One Night One Love

One Night One Love
Bab 38 : Will you Marry me?


__ADS_3

Laura sudah selesai bersiap-siap, dia menggunakan gaun yang diberikan Seira. Bryan sudah menunggu mereka berdua di dalam mobil. Seira membantu Laura untuk naik ke mobil. Mereka bertiga menuju Cafe yang telah dipilih oleh Kevin, alamatnya sudah dikirimkan ke Seira.


"Kita mau kemana sih Kak?" tanya Laura.


"Kita mau ke tempat yang indah" ujar Seira.


"Kamu udah lapar kan Laura?" tanya Bryan.


"Udah Kak, tapi kenapa harus dandan rapi gini padahal cuma makan" ujar Laura tidak mengerti.


"Kakak pengen foto di sana sama Laura" ujar Seira yang juga sudah berpakaian rapi.


Mereka akhirnya sampai di Cafe yang terlihat sangat indah dan menyenangkan dari dekorasinya. Ini pertama kali Laura ke Cafe itu. Begitu pula dengan Bryan dan Seira merasa Cafe ini sedikit asing karena bukan tempat yang biasa mereka datangi.


"Ayo duduk Laura" ujar Seira.


Tak lama kemudian makanan langsung datang tanpa mereka pesan terlebih dahulu. Laura yang sudah lapar langsung makan begitu saja. Bryan dan Seira tersenyum melihat tingkah Laura. Mereka pun ikut makan agar tidak menimbulkan kecurigaan.


"Kakak sudah membooking seluruh meja ya?" tanya Laura.


"Iya, Kakak kurang suka keramaian" jawab Seira mencari jawaban aman.


"Makanan disini enak loh Kak, aku suka" ujar Laura lagi.


Setelah mereka selesai makan terdengar sebuah nyanyian dari suara yang sangat dikenali oleh Laura. Ya benar saja itu suara dari Freddin yang menyanyikan lagu romantis untuknya.


Laura terkejut dan melihat ke arah Seira yang tersenyum. Saat Laura hendak pergi, Seira langsun menahannya dan memegang tangan Laura.


"Tunggu dulu, jangan buru-buru" ujar Seira pada Laura.


Setelah nyanyian itu selesai Freddin membawakan sekuntum mawar dan juga cincin yang sudah ia persiapkan. Dia mendekatkan dirinya ke Laura yang masih kesal padanya.

__ADS_1


"Laura sepertinya ada kesalahpahaman antara kita, aku senang sekali kamu hamil, aku hanya terkejut karena aku akan menjadi seorang Ayah, aku mungkim bukan lelaki yang baik, tapi aku akan tetap berusaha menjadi lebih baik" jelas Freddin.


"Laura Cassandra Andreans maukah kamu menikah denganku dan membesarkan anak kita?" tanya Freddin dengan sungguh-sungguh seraya membuka kotak cincinya.


Laura yang tidak mengira semua ini akan terjadi meneteskan air matanya. Kevin dan Yuna ikut bersorak bersama Seira dan Bryan.


"Terima... terima... terima... " ujar mereka seraya bertepuk tangan.


Laura mengangguk dan tersenyum, melihat kekasihnya menangis Freddin segera memeluknya. Mereka terlihat saling menyayangi satu sama lain. Kevin memeluk Adiknya dan mengucapkan selamat. Dia juga memberi pesan kepada Freddin agar selalu menyayangi Adik semata wayangnya.


"Kamu harus bisa menjadi suami yang baik untuk Adikku" ujar Kevin.


"Iya siap Kakak ipar" jawab Freddin bersemangat.


"Selamat ya sayang, kamu harus tetap kuat, apalagi kamu akan menjadi seorang Ibu" ujar Seira pada Laura.


Yuna yang menyaksikan ikut bahagia dengan kekompakan keluarga mereka. Dia merasa asing karena belum saling mengenal satu sama lain. Melihat hal itu Kevin segera bertindak dan mengenalkan Yuna kepada yang lainnya.


Semua mata dan perhatian tertuju pada Kevin. Mereka semua segera berkumpul di dekat Kevin yang ingin mengumumkan sesuatu.


"Perkenalkan semua, ini Yuna, dia calon ku" ujar Kevin tanpa basa-basi.


"Wah cantinya, kenapa Kakak mau dengan Kak Kevin?" ledek Laura.


"Hahah dia sangat berusaha" jawab Yuna akhirnya bisa angkat suara.


"Dia adalah Seira, Kakaknya Freddin" ujar Kevin lagi.


"Hai Yuna salam kenal" ujar Seira ramah.


"Hai Seira kamu cantik sekali" puji Yuna.

__ADS_1


"Dia Bryan pacar Seira" lanjut Kevin.


"Hai Yuna" sapa Bryan.


"Hai Bryan kalian sangat cocok" ujar Yuna lagi.


"Dan pasangan yang akan menikah Adik perempuanku Laura dengan Freddin Adiknya Seira" ujar Kevin lagi.


"Hai Kakak ipar" sapa Laura imut.


"Hai Laura selamat ya, Kakak turut bahagia" ujar Yuna.


"Kakak harus segera menyusul kami, pasti Kak Kevin sudah tidak sabar" ujar Laura lagi.


Mereka semua tertawa mendengar perkataan polos dari Laura. Setelah acara lamaran mereka makan-makan sembari berbincang mengenai satu sama lain.


"Kamu bahagia Freddin akan segera menikah?" tanya Bryan.


"Tentu saja, tidak masalah jika dia duluan" ujar Seira mengerti maksud perkataan dari Bryan.


"Kamu sudah siap juga untuk menikah?" tanya Bryan lagi.


"Harusnya aku yang bertanya hal itu padamu" ledek Seira.


Bryan tersenyum, dia sangat inginmenikahi Seira secepatnya. Akan tetapi dia harus segera menyesakkan masalah nya dengan Larissa terlebih dahulu. Dia tidak mau Larissa menyakiti Seira yang sama sekali tidak bersalah.


Bryan memeluk Seira dan mencium keningnya. Dia takut wanita itu akan meninggalkannya jika dia tahu masa lalu Bryan dengan wanita lain.


"I Love you Seira, more than you know" bisik Bryan.


"Me too" jawab Seira.

__ADS_1


__ADS_2