One Night One Love

One Night One Love
Bab 48: Putuskan Dia


__ADS_3

Melihat tidak ada pergerakan dari Bryan membuat amarah Larissa memuncak. Dia langsung mencari nomor ponsel Seira dan mengirimkan foto mesranya dengan Bryan. Tak lupa ia membuat kalimat yang dikirimkan beserta foto itu.


"Kalau kamu mau penjelasan untuk foto itu silahkan datang ke Cafe sore ini" isi pesan Larissa pada Seira.


Seira yang saat itu sedang bermain ponsel melihat kiriman foto itu. Seira sangat terkejut melihat dua wajah yang sangat ia kenali. Wajah itu milik Bryan dan Larissa mantan teman kantornya.


Seira langsung bersiap-siap menuju Cafe yang dimaksud oleh Larissa. Dia tidak menghubungi Bryan lagi karena pikirannya sudah kacau.


Sesampainya disana Seira duduk dan memesan minum untuknya. Dia segera membalas pesan itu dan meminta pengirim pesan untuk datang sekarang tanpa menunggu nanti sore.


"Aku sudah di Cafe dan menunggumu, datang segera" balas Seira dalam pesan itu.


Setelah membaca pesan dari Seira, Larissa segera menuju kesana untuk melancarkan aksinya. Dia ingin Seira segera memutuskan hubungan dengan Bryan. Hal ini akan mempermudah dirinya untuk mendapatkan kembali hati Bryan.


Saat Larissa sudah sampai, Seira memasang wajah tidak senang. Dia tidak mengerti apa yang tengah terjadi diantara mereka. Larissa segera duduk dan memperlihatkan beberapa lembar foto-foto mesra nya dengan Bryan.


"Seperti yang kamu lihat sendiri, pria itu adalah Bryan Vero Wijaya, kamu pasti mengenalnya" ujar Larissa.

__ADS_1


"Kenapa kamu melakukan ini?" tanya Seira.


"Dia adalag pria yang selama ini aku ceritakan di kantor, dia mantanku" jawqb Larissa.


"Kamu pasti sengaja mempermainkan ku dan tahu sejak awal bahwa aku berpacaran dengan Bryan" ujar Seira.


"Kamu harusnya merasa bersalah sudah merebut dia dariku" ujar Larissa.


"Kenapa kamu tidak bilang sejak awal?" tanya Seira.


"Bagaimanapun dia hanya mantanmu, sekarang dia sudah jadi pacarku" ujar Seira berusaha kuat.


"Oh ya, kalau aku bilang kami sudah punya anak kamu bakal kasih respon apa?" tanya Larissa.


"Anak? tidak mungkin" jawab Seira.


"Haha kamu kira kamu sudah benar-benar disayang? dulu dia juga begitu padaku" ujar Larissa benar-benar memprovokasi Seira.

__ADS_1


"Kamu jangan mengada-ngada, dia tidak mungkin sampai punya anak denganmu" ujar Seira mencoba tidak percaya dengan semua kekacauan ini.


Larissa mengeluarkan sebuah foto dirinya yang sedang hamil tua. Dia memberikan foto itu pada Seira yang menatapnya dengan mata berkaca-kaca.


"Aku tidak seniat ini untuk mengedit foto perut ku sedang hamil" ujar Larissa.


Foto itu benar-benar nyata dan Seira sadar bahwa itu bukan editan. Dia tidak tahu lagi harus merespon apa pada setiap kalimat yang dilontarkan oleh Larissa padanya.


"Sebaiknya kamu putuskan dia, Bryan merasa berat untuk bertanggung jawab karena adanya dirimu sekarang" ujar Larissa.


"Kamu juga seorang wanita, harusnya kamu mengerti perasaan sesama wanita" ujar Larissa lagi.


Melihat Seira hanya diam dan matanya sudah memerah, Larissa segera mengakhiri pertemuan mereka. Sebelum pergi Larissa berpesan sesuatu pada Seira.


"Jangan beri tahu Bryan tentang pertemuan kita, dia tidak akan mengaku dan akan menyakitiku karena sudah mengadu padamu" ujar Larissa agar dirinya tidak ketahuan.


Larissa segera meninggalkan Seira yang terdiam seribu bahasa. Dia baru saja merasa bahagia bersama Bryan yang sangat baik padanya. Dia dan Bryan bahkan sudah mulai membahas jenjang yang lebih serius. Akan tetapi semua mala petaka ini seakan-akan menyadarkannya bahwa itu semua tidak akan pernah terjadi.

__ADS_1


__ADS_2