuju padanya" ujar Bryan lagi.
"Oooo romantis banget" puji Laura.
"Jangan jawab begitu aku malu" ujar Seira mencubit lengan Bryan.
__ADS_1
"Tidak apa-apa, aku harus jujur pada Laura" jawab Bryan.
"Kak Bryan benar, kita harus selalu jujur Kak, kalau Kakak sendiri apa yang membuat Kakak jatuh hati pada Kak Bryan?" tanya Laura pada Seira.
"Hmmm mungkin karena dia pantang menyerah?" jawab Seira ragu-ragu.
"Yang benar saja Kak bahkan jawaban Kakak tidak terdengar meyakinkan" ujar Laura lagi.
"Entah bagaimana dia selalu membuat Kakak merasa penasaran" ujar Seira akhirnya jujur.
"Wah aku setuju sih Kak, pria menarik itu yang selalu membuat kita penasaran" jawab Laura.
Selesai makan Laura membantu Seira mencuci piring sebelum mereka pulang. Setelah semuanya selesai Laura dan Freddin pulang terlebih dahulu. Seira dan Bryan mengantarkan mereka ke depan pintu rumah.
"Akhirnya kita berduaan" ujar Bryan senang.
Lelaki itu segera memeluk pinggang Seira yang ramping dari belakang. Seira membalikkan badannya ke hadapan Bryan. Mereka saling bertatapan sejenak sebelum bibir Bryan mencium mesra bibir milik Seira.
Mereka saling bercumbu mesra cukup lama dan akhirnya Bryan menuntun Seira ke kamar. Bryan mulai membuka pakaian milik Seira hingga tidak menyisahkan apapun. Seira hanya menurut tanpa perlawanan saat Bryan melakukan hal itu dengannya.
Seira dan Bryan melewatkan malam panas bersama satu sama lain. Bryan tidak berhenti memberikan serangan pada tubuh Seira yang menikmati dengan penuh sensualitas. Setelah cukup lama melakukan hubungan intim mereka akhirnya tertidur karena kelelahan. (Novel ini berdasarkan nuansa Korea, bukan unsur budaya indonesia)
Owen dan Larissa sudah menemukan cara baru sebelum menggunakan anak mereka sebagai alat terakhir. Mereka sepakat akan mengirimkan foto Larissa bersama Bryan ke rumah Seira. Mereka ingin Seira tahu bahwa Larissa adalah mantan dari Bryan.
"Seira harus melihat foto-foto ini agar dia menjauhi Bryan" ujar Larissa pada Owen.
"Aku setuju sayang, dia akan merasa di khianati saat melihat semua ini" jawab Owen.
Mereka menyuruh seseorang yang telah mereka bayar untuk mengirimkan foto itu sebagai paket kilat ke kontrakan Seira. Mereka juga mengutus seseorang untuk mengikuti Seira dan melaporkan keberadaannya.
"Kamu harus melihat reaksinya saat melihat foto-foto ini, ikuti dia" ujar Larissa pada mata-mata itu.
"Baik Nona" jawab sang mata-mata.
Setelah diperintahkan foto itu segera dikirim ke kediaman Seira. Mereka memastikan paket itu diterima oleh Seira dan melihat reaksinya.
Paginya Seira dan Bryan terbangun tanpa busana di tubuh mereka. Bryan mencium mesra kening Seira dengan lembut. Seira bergegas bangun untuk mandi sebelum berangkat ke kantor. Bryan segera menyusulnya dan masuk ke kamar mandi yang sama.
__ADS_1
"Bryan aku lagi mandi" ujar Seira teriak.
"Aku udah lihat semuanya sayang" jawab Bryan nakal.
"Aku malu" ujar Seira saat berusaha mengapai handuknya.
"Ayo kita mandi bersama" ujar Bryan memaksa.
Seira berusaha menghindari perdebatan karena ia akan terlambat untuk tiba di kantor. Setelah dipaksa oleh Bryan akhirnya Seira mengalah dan mereka mandi bersama.
Setelah mereka mandi dan memakai pakaian, Seira menyiapkan sarapan dua buah roti panggang. Mereka memakan roti dengan susu hangat yang juga disiapkan Seira.
Saat mereka hendak keluar dan berangkat ke kantor Seira, sesuatu sudah terletak di depan pintu rumah. Seira begitu penasaran dengan kotak yang berada di depan rumahnya. Wanita itu segera mengambil kotak itu dan membukanya.
"Perasaan aku tidak memesan paket, tapi ini tulisannya untuk Seira" ujar Seira seraya membuka paket.
"Berarti seseoranf telah mengirimkan kotak ini padamu" jawab Bryan.
"Nanti saja dibuka" lanjut Bryan.
"Aku penasaran" ujar Seira.
"Katanya kamu sudah terlambat bekerja, ayo sayang" ujar Bryan.
Mendengar perkataan Bryan Seira segera sadar bahwa dia akan terlambat. Kotak sudah hampit terbuka tetapi Seira mumutuskan untuk melanjutkan membuka kotak setelah pulang kerja.
Bryan mengantarkan Seira ke kantor dengan kecepatan tinggi. Setelah mengantarkan kekasihnya, Bryan segera berangkat ke perusahaan pusat tempat dia bekerja. Saat tiba di Perusahaan, bawahannya segara menghadap Bryan.
"Gawat Tuan" ujar bawahan tersebut.
"Ada apa?" tanya Bryan.
"Kami baru saja mendapat info dari mata-mata kita bahwa sebuah kotak telah dikirimkan oleh orang suruhan Nona Larissa ke rumah Nona Seira Tuan" ujar bawahan itu.
"Kenapa kamu baru bilang, Seira hampir membuka kotak itu, apa isinya?" tanya Bryan marah.
"Tadi Tuan sedang berduaan dengan Nona Seira, kami takut dia akan curiga, lagi pula kami baru tahu setelah Tuan hendak naik ke mobil saat mengantarkan Nona Seira Tuan" ujar bawahan itu.
__ADS_1
"Kami belum mengetahui isinya Tuan, kami hanya tahu kotak itu berasal dari orang suruhan Nona Larissa" ujar bawahan itu lagi.